Penimbunan 400.000 Liter Solar Subsidi di Semarang Terbongkar, Hambat Distribusi BBM
ESDM mengamankan penimbunan 400.000 liter solar subsidi di Semarang yang diduga akan dijual ke sektor industri, perkebunan, dan pertambangan.
Ilustrasi uang rupiah - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Bisnis minyak dan gas (migas) menjadi sumber kekayaan bagi sejumlah pengusaha dunia. Berdasarkan data Real-Time Billionaires Forbes per 23 Oktober 2026, Lyndal Stephens Greth dan keluarga menempati posisi pertama dengan kekayaan bersih mencapai US$29,9 miliar.
Di bawahnya terdapat pengusaha asal Rusia, Vagit Alekperov, dengan kekayaan US$29,5 miliar. Posisi ketiga ditempati Gennady Timchenko yang memiliki kekayaan sekitar US$24,2 miliar.
Para pengusaha tersebut membangun kekayaan melalui berbagai lini bisnis energi. Mulai dari eksplorasi dan produksi minyak, pengolahan gas alam, perdagangan energi lintas negara, hingga pengembangan bisnis gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG), petrokimia, perbankan, dan investasi.
Berikut daftar 10 orang terkaya dunia dengan bisnis utama di sektor minyak dan gas berdasarkan data Forbes.
1. Lyndal Stephens Greth dan Keluarga
Lyndal Stephens Greth dan keluarganya berada di urutan teratas dengan kekayaan bersih US$29,9 miliar. Kekayaan tersebut berasal dari bisnis migas yang dikembangkan ayahnya, Autry Stephens, melalui Endeavor Energy Resources.
Endeavor merupakan perusahaan swasta yang bergerak dalam eksplorasi dan produksi minyak. Pada 2024, perusahaan itu menjadi salah satu produsen minyak swasta terbesar di Amerika Serikat dengan produksi sekitar 327.000 barel setara minyak per hari.
Perusahaan tersebut juga memiliki hak pengeboran di lebih dari 500.000 hektare lahan, terutama di Texas.
Pada Februari 2024, Autry Stephens menyepakati penjualan Endeavor kepada Diamondback Energy dengan nilai transaksi sekitar US$26 miliar. Transaksi itu menggunakan kombinasi saham dan uang tunai.
Setelah Autry Stephens meninggal pada Agustus 2024, Lyndal Stephens Greth mengambil alih peran kepemimpinan yang sebelumnya dijalankan ayahnya.
2. Vagit Alekperov
Pengusaha asal Rusia, Vagit Alekperov, menempati posisi kedua dengan kekayaan bersih US$29,5 miliar. Ia membangun kekayaannya melalui industri minyak setelah meniti karier dari pekerja anjungan minyak di Laut Kaspia.
Alekperov kemudian berkarier di pemerintahan Uni Soviet dan pernah menjabat sebagai wakil menteri yang mengawasi industri minyak.
Pada 1991, ia memanfaatkan tiga ladang minyak besar yang sebelumnya berada di bawah pengelolaan kementerian untuk mendirikan Lukoil. Perusahaan tersebut berkembang menjadi salah satu perusahaan minyak independen terbesar di Rusia.
Alekperov diketahui memiliki sekitar 30% saham Lukoil.
3. Gennady Timchenko
Gennady Timchenko memiliki kekayaan bersih sekitar US$24,2 miliar. Pengusaha Rusia ini mengembangkan kepentingan bisnis di sektor minyak, gas, dan petrokimia.
Sebelum membangun portofolio bisnisnya, Timchenko pernah mengelola perusahaan ekspor minyak milik negara. Ia kemudian menjadi salah satu pemegang saham terbesarnya setelah perusahaan tersebut diprivatisasi.
Kepentingan bisnis Timchenko selanjutnya meluas melalui kepemilikan saham di sejumlah perusahaan Rusia, termasuk produsen gas Novatek dan perusahaan petrokimia Sibur Holding.
Di luar sektor energi, ia juga terlibat dalam olahraga. Timchenko menjabat sebagai ketua Kontinental Hockey League (KHL), liga hoki es nasional Rusia, serta presiden klub SKA Saint Petersburg.
