Modal Asing Masuk Rp19,02 Triliun, Rupiah Menguat Usai BI Rate Naik

Newswire
Newswire Jum'at, 12 Juni 2026 19:17 WIB
Modal Asing Masuk Rp19,02 Triliun, Rupiah Menguat Usai BI Rate Naik

Kantor Bank Indonesia. - Bisnis.com

Harianjogja.com, JAKARTA-Bank Indonesia (BI) mencatat arus masuk modal asing atau foreign inflows ke instrumen keuangan domestik mencapai Rp19,02 triliun dalam periode 10–11 Juni 2026. Arus dana ini terjadi tak lama setelah BI menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen.

Data BI menunjukkan, inflow tersebut terdiri dari investasi pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp15,11 triliun dan Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp3,91 triliun.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menyebutkan bahwa kenaikan BI Rate justru memperkuat daya tarik aset keuangan Indonesia di mata investor global.

“Pascakenaikan BI-Rate, aliran masuk modal asing mengalami perkembangan positif, didukung oleh daya tarik instrumen keuangan domestik,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Rupiah Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS

Seiring derasnya aliran modal asing, nilai tukar rupiah juga menunjukkan penguatan. Pada penutupan perdagangan Jumat, rupiah berada di level Rp17.865–17.875 per dolar AS, menguat 0,84 persen dibandingkan posisi awal Juni 2026.

Penguatan ini menandakan meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia, terutama setelah respons kebijakan moneter yang dinilai lebih ketat dan terukur.

Danantara & Obligasi Global Jadi Pendorong Tambahan

Selain SRBI dan SBN, BI juga mencatat masuknya dana asing pada obligasi internasional Danantara yang mencatatkan penjualan perdana sebesar Rp26,9 triliun.

Menurut BI, kondisi ini memperkuat persepsi positif terhadap pasar keuangan Indonesia, sekaligus menunjukkan minat investor terhadap instrumen berbasis rupiah maupun global.

Strategi BI Perkuat Stabilitas Rupiah

BI menegaskan bahwa penguatan rupiah tidak hanya ditopang oleh kenaikan suku bunga, tetapi juga berbagai kebijakan tambahan, seperti Penguatan struktur imbal hasil SRBI.

Selain itu, Insentif swap lindung nilai (hedging) untuk investor asing, Pembukaan akses repo perbankan, Operasi moneter valas yang lebih intensif.

Selain itu, kerja sama internasional dengan People’s Bank of China (PBOC) dan Hong Kong Monetary Authority (HKMA) juga diperkuat untuk mendukung stabilitas regional dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Prospek Rupiah

BI optimistis tren penguatan rupiah masih berlanjut selama sentimen global tetap kondusif dan arus modal asing terus masuk ke instrumen domestik. Dengan kombinasi kebijakan moneter dan stabilitas eksternal, rupiah diperkirakan bergerak menuju level fundamentalnya dalam jangka menengah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online