Impor Ilegal Senilai Rp27,3 Miliar Ditindak, Ada Beras hingga Pakaian Bekas
Bea Cukai menindak barang impor ilegal senilai Rp27,3 miliar berupa beras, garam, dan pakaian bekas dari empat wilayah pabean Indonesia.
Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara memberikan keterangan media di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026)./Antara-Maria Cicilia Galuh
Harianjogja.com, JAKARTA—Belanja negara dalam APBN 2026 meningkat sekitar Rp300 triliun untuk mengakomodasi penanganan bencana alam dan kenaikan harga energi dunia. Pemerintah juga melakukan realokasi anggaran serta meningkatkan target penerimaan negara agar defisit APBN tidak semakin melebar.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan tambahan kebutuhan belanja tersebut antara lain digunakan untuk menangani bencana alam di Sumatra dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah. Pemerintah telah menambah anggaran sekitar Rp60 triliun untuk penanganan bencana.
Selain itu, APBN turut menanggung kenaikan harga energi dunia dengan tetap memberikan subsidi bahan bakar minyak (BBM), termasuk Pertalite dan Solar.
"Keseluruhan belanjanya naik kira-kira Rp300 triliun. Ini yang harus kami setel di dalam mengelola APBN tersebut," jelasnya dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Anggaran Negara Naik, Penerimaan Juga Ditingkatkan
Belanja negara dalam APBN 2026 pada awalnya ditetapkan sebesar Rp3.843 triliun. Namun, pada pertengahan tahun ini, pemerintah menaikkan proyeksi belanja menjadi Rp3.942 triliun atau meningkat bersih sekitar Rp99 triliun dari anggaran awal.
Di tengah peningkatan kebutuhan belanja tersebut, pemerintah berupaya menjaga defisit APBN agar tidak semakin melebar dari proyeksi Rp734,3 triliun atau 2,85% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada akhir tahun.
Suahasil menjelaskan pemerintah menempuh dua langkah untuk mengelola kondisi tersebut. Langkah pertama adalah meningkatkan target penerimaan negara sekitar Rp54 triliun.
Target penerimaan yang semula ditetapkan Rp3.154 triliun dinaikkan menjadi Rp3.208 triliun hingga akhir 2026.
Langkah kedua dilakukan melalui realokasi dan refocusing anggaran pemerintah. Suahasil menyebut anggaran belanja yang telah digeser ke pos lain mencapai hampir Rp200 triliun.
"Dalam skala belanja Rp3.843 triliun itu, mungkin sekarang sudah hampir Rp200 triliun yang kami geser-geser," kata mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan tersebut.
Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Rp734,3 Triliun
Sebagai gambaran, pemerintah menyusun APBN 2026 dengan target belanja negara Rp3.843 triliun dan penerimaan negara Rp3.154 triliun. Dengan komposisi tersebut, defisit APBN ditetapkan sebesar Rp689,1 triliun dan ditutup melalui pembiayaan.
Namun, perkembangan kebutuhan anggaran pada pertengahan tahun mendorong pemerintah menaikkan proyeksi belanja dan penerimaan negara. Kondisi tersebut turut diikuti perubahan proyeksi defisit.
Defisit APBN diperkirakan meningkat Rp45,2 triliun menjadi Rp734,3 triliun atau setara 2,85% terhadap PDB.
Pemerintah kini mengandalkan peningkatan penerimaan serta realokasi anggaran untuk mengelola kebutuhan belanja negara di tengah penanganan bencana dan kenaikan harga energi dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Bea Cukai menindak barang impor ilegal senilai Rp27,3 miliar berupa beras, garam, dan pakaian bekas dari empat wilayah pabean Indonesia.
Kemenko PMK menyoroti 30 kasus bunuh diri di Gunungkidul tahun ini dan mendorong penguatan layanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat.
Peralihan konsumen ke rokok murah menekan penerimaan cukai. Produksi naik, tetapi pemerintah menghadapi potensi kekurangan penerimaan hingga Rp13 triliun.
BMKG memprakirakan hujan lebat disertai petir di tujuh kota, gelombang laut hingga 4 meter, serta potensi banjir rob di sejumlah pesisir.
Ketua DPD Golkar DIY Singgih Januratmoko memastikan Musda XI Golkar Gunungkidul tetap digelar dan meminta kader menjaga soliditas.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Sabtu 31 Oktober 2026 bervariasi. Simak daftar harga jual dan buyback.