Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jogja Dwi Hesti Yuniarti (kanan) memberikan penjelasan kepada para kader JKN-KIS sebelum acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Kader JKN di Rumah Makan Ny. Suharti Gedong Kuning, Jogja, Selasa (8/1)./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Jogja kembali menjalin kerja sama kemitraan dengan 36 kader Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Jogja, Bantul, dan Gunungkidul. Para kader diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mendaftar menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dan membayar iuran secara tepat waktu.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jogja Dwi Hesti Yuniarti menjelaskan kader JKN adalah orang-orang yang menjadi mitra BPJS Kesehatan untuk menjalankan sejumlah fungsi BPJS Kesehatan, antara lain fungsi pemasaran dan fungsi pengumpul iuran. Mereka diharapkan mampu menyosialisasikan, mendorong masyarakat mendaftar menjadi peserta, dan membayar iuran tepat waktu.
"Kader ini memiliki wilayah binaan. Di wilayah binaan itulah mereka bergerak untuk sosialisasi dan menjadi kanal pembayaran iuran peserta," katanya saat menggelar pertemuan dengan para Kader JKN di Rumah Makan Ny. Suharti Gedong Kuning, Selasa (8/1).
Sampai Desember 2018, jumlah tunggakan BPJS Kesehatan Cabang Jogja mencapai Rp10 miliar. Dengan keberadaan kader JKN, tunggakan BPJS Kesehatan semakin berkurang. Terbukti selama Oktober-Desember 2018, para kader JKN telah mampu menagih tunggakan sebesar Rp1,2 miliar.
Hal ini menunjukkan keberadaan kader JKN sangat efektif untuk menyadarkan para peserta JKN-KIS membayar iurannya. "Sangat efektif ya karena kader ini mendatangi rumah-rumah peserta. Siapa enggak mau sih didatangi. Ini mengatasi peserta yang mungkin malas bayar iuran ke kantor pos atau ke tempat lain," kata Hesti.
Menurutnya, keberlangsungan program JKN-KIS tidak hanya bergantung pada BPJS Kesehatan, melainkan melibatkan seluruh pihak termasuk Kader JKN. Wilayah binaan Kader JKN yang menjangkau sampai kecamatan menjadi salah satu kekuatan untuk meningkatkan kolektibilitas iuran dan cakupan kepesertaan JKN-KIS. Selain menerima iuran, kini kader JKN-KIS juga bisa menerima pendaftaran peserta yang satu keluarga belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Cakupan kepesertaan per 4 Januari 2019 mencapai 95,32% dengan kolektibilitas iuran 92%. "Target kami di 2019 ini kolektibilitas bisa 98 persen," katanya.
Selain melalui kader JKN-KIS, BPJS Kesehatan Cabang Jogja juga telah memperluas channel pendaftaran seperti melalui dropbox di kantor cabang dan di kecamatan, point of service (POS) Lippo, web, mobile customer service dan aplikasi mobile JKN, dan masih banyak lagi. Sementara untuk kanal pembayaran juga bisa melalui bank, ATM, atau payment point online bank (PPOB).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun dalam kasus Chromebook. Kuasa hukum optimistis bebas, pleidoi dijadwalkan awal Juni.
PAD wisata Gunungkidul sudah 72% hingga Mei 2026. Pantai Drini dan Sepanjang jadi penyumbang terbesar, target diprediksi tercapai Juni.
Jemaah haji Indonesia Muhammad Firdaus Ahlan hilang di Makkah. PPIH lakukan pencarian intensif dan gandeng polisi Saudi.
Fabio Di Giannantonio juara MotoGP Catalunya 2026 usai balapan penuh drama. VR46 kian kuat, peluang juara dunia terbuka.
BI-Rate naik 5,25%. Ekonom nilai langkah tepat, rupiah diprediksi menguat ke Rp16.800 per dolar AS.