Raja Thailand hingga Sultan Brunei, Ini Daftar Raja Terkaya

Jumali
Jumali Jum'at, 06 November 2026 11:37 WIB
Raja Thailand hingga Sultan Brunei, Ini Daftar Raja Terkaya

Maha Vajiralongkorn/ Reuters

Harianjogja.com, JOGJA—Kekayaan sejumlah penguasa monarki dunia ditaksir mencapai puluhan miliar dolar AS. Nilainya bahkan disebut melampaui harta banyak pengusaha dan miliarder, dengan sumber kekayaan yang beragam, mulai dari tanah, properti, saham perusahaan, hingga bisnis minyak dan gas.

Besarnya kekayaan tersebut menarik perhatian karena tidak semua penguasa dalam daftar berasal dari negara besar. Sejumlah kerajaan justru berada di negara dengan wilayah relatif kecil, tetapi memiliki aset keluarga, investasi, dan kepentingan bisnis bernilai tinggi.

Namun, angka kekayaan para raja dan pangeran perlu dibaca secara hati-hati. Tidak semua negara membuka informasi keuangan keluarga kerajaan kepada publik. Selain itu, sejumlah perkiraan mencampurkan kekayaan pribadi penguasa dengan aset keluarga maupun kekayaan negara.

Berikut daftar 10 penguasa monarki yang kerap masuk dalam pemeringkatan orang terkaya di dunia, berdasarkan estimasi yang banyak dikutip media internasional.

10 Penguasa Monarki Terkaya di Dunia

1. Maha Vajiralongkorn (Thailand) – US$43 miliar

Raja Thailand Maha Vajiralongkorn atau Rama X menempati posisi teratas dalam sejumlah daftar kekayaan monarki. Kekayaannya pernah ditaksir mencapai US$43 miliar atau sekitar Rp777,71 triliun berdasarkan kurs yang digunakan dalam naskah sumber.

Sebagian besar kekayaan yang dikaitkan dengannya berasal dari aset properti dan kepemilikan saham perusahaan. Salah satu aset yang sering disebut adalah kepemilikan di perusahaan semen dan bank besar Thailand.

Maha Vajiralongkorn naik takhta pada 2016 setelah ayahnya, Raja Bhumibol Adulyadej, meninggal dunia. Ia sebelumnya telah ditetapkan sebagai putra mahkota pada 1972.

2. Mohamed bin Zayed Al Nahyan (Uni Emirat Arab) – US$30 miliar

Mohamed bin Zayed Al Nahyan atau MBZ merupakan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) sekaligus penguasa Abu Dhabi. Kekayaannya diperkirakan mencapai US$30 miliar atau sekitar Rp542,59 triliun.

Ia menjabat sebagai Presiden UEA pada 2022 setelah kakaknya, Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, meninggal dunia. Sebelumnya, MBZ telah memegang sejumlah posisi penting dalam pemerintahan dan kepemimpinan Abu Dhabi.

Kekayaan yang dikaitkan dengan MBZ berhubungan dengan sektor minyak dan gas, perbankan, properti, penerbangan, serta investasi internasional. Meski demikian, angka US$30 miliar merupakan estimasi, bukan laporan kekayaan pribadi yang telah diaudit.

3. Hassanal Bolkiah (Brunei Darussalam) – US$28 miliar

Sultan Hassanal Bolkiah merupakan penguasa Brunei Darussalam yang dikenal memiliki kekayaan sangat besar. Sejumlah pemeringkatan lama memperkirakan kekayaannya mencapai US$28 miliar atau sekitar Rp506,41 triliun.

Ia mulai memerintah Brunei pada 1967 setelah ayahnya, Sultan Omar Ali Saifuddien III, turun takhta. Selain menjadi kepala negara, Hassanal Bolkiah juga memegang posisi penting dalam pemerintahan Brunei.

Minyak bumi dan gas alam menjadi sektor utama perekonomian Brunei. Kekayaan sumber daya energi tersebut turut menjadi latar belakang besarnya kekayaan yang selama ini dikaitkan dengan keluarga kerajaan.

4. Salman bin Abdulaziz Al Saud (Arab Saudi) – US$18 miliar

Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud pernah masuk dalam daftar penguasa monarki terkaya dengan estimasi kekayaan mencapai US$18 miliar atau sekitar Rp325,55 triliun.

Ia naik takhta pada Januari 2015 setelah Raja Abdullah bin Abdulaziz meninggal dunia. Sebelum menjadi raja, Salman memiliki pengalaman panjang di pemerintahan, termasuk menjabat Gubernur Riyadh dan Menteri Pertahanan Arab Saudi.

Kekayaan yang dikaitkan dengan keluarga kerajaan Arab Saudi memiliki hubungan erat dengan sektor minyak. Meski demikian, aset pribadi Raja Salman perlu dibedakan dari kekayaan negara maupun aset keluarga besar Al Saud.

5. Mohammed bin Rashid Al Maktoum (Dubai) – US$14 miliar

Mohammed bin Rashid Al Maktoum merupakan penguasa Dubai sekaligus Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA. Kekayaannya pernah diperkirakan mencapai US$14 miliar atau sekitar Rp253,21 triliun.

