Duh, Baru 2,8% Masyarakat Indonesia yang Menyikat Gigi dengan Benar
Berdasarkan data, baru 2,8% masyarakat yang sudah melakukan gosok gigi secara benar.
Chief Operation Officer Bukalapak, Willix Halim, berfoto bersama para peserta kegiatan Bukalapak #BukaJalanPulang di Australia, belum lama ini./Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Bukalapak menaruh kepedulian terhadap kualitas sumber daya manusia khususnya kepada talenta-talenta terbaik untuk tumbuh bersama Bukalapak membangun bangsa. Berangkat dari situ, Bukalapak mengajak warga Indonesia di luar negeri untuk pulang kampung guna membangun Indonesia.
Guna mendukung komitmen ini, Bukalapak membuat sebuah kampanye bertajuk #BukaJalanPulang. Kampanye tersebut merupakan sebuah program yang berfokus pada diaspora Indonesia yang sedang menempuh pendidikan maupun yang bekerja di luar negeri untuk kembali pulang dan membangun Indonesia bersama Bukalapak. Kampanye yang berlangsung sejak 2017 ini telah berhasil mengajak ratusan diaspora kembali ke Tanah Air untuk berkarya dan berinovasi di Bukalapak membangun bangsa.
Mayoritas diaspora yang bergabung di Bukalapak berkarya di divisi engineering dan juga tersebar di beberapa divisi lainnya. Para diaspora yang berasal dari negara seperti Amerika, Inggris, Belanda, dan Australia ini ditempatkan di berbagai level mulai dari entry level hingga top-level management. Bukalapak mencari talenta yang mempunyai kedekatan visi dan misi dengan Bukalapak serta memiliki kompetensi yang menunjang untuk pengembangan Bukalapak.
Gema Buana Putra selaku Vice President of Talent Bukalapak yakin sampai saat ini potensi yang dimiliki putra-putri bangsa mampu bersaing dengan talenta asing untuk mendukung Bukalapak menjadi lebih maju. "Kami bekerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia [PPI] di berbagai negara untuk melaksanakan kampanye #BukaJalanPulang. Sejumlah program kami selenggarakan baik di Indonesia maupun di luar negeri untuk membangun hubungan baik dengan teman-teman yang masih aktif bekerja dan bersekolah di luar negeri maupun mereka yang sudah kembali ke Tanah Air," katanya dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Senin (7/1).
Gema menambahkan sepanjang 2018 lalu, Bukalapak telah mengunjungi sembilan kota di tiga negara yaitu Amerika, Jepang, dan Australia dan mengadakan 29 kegiatan yang mengajak para diaspora untuk kembali ke Tanah Air dan berkarya bersama Bukalapak. Jajaran top-level management Bukalapak dihadirkan untuk berbagi wawasan mengenai potensi ekonomi dan teknologi di Indonesia serta berbagi cerita alasan mereka kembali ke Tanah Air untuk berkarya membangun bangsa di Bukalapak.
“Mungkin jika dibandingkan dengan negara maju lainnya, Indonesia masih punya banyak kekurangan, tetapi setelah mendengar presentasi dari Bukalapak, membuat saya ingin berkontribusi untuk membangun Indonesia dan percaya jika Indonesia masih bisa berkembang lagi,” komentar Tifani, salah seorang mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Tokyo Institute of Technology.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berdasarkan data, baru 2,8% masyarakat yang sudah melakukan gosok gigi secara benar.
Rupiah diprediksi bergerak di Rp17.800–Rp17.950 per dolar AS, tertekan sentimen fiskal dan arus modal asing.
BPH Migas temukan truk curangi BBM subsidi di Jepara. Gunakan 16 QR code dan pelat palsu untuk isi hingga 1.000 liter.
UGM menilai Pancasila sedang diuji. Peran elite politik jadi kunci, ancaman datang dari militerisasi hingga disinformasi.
TikTok Shop kenakan biaya logistik hingga Rp10.000 per transaksi. Seller protes, pemerintah soroti potensi market abuse.
PWNU Jateng siapkan Satgas Pesantren Ramah Anak usai kasus kekerasan seksual di Pekalongan, dorong sistem perlindungan santri.