Indonesia Bidik Wisatawan Eropa Lewat 5 Produk Wisata Unggulan
Indonesia menawarkan lima produk wisata unggulan di WTM London 2026 untuk menarik wisatawan Eropa dan memperkuat pasar pariwisata premium.
Ilustrasi truk logistik/bisnis.com
Harianjogja.com, JOGJA— Emisi angkutan barang di koridor jalan Jawa-Bali sebagian besar berasal dari tiga provinsi. Kajian Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (Pustral UGM) bersama PT Egis International Indonesia menemukan 79% emisi terkonsentrasi di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Emisi angkutan barang melalui jalan raya di koridor Jawa-Bali diperkirakan mencapai 19,72 juta ton CO₂ pada 2026. Tanpa intervensi, jumlah tersebut berpotensi meningkat 51% menjadi 29,80 juta ton pada 2035.
Febriani Astari dari PT Egis International Indonesia mengatakan Jawa Barat menjadi penyumbang emisi terbesar, disusul Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Jawa Barat menyumbang 31 persen, Jawa Tengah 26 persen, dan Jawa Timur 22 persen. Sementara truk dua sumbu medium dan truk tiga sumbu menyumbang 59 persen emisi," kata Febriani dalam keterangannya di Jogja, Kamis (5/11/2026).
Nilai ekonomi emisi diperkirakan Rp220 triliun
Kajian tersebut juga menghitung potensi nilai ekonomi dari emisi angkutan barang. Dengan asumsi harga karbon sebesar 50 dolar AS per ton, nilai ekonomi emisi diperkirakan mencapai sekitar Rp220 triliun secara kumulatif hingga 2035.
Febriani mengatakan konsentrasi emisi di sejumlah wilayah dapat menjadi dasar untuk menentukan prioritas penanganan. Lebih dari tiga perempat emisi berasal dari tiga provinsi, sedangkan lebih dari seperempatnya berasal dari sepuluh kabupaten/kota.
"Persoalannya ternyata lebih sempit dan lebih bisa dikelola. Lebih dari tiga perempat emisi ada di tiga provinsi, dan lebih dari seperempatnya berasal dari sepuluh kabupaten/kota, sehingga kita bisa memulai dari titik-titik panas tersebut," ujar Febriani.
Infrastruktur dan harga truk listrik jadi hambatan
Ketua Tim Kajian Pustral UGM, Arif Wismadi, mengatakan kajian tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Tim melakukan 14 wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD) di Jakarta, Surabaya, dan Bali dengan melibatkan 185 instansi.
Hasilnya menempatkan infrastruktur pengisian daya dan harga truk listrik sebagai dua hambatan utama dalam mendorong elektrifikasi angkutan barang.
Survei terhadap 50 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) angkutan barang juga memperlihatkan tantangan dari sisi pembiayaan. Hanya 8% responden yang bersedia beralih menggunakan truk listrik dengan skema kredit saat ini.
Namun, minat tersebut meningkat menjadi 56% apabila tersedia skema dengan uang muka 15%, bunga nol persen, dan jaminan cukup menggunakan BPKB truk listrik.
Untuk menjawab kendala tersebut, kajian merancang tiga prototipe pembiayaan. Ketiganya meliputi kredit hijau berbasis kontrak dengan pemilik barang, sewa armada tanpa uang muka, serta langganan baterai.
"Truk listrik tidak akan berpindah dari brosur ke jalan raya selama hitungannya belum masuk akal bagi operator," kata Arif.
UGM rancang aplikasi untuk pemerataan SPKLU
Selain skema pembiayaan, salah satu hasil utama kajian adalah aplikasi web EQLAS for EV. Aplikasi tersebut dirancang untuk mendukung perencanaan sistematis guna mengurangi kesenjangan infrastruktur pengisian daya, baik dari sisi spasial maupun sosial.
Arif menyebut persebaran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Jawa-Bali saat ini belum merata. Sebanyak 36% SPKLU di wilayah tersebut berada di lima kota Jakarta, padahal wilayah itu hanya menyumbang 4,8% emisi truk.
Karena itu, perencanaan infrastruktur pengisian daya untuk kendaraan angkutan barang perlu mempertimbangkan kebutuhan sepanjang koridor Jawa-Bali.
"Selagi SPKLU khusus truk belum dibangun, perencanaannya harus sistematis agar tersebar di sepanjang koridor Jawa–Bali, tidak menumpuk di barat Jawa seperti pada kendaraan listrik penumpang," ujar Arif.
Menurut Arif, elektrifikasi logistik juga berpotensi menghadirkan manfaat yang lebih merata bagi masyarakat. Hal tersebut berbeda dengan subsidi mobil listrik penumpang yang dinilai lebih banyak dinikmati kelompok mampu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Indonesia menawarkan lima produk wisata unggulan di WTM London 2026 untuk menarik wisatawan Eropa dan memperkuat pasar pariwisata premium.
Kajian UGM dan Egis mencatat 79% emisi angkutan barang Jawa-Bali berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
BPS menjelaskan alasan pertumbuhan ekonomi 5,47% pada kuartal III/2026 belum dirasakan merata oleh seluruh kelompok masyarakat.
DPR AS dijadwalkan menggelar pemungutan suara pemakzulan Pete Hegseth. Trump tetap membelanya meski Partai Republik kalah dalam pemilu sela.
Pengurangan dana desa membuat honor guru PAUD di Kulonprogo turun. Bahkan, ada pendidik yang hanya menerima Rp50.000 per bulan.
BPBD Sleman mewaspadai banjir lahar dingin Merapi, angin kencang, banjir, petir, dan longsor menjelang musim hujan.