4. Harold Hamm dan Keluarga
Harold Hamm dan keluarganya memiliki kekayaan bersih sekitar US$19 miliar. Ia dikenal sebagai pendiri Continental Resources, perusahaan minyak independen yang berperan dalam perkembangan produksi minyak di Amerika Serikat.
Sebelum mendirikan perusahaan tersebut, Hamm menjalankan bisnis pengangkutan air untuk memenuhi kebutuhan operasional ladang minyak. Pada 1971, ia mengambil pinjaman untuk mengebor sumur minyak pertamanya.
Namanya semakin dikenal setelah mengembangkan teknologi pengeboran horizontal dan hydraulic fracturing atau fracking di wilayah Bakken, North Dakota, pada dekade 1990-an.
Teknik tersebut membantu meningkatkan kemampuan produksi minyak dari formasi batuan yang sebelumnya lebih sulit dieksploitasi secara ekonomis.
Selain beroperasi di Amerika Serikat, Continental Resources juga menanamkan investasi di luar negeri, termasuk Turki dan Argentina. Hamm kini menjabat sebagai pendiri sekaligus ketua emeritus perusahaan tersebut.
5. Mikhail Fridman
Mikhail Fridman tercatat memiliki kekayaan bersih sekitar US$16,8 miliar. Kekayaannya berasal dari kombinasi bisnis energi, perbankan, dan telekomunikasi.
Fridman merupakan salah satu pendiri Alfa Bank yang dikenal sebagai salah satu bank swasta terbesar di Rusia. Bersama sejumlah rekannya, ia juga mendirikan perusahaan perdagangan komoditas Alfa-Eco pada 1989.
Pada 2003, kelompok usaha tersebut membentuk perusahaan patungan TNK-BP bersama perusahaan energi asal Inggris, BP. Penjualan kepemilikan mereka di TNK-BP pada 2013 menghasilkan sekitar US$5,1 miliar bagi Fridman.
Setelah Rusia menginvasi Ukraina pada 2022, Fridman dikenai sanksi. Forbes juga mencatat ia mengundurkan diri dari perusahaan induk investasinya di Luksemburg, LetterOne, dan mengurangi kepemilikan sahamnya.
6. George Kaiser
George Kaiser menempati posisi keenam dengan kekayaan bersih US$15,4 miliar. Pengusaha asal Amerika Serikat tersebut membangun kekayaan melalui bisnis minyak dan gas, kemudian memperluas portofolionya ke sektor perbankan dan energi.
Kaiser mengambil alih bisnis keluarga, Kaiser-Francis Oil Company, pada dekade 1960-an. Pada 1991, ia membeli Bank of Oklahoma senilai US$60 juta. Forbes juga mencatat kepemilikannya sekitar 63% di bank tersebut.
Selain itu, Kaiser memiliki sekitar 72% saham Excelerate Energy, perusahaan publik yang bergerak di bisnis LNG. Ia juga mempunyai kepentingan investasi di perusahaan teknologi keuangan Alkami.
Di luar kegiatan bisnis, Kaiser dikenal melalui aktivitas filantropi. George Kaiser Family Foundation, yayasan yang didirikannya, telah menyalurkan dana lebih dari US$2,5 miliar untuk mendukung pendidikan anak usia dini dan pembangunan ekonomi.
7. Jeffery Hildebrand
Jeffery Hildebrand berada di posisi ketujuh dengan kekayaan bersih sekitar US$15 miliar. Ia merupakan salah satu pendiri Hilcorp, perusahaan minyak dan gas swasta yang berdiri pada 1990.
Setelah mendirikan perusahaan bersama mitranya, Hildebrand kemudian membeli kepemilikan sang mitra senilai US$500 juta.
Hilcorp berkembang menjadi salah satu perusahaan minyak swasta terbesar di Amerika Serikat. Produksi minyak dan gas perusahaan tersebut mencapai lebih dari 400.000 barel per hari.
Pada 2020, Hilcorp menyelesaikan akuisisi aset BP di Alaska senilai US$5,6 miliar. Transaksi tersebut memperluas posisi perusahaan dalam kegiatan produksi energi di wilayah itu.
