Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp63.200, Telur Ayam Rp29.150/Kg

Newswire
Newswire Jum'at, 03 Juli 2026 09:17 WIB
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp63.200, Telur Ayam Rp29.150/Kg

Foto ilustrasi penjual cabai keriting. - Antara

Harianjogja.com, JAKARTA— Harga cabai rawit merah masih menjadi komoditas pangan dengan nilai tinggi di tingkat pedagang eceran nasional. Berdasarkan data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga cabai rawit merah pada Jumat pagi mencapai Rp63.200 per kilogram (kg), sedangkan telur ayam ras diperdagangkan seharga Rp29.150 per kg.

Berdasarkan data PIHPS yang diakses di Merauke, Papua Selatan, pada pukul 09.20 WIT, sejumlah komoditas pangan strategis lainnya juga mengalami variasi harga. Bawang merah tercatat dijual Rp47.950 per kg, sedangkan bawang putih berada di level Rp44.050 per kg.

Untuk komoditas beras, PIHPS mencatat harga beras kualitas bawah I sebesar Rp14.700 per kg, sedangkan beras kualitas bawah II dipatok Rp14.500 per kg. Adapun beras kualitas medium I dijual Rp16.350 per kg dan beras kualitas medium II mencapai Rp16.100 per kg.

Sementara itu, harga beras kualitas super I berada di angka Rp17.650 per kg, sedangkan beras kualitas super II diperdagangkan Rp17.150 per kg.

Pada kelompok komoditas cabai, harga cabai merah besar tercatat Rp50.950 per kg, cabai merah keriting Rp51.050 per kg, dan cabai rawit hijau mencapai Rp50.200 per kg.

PIHPS juga mencatat harga daging ayam ras segar sebesar Rp36.600 per kg. Sementara itu, daging sapi kualitas I dijual Rp150.250 per kg dan daging sapi kualitas II berada di level Rp141.300 per kg.

Untuk komoditas gula, harga gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.300 per kg, sedangkan gula pasir lokal diperdagangkan Rp19.050 per kg.

Adapun pada kelompok minyak goreng, harga minyak goreng curah mencapai Rp20.550 per liter. Sementara minyak goreng kemasan bermerek I dijual Rp24.250 per liter dan minyak goreng kemasan bermerek II tercatat Rp23.400 per liter. Data harga cabai rawit merah dan komoditas pangan strategis tersebut menjadi salah satu acuan masyarakat dalam memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di berbagai daerah.

Pembaruan data harga pangan secara berkala dan real-time memegang peranan krusial dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi, baik bagi masyarakat maupun pemangku kebijakan. Bagi konsumen dan pelaku UMKM kuliner, keterbukaan informasi ini menjadi panduan utama dalam merencanakan anggaran belanja harian secara efisien sekaligus mengantisipasi lonjakan inflasi rumah tangga melalui substitusi bahan pangan yang lebih terjangkau.

Sementara itu di sisi hulu, akurasi data pergerakan harga komoditas pokok seperti beras, cabai, dan daging menjadi basis intervensi taktis bagi pemerintah. Melalui basis data yang aktual, pemerintah dapat mendeteksi potensi kelangkaan pasokan sejak dini, menekan ruang gerak spekulan pasar, serta merumuskan kebijakan operasi pasar maupun manajemen cadangan pangan nasional secara tepat sasaran demi menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online