Ia mulai memimpin Dubai pada 2006 setelah kakaknya, Sheikh Maktoum bin Rashid Al Maktoum, meninggal dunia.

Mohammed bin Rashid dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam transformasi Dubai menjadi pusat perdagangan, pariwisata, dan keuangan internasional. Kepentingan bisnis yang dikaitkan dengannya mencakup properti, investasi, dan berbagai sektor usaha lainnya.

6. Hans-Adam II (Liechtenstein) – US$4 miliar

Pangeran Hans-Adam II dari Liechtenstein juga masuk dalam sejumlah daftar penguasa monarki terkaya. Kekayaannya pernah ditaksir mencapai US$4 miliar atau sekitar Rp72,34 triliun.

Ia menjadi Pangeran Liechtenstein pada 1989 setelah menggantikan ayahnya, Pangeran Franz Joseph II. Liechtenstein merupakan negara kecil di Eropa yang dikenal memiliki sektor keuangan dan perbankan yang berkembang.

Berbeda dengan sejumlah penguasa Timur Tengah yang kekayaannya banyak dikaitkan dengan minyak dan gas, Hans-Adam II dikenal memiliki kepentingan bisnis di sektor perbankan dan investasi.

7. Guillaume (Luksemburg) – estimasi US$4 miliar, belum terverifikasi

Guillaume resmi menjadi Grand Duke Luksemburg pada 3 Oktober 2025 setelah ayahnya, Grand Duke Henri, turun takhta. Ia kemudian menjadi kepala negara di salah satu negara kecil Eropa yang dikenal sebagai pusat keuangan internasional.

Dalam sejumlah daftar kekayaan monarki yang lebih lama, angka US$4 miliar justru dikaitkan dengan Grand Duke Henri, bukan Guillaume. Karena itu, angka tersebut tidak dapat langsung dianggap sebagai kekayaan pribadi penguasa baru.

Istana Adipati Agung Luksemburg juga pernah membantah perkiraan kekayaan keluarga kerajaan sebesar 4 miliar euro. Menurut istana, pemberitaan tersebut mencampuradukkan aset pribadi keluarga dengan properti milik negara.

8. Tamim bin Hamad Al Thani (Qatar) – US$2 miliar

Emir Tamim bin Hamad Al Thani naik takhta pada 2013 setelah ayahnya, Hamad bin Khalifa Al Thani, menyerahkan kekuasaan.

Kekayaan pribadinya pernah diperkirakan mencapai US$2 miliar atau sekitar Rp36,17 triliun. Angka tersebut perlu dibedakan dari aset keluarga Al Thani maupun dana investasi milik negara Qatar.

Qatar dikenal memiliki cadangan gas alam yang besar. Sektor energi menjadi salah satu penopang utama perekonomian negara tersebut dan turut berperan dalam membentuk kekuatan finansial keluarga penguasanya.

9. Mohammed VI (Maroko) – US$2 miliar

Raja Mohammed VI merupakan penguasa Maroko yang naik takhta pada 1999 setelah ayahnya, Raja Hassan II, meninggal dunia.

Kekayaannya pernah diperkirakan mencapai US$2 miliar atau sekitar Rp36,17 triliun. Kepentingan bisnis keluarga kerajaan Maroko dikaitkan dengan sejumlah sektor, termasuk perbankan, properti, dan industri.

Selama memerintah, Mohammed VI mendorong berbagai reformasi politik dan ekonomi. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Maroko di kawasan Afrika Utara.

10. Albert II (Monako) – US$1 miliar

Pangeran Albert II merupakan penguasa Monako yang naik takhta pada 2005 setelah ayahnya, Pangeran Rainier III, meninggal dunia.

Keluarga kerajaan Monako pernah ditaksir memiliki kekayaan sekitar US$1 miliar atau Rp18,09 triliun. Monako sendiri dikenal sebagai negara kecil di Eropa dengan sektor pariwisata kelas atas, properti mewah, serta industri hiburan dan perhotelan.

Hotel mewah, restoran eksklusif, dan berbagai fasilitas wisata menjadi bagian dari daya tarik Monako bagi wisatawan berpenghasilan tinggi dari berbagai negara.

Angka Kekayaan Raja Tidak Selalu Mencerminkan Aset Pribadi

Daftar tersebut memperlihatkan besarnya kekayaan yang selama ini dikaitkan dengan sejumlah keluarga kerajaan. Sumbernya tidak hanya berasal dari warisan dinasti, tetapi juga kepemilikan tanah, saham perusahaan, investasi, serta sektor energi.

Meski demikian, angka dalam pemeringkatan kekayaan monarki tidak bisa diperlakukan sebagai nilai pasti. Sebagian merupakan estimasi lama yang dikutip berulang kali, sementara batas antara kekayaan pribadi, aset keluarga kerajaan, dan kekayaan negara tidak selalu jelas.

Karena itu, daftar raja terkaya di dunia lebih tepat dibaca sebagai gambaran perkiraan kekayaan yang dikaitkan dengan para penguasa monarki, bukan laporan keuangan resmi masing-masing kerajaan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online