Sanksi FIFA Dicabut, Persib Kini Bebas Daftarkan Pemain Baru
Persib Bandung resmi bebas dari sanksi registrasi pemain FIFA. Maung Bandung kini bisa mendaftarkan pemain baru untuk musim 2026-2027.
Foto ilustrasi uang rupiah - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan mencatatkan penutupan terlemah sepanjang sejarah di pasar spot pada Jumat (29/5/2026). Rupiah ditutup di level Rp17.880 per dolar AS, yang menjadi titik terendah baru dalam catatan perdagangan mata uang Indonesia.
Posisi tersebut melemah dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp17.846 per dolar AS, atau turun sekitar 0,2 persen dalam satu hari perdagangan. Kondisi ini menjadi perhatian pelaku pasar, terutama bagi Anda yang memiliki kewajiban dalam mata uang dolar seperti pembayaran pinjaman luar negeri atau biaya pendidikan di luar negeri.
Dalam perdagangan intraday, tekanan terhadap rupiah bahkan sempat lebih dalam. Pada pukul 14.05 WIB, rupiah tercatat menyentuh level Rp17.905 per dolar AS sebelum akhirnya ditutup sedikit lebih kuat di akhir sesi perdagangan.
Pergerakan tersebut membuat rupiah semakin dekat dengan batas psikologis baru di kisaran Rp18.000 per dolar AS, yang kini mulai diperhitungkan sebagai level krusial oleh pelaku pasar.
Sementara itu, pergerakan mata uang di kawasan Asia menunjukkan arah yang beragam. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah turun sekitar 1 persen. Dolar Singapura juga melemah 0,16 persen, disusul yen Jepang yang turun tipis 0,01 persen. Dolar Hong Kong turut melemah dalam kisaran yang sama.
Bagi Anda yang kerap bertransaksi atau bepergian ke negara-negara tersebut, fluktuasi ini dapat berdampak pada biaya perjalanan maupun daya beli, meskipun tekanan yang terjadi tidak seberat yang dialami rupiah.
Di sisi lain, sejumlah mata uang justru mencatat penguatan terhadap dolar AS. Rupee India menjadi yang paling menguat di kawasan Asia dengan kenaikan sekitar 0,4 persen.
Ringgit Malaysia turut menguat 0,28 persen, diikuti dolar Taiwan yang naik 0,17 persen dan baht Thailand yang menguat 0,15 persen. Yuan China juga mengalami penguatan tipis sekitar 0,1 persen, sementara peso Filipina naik 0,03 persen.
Pergerakan yang berlawanan arah ini menunjukkan bahwa pelemahan rupiah tidak semata-mata disebabkan oleh penguatan dolar AS secara global, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor internal dan dinamika ekonomi domestik.
Bagi pelaku usaha maupun masyarakat yang menyimpan aset dalam rupiah, kondisi ini berpotensi memberikan dampak lanjutan berupa kenaikan harga barang impor. Situasi tersebut juga dapat memicu tekanan inflasi jika pelemahan terus berlanjut dalam jangka waktu tertentu.
Pelaku pasar kini menantikan langkah stabilisasi dari otoritas moneter untuk menjaga agar rupiah tidak terus bergerak melemah menuju level psikologis berikutnya di sekitar Rp18.000 per dolar AS, yang saat ini menjadi perhatian utama di pasar valuta asing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persib Bandung resmi bebas dari sanksi registrasi pemain FIFA. Maung Bandung kini bisa mendaftarkan pemain baru untuk musim 2026-2027.
Tes genomik membantu mendeteksi risiko penyakit lebih dini sekaligus memberikan rekomendasi nutrisi dan gaya hidup berdasarkan analisis DNA.
Trump menegaskan kesepakatan nuklir sipil AS-Arab Saudi hanya disetujui jika Riyadh bergabung dalam Perjanjian Abraham.
Gibran meminta AJBI memperkuat ekosistem beasiswa bagi Indonesia timur untuk menyiapkan SDM unggul melalui penjaringan talenta sejak SMA.
Seorang konsultan pajak resmi mendaftar sebagai bakal calon lurah Srimartani dan membawa visi pengembangan potensi pariwisata serta ekonomi kalurahan.
Bulog dan TNI menggelar Gerakan Pangan Murah di Banyumas dan Cilacap untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh bahan pangan.