Soto Ayam Laris di Paddock MotoGP Mandalika, Terjual 200 Porsi
Soto ayam menjadi menu favorit pembalap dan ofisial GP Indonesia 2026 di Mandalika. Lapak SSB milik Hesti bahkan menjual lebih dari 200 porsi sehari.
Ilustrasi student loan. Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kredit perbankan nasional akselerasi di angka 9,49 persen yoy Maret 2026. Angka ini lebih kencang dari 9,37 persen yoy dibandingkan bula Februari lalu. Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut capain ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi riil.
Investasi Jadi Penggerak Utama
Secara detail, kelompok penggunaan unggul di kredit investasi 20,85 persen yoy. Kredit modal kerja naik 4,38 persen yoy, konsumsi 5,88 persen yoy. Minat penyaluran tetap tinggi, kecuali konsumsi dan UMKM karena risiko kredit membengkak.
Risiko Hambat Segmen Tertentu
“Minat penyaluran kredit perbankan tetap baik, tercermin dari persyaratan pemberian kredit (lending requirement) yang masih longgar, kecuali pada segmen kredit konsumsi dan UMKM akibat masih tingginya risiko kredit pada kedua segmen tersebut,” ujar Perry di Jakarta, Rabu. Pertumbuhan ini kuatkan ekonomi secara keseluruhan.
Proyeksi Tetap Optimis
BI memperkirakan kredit 2026 jaga rentang 8-12 persen. Hal itu dipengaruhi permintaan dan penawaran yang seimbang. Permintaan bisa dorong via undisbursed loan Rp2.527,46 triliun atau 22,59 persen plafon tersedia.
Penawaran Bank Masih Kuat
Di sisi lain, kapasitas bank andal dengan AL/DPK 27,85 persen. DPK tumbuh 13,55 persen yoy Maret 2026. Ke depan, BI mengembangkan nontraditional funding non-DPK.
Koordinasi Dorong Akselerasi
Perri memastikan koordinasi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan akan terus diperkuat untuk mendorong kredit perbangkan.
“Koordinasi dengan pemerintah dan KSSK [Komite Stabilitas Sistem Keuangan] terus diperkuat untuk memperbaiki struktur suku bunga dan mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan tersebut,” ungkap Perry.
Kredit memainkan peran krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menyediakan akses modal bagi individu, usaha kecil, dan perusahaan besar untuk berinvestasi, berinovasi, dan memperluas operasi.
Melalui mekanisme ini, kredit meningkatkan konsumsi rumah tangga, stimulasi produksi barang dan jasa, serta penciptaan lapangan kerja baru, yang pada akhirnya mempercepat siklus ekonomi secara keseluruhan.
Di negara berkembang seperti Indonesia, ekspansi kredit yang sehat—didukung oleh kebijakan moneter Bank Indonesia—telah berkontribusi pada peningkatan PDB hingga 5-6% per tahun di periode pasca-pandemi.
Namun, dampak positif ini bisa berbalik menjadi risiko jika kredit berlebihan memicu inflasi, gelembung aset, atau krisis keuangan seperti yang terjadi pada Krisis Asia 1997, sehingga diperlukan pengawasan ketat untuk menjaga keseimbangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Soto ayam menjadi menu favorit pembalap dan ofisial GP Indonesia 2026 di Mandalika. Lapak SSB milik Hesti bahkan menjual lebih dari 200 porsi sehari.
PKB Sleman mengukuhkan pengurus DPAC di 17 kapanewon dengan keterwakilan perempuan minimal 30% dan menargetkan pengurus ranting tuntas November.
Sebanyak 12.176 titik panas terdeteksi di Indonesia. Karhutla membakar ratusan rumah di Bangka Selatan dan membuat udara Jambi berbahaya.
Framingham Risk Score membantu memperkirakan risiko penyakit jantung dan stroke dalam 10 tahun. Kenali faktor risiko dan pentingnya MCU.
Pit Lane Walk MotoGP Mandalika 2026 dipadati penonton yang ingin melihat motor balap, garasi tim, serta pembalap seperti Marc Márquez.
Pemerintah mematangkan kelembagaan BRAN, termasuk pembagian tugas, kewenangan, dan koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN untuk menangani konflik agraria.