110 Investor dan Family Office Asia Tertarik dengan PFII
Rosan Roeslani menyebut 110 investor dan family office Asia merespons positif pengembangan PFII yang tahap awalnya disiapkan di Jakarta.
Ilustrasi rupiah. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Nilai tukar rupiah kembali melemah pada pembukaan perdagangan Jumat (27/3/2026), menandai tekanan yang masih terasa di pasar valuta asing sejak hari sebelumnya.
Pada awal perdagangan pagi di Jakarta, rupiah tercatat berada di posisi Rp16.928 per dolar AS. Angka ini turun dibandingkan penutupan sebelumnya pada Kamis (26/3/2026) yang berada di level Rp16.904 per dolar AS.
Pelemahan tersebut setara dengan 14 poin atau sekitar 0,14 persen. Pergerakan ini menunjukkan rupiah masih berada dalam tren tertekan di awal aktivitas pasar.
Kondisi ini berpotensi berdampak pada berbagai sektor, mulai dari harga impor hingga biaya produksi yang bergantung pada bahan baku dari luar negeri. Pelaku usaha dan masyarakat pun perlu mencermati pergerakan nilai tukar karena dapat memengaruhi harga barang di dalam negeri.
Dengan posisi rupiah yang kembali melemah, pasar keuangan diperkirakan masih akan bergerak dinamis mengikuti sentimen global dan aktivitas perdagangan selanjutnya sepanjang hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rosan Roeslani menyebut 110 investor dan family office Asia merespons positif pengembangan PFII yang tahap awalnya disiapkan di Jakarta.
Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa M7,7 di NTT dan menyiapkan bantuan.
Kecelakaan maut terjadi di Jalan Jogja-Wates, Bantul, Sabtu pagi. Dua pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah tertabrak bus.
Suzuki mulai menyerahkan XL7 terbaru kepada konsumen. Pesanan mencapai lebih dari 1.300 unit dalam 16 hari sejak diluncurkan.
PSS Sleman kembali menggelar uji coba tertutup pekan ini. Super Elja akan menghadapi salah satu tim Super League di DIY.
Badan Geologi meminta warga waspada setelah gempa NTT M7,7. Masyarakat diminta mengecek bangunan dan menjauhi tebing rawan longsor