BM PT BOROBUDUR OTO MOBIL: Kedepankan Man Power Bukan Hanya Produk

BM PT BOROBUDUR OTO MOBIL: Kedepankan Man Power Bukan Hanya ProdukBranch Manager PT Borobudur Oto Mobil Kusmaryanto - Harian Jogja/Rheisnayu Cyntara
08 Januari 2019 17:33 WIB Rheisnayu Cyntara Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Menghadapi persaingan bisnis otomotif yang kian ketat memang tak mudah. Produk yang selalu baru dengan inovasi teknologi yang disematkan tak selalu jadi jaminan keunggulan. Lantas bagaimana caranya bertahan agar tetap di depan?

Mitsubishi Xpander kini tengah berada pada performa puncaknya. Mobil yang diperkenalkan secara resmi pertama kali pada 10 Agustus 2017 di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 ini punya segudang capaian. Mulai dari 1st Winner Favorite Car GIIAS 2017, New Kid on The Road of The Year ICar Asia People’s choice Awards 2017, Best Small MPV Gridoto Awards 2018 , Favorite Car by Survey Gridoto Award 2018, Car of The Year Forum Wartawan Otomotif (FORWOT) Awards 2018, Car of The Yea Otomotif Awards 2018, Carvaganza Editor’s Choice Award 2018, Best of The Best MPV Otomotif Awards 2018 dan juga Best Low MPV Otomotif Awards 2018. Namun Kusmaryanto sadar betul, inovasi dari pesaing juga tak kalah gencarnya. Tiap tahun, ada produk-produk baru dengan segudang keunggulan mulai dari performa mesin, tampilan bodi mobil, hingga teknologi yang disematkan. "Kalau hanya bergantung pada produk, banyak saingannya," kata Branch Manager PT Borobudur Oto Mobil itu kepada Harian Jogja saat ditemui pekan lalu.

Karena itu, Kusmaryanto menyebut man power atau para sales berperan penting dalam menopang kekuatan bisnis otomotif. Maka Mitsubishi melalui PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mempunyai training khusus untuk para sales melalui sistem e-learning agar hasilnya langsung diketahui dan menjadi evaluasi bersama. Sedangkan dari sisi PT Borobudur Oto Mobil, Kusmaryanto mengatakan ada training rutin mingguan untuk meningkatkan product knowledge para sales.

"Kamu maksimalkan orangnya, man power. Jika berbicara produk, bisa jadi konsumen sudah banyak tahu tentang produk tersebut karena informasi kini mudah didapatkan lewat Internet. Maka jangan sampai sales kalah, masa konsumen lebih paham dari sales," ujarnya sambil tersenyum.

Pemetaan Wilayah

Selain terus meningkatkan kualitas SDM yang ada, strategi lainnya untuk dapat bersaing menurut Kusmaryanto adalah dengan memetakan wilayah. Tujuannya mengetahui karakteristik, kekuatan, dan kendala di tiap-tiap wilayah agar dapat menentukan penanggungjawab utama wilayah tersebut.

Ia juga fokus untuk trus memperbaiki strategi komunikasi antar-sales dengan pelanggan. Sebab sebagai orang yang lama berada di belakang meja, Kusmaryanto tahu betul bagaimana sulitnya memasuki dunia marketing. "Sejak 1996 saya ada di bagian keuangan, selalu di belakang meja, sebutannya back office. Baru pada 2010 pindah ke bagian operasional, menjadi sales manager. Dari yang biasanya menghadapi angka, kini harus berhadapan langsung dengan konsumen. Awalnya sulit tetapi setelah dijalani lama-lama bisa enjoy juga," ucapnya.

Pengalaman tersebut lantas ia terapkan saat kini memimpin tim Mitsubishi di Jogja. Lelaki asal Klaten, Jawa Tengah yang hingga saat ini masih pulang-pergi Klaten-Jogja untuk bekerja ini tak segan-segan untuk terjun langsung untuk menemui pelanggan. Dengan begitu, Kusmaryanto mengaku bisa berbagi pengalaman sekaligus mengevaluasi kinerja salesnya di lapangan. Ia juga tak segan menambah pengetahuan dengan membaca buku agar mendapatkan insight yang berbeda soal dunia marketing.

Tak hanya terjun langsung ke lapangan, Kusmaryanto menyebut hal lain yang perlu dipelajari sales adalah memahami karakter pelanggan. Jika ada pelanggan yang tak puas dan marah, menurut Kusmaryanto hal itu bisa dijadikan pelajaran untuk menghadapi pelanggan lainnya. "Pada dasarnya cara belajar saya yang kemudian saya sampaikan pada tim adalah mengalir saja. Bagaimana cara melobi, melakukan negosiasi bisa dipelajari jika kita sering turun ke lapangan. Belajar dengan membaca buku juga penting. Pengalaman-pengalaman inilah yang saya bagikan ke tim saya," tuturnya.