8. Robert Pender
Robert Pender, yang juga dikenal sebagai Bob Pender, memiliki kekayaan bersih sekitar US$12,7 miliar. Ia merupakan salah satu pendiri Venture Global, perusahaan yang bergerak dalam produksi dan ekspor LNG.
Sebelum memasuki industri energi, Pender berkarier sebagai pengacara selama 28 tahun dengan spesialisasi pembiayaan proyek energi alternatif. Selama periode tersebut, ia terlibat dalam transaksi dengan nilai gabungan lebih dari US$35 miliar.
Pada 2013, Pender mendirikan Venture Global bersama Mike Sabel, mantan bankir investasi. Keduanya secara bersama-sama memiliki lebih dari 80% kepemilikan perusahaan dan pernah menjabat sebagai ketua eksekutif bersama.
Venture Global melantai di bursa pada Januari 2025 dengan valuasi yang mendekati US$60 miliar. Pender meninggalkan posisi CEO bersama pada 2020 sehingga Mike Sabel menjadi satu-satunya CEO perusahaan.
9. Michael Sabel
Michael Sabel atau Mike Sabel memiliki kekayaan bersih sekitar US$12,7 miliar. Bersama Robert Pender, ia membangun Venture Global menjadi perusahaan yang berfokus pada produksi dan ekspor LNG.
Sebelum mendirikan perusahaan tersebut, Sabel bekerja sebagai bankir investasi. Pengalamannya di sektor keuangan menjadi bagian dari latar belakang pembentukan Venture Global pada 2013.
Bisnis LNG memiliki peran penting dalam perdagangan energi internasional. Gas alam didinginkan hingga berbentuk cair agar lebih mudah diangkut menggunakan kapal menuju pasar yang tidak terhubung langsung melalui jaringan pipa.
Kepemilikan bersama Sabel dan Pender atas Venture Global menjadi sumber utama kekayaan keduanya. Perusahaan tersebut melantai di bursa pada 2025 dengan valuasi mendekati US$60 miliar.
10. Carrie Perrodo dan Keluarga
Carrie Perrodo dan keluarganya melengkapi daftar 10 orang terkaya dunia dari bisnis migas dengan kekayaan bersih sekitar US$12,1 miliar.
Perempuan kelahiran Singapura tersebut mewarisi perusahaan minyak internasional Perenco setelah suaminya, Hubert Perrodo, meninggal pada 2006.
Perenco merupakan salah satu perusahaan minyak milik keluarga terbesar di dunia. Kegiatan operasionalnya tersebar di berbagai negara, termasuk Gabon, Peru, dan Vietnam.
Bisnis tersebut kini diteruskan oleh generasi berikutnya. Putra sulung Carrie, Francois Perrodo, menjabat sebagai ketua perusahaan, sedangkan putrinya, Nathalie, mengelola investasi keluarga di sektor perkebunan anggur di Bordeaux, Prancis.
Daftar tersebut memperlihatkan beragam jalur yang ditempuh para pengusaha untuk membangun kekayaan dari sektor migas. Ada yang mengembangkan perusahaan eksplorasi dan produksi minyak, memperluas bisnis LNG, hingga menggabungkan investasi energi dengan sektor keuangan dan industri lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
ESDM mengamankan penimbunan 400.000 liter solar subsidi di Semarang yang diduga akan dijual ke sektor industri, perkebunan, dan pertambangan.
Pedro Acosta memenangi Sprint Race MotoGP Malaysia 2026 di Sepang. Marc Marquez finis kedua, sedangkan Marco Bezzecchi menempati posisi ketiga.
Pesan berantai berisi ajakan warga Mlati mengambil uang Rp50.000 di Bazar UMKM Stadion Maguwoharjo viral. Polresta Sleman membantah terlibat.
Harianjogja.com, JOGJA—Penyaluran kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai Rp27,50 triliun pada Agustus 2026.
Alex Marquez merebut pole position MotoGP Malaysia 2026 di Sepang setelah mengalahkan Marc Marquez dan Pedro Acosta pada sesi Q2.
Kemenkes memperkuat imunisasi HPV untuk mencegah kanker serviks. Kenali penyebab, gejala, risiko, dan cara pencegahan infeksi HPV.