Bukalapak Ajak Warga Indonesia Pulang Kampung

Bukalapak Ajak Warga Indonesia Pulang KampungChief Operation Officer Bukalapak, Willix Halim, berfoto bersama para peserta kegiatan Bukalapak BukaJalanPulang di Australia, belum lama ini. - Ist
08 Januari 2019 18:33 WIB Bernadheta Dian Saraswati Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bukalapak menaruh kepedulian terhadap kualitas sumber daya manusia khususnya kepada talenta-talenta terbaik untuk tumbuh bersama Bukalapak membangun bangsa. Berangkat dari situ, Bukalapak mengajak warga Indonesia di luar negeri untuk pulang kampung guna membangun Indonesia.

Guna mendukung komitmen ini, Bukalapak membuat sebuah kampanye bertajuk #BukaJalanPulang. Kampanye tersebut merupakan sebuah program yang berfokus pada diaspora Indonesia yang sedang menempuh pendidikan maupun yang bekerja di luar negeri untuk kembali pulang dan membangun Indonesia bersama Bukalapak. Kampanye yang berlangsung sejak 2017 ini telah berhasil mengajak ratusan diaspora kembali ke Tanah Air untuk berkarya dan berinovasi di Bukalapak membangun bangsa.

Mayoritas diaspora yang bergabung di Bukalapak berkarya di divisi engineering dan juga tersebar di beberapa divisi lainnya. Para diaspora yang berasal dari negara seperti Amerika, Inggris, Belanda, dan Australia ini ditempatkan di berbagai level mulai dari entry level hingga top-level management. Bukalapak mencari talenta yang mempunyai kedekatan visi dan misi dengan Bukalapak serta memiliki kompetensi yang menunjang untuk pengembangan Bukalapak.

Gema Buana Putra selaku Vice President of Talent Bukalapak yakin sampai saat ini potensi yang dimiliki putra-putri bangsa mampu bersaing dengan talenta asing untuk mendukung Bukalapak menjadi lebih maju. "Kami bekerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia [PPI] di berbagai negara untuk melaksanakan kampanye #BukaJalanPulang. Sejumlah program kami selenggarakan baik di Indonesia maupun di luar negeri untuk membangun hubungan baik dengan teman-teman yang masih aktif bekerja dan bersekolah di luar negeri maupun mereka yang sudah kembali ke Tanah Air," katanya dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Senin (7/1).

Gema menambahkan sepanjang 2018 lalu, Bukalapak telah mengunjungi sembilan kota di tiga negara yaitu Amerika, Jepang, dan Australia dan mengadakan 29 kegiatan yang mengajak para diaspora untuk kembali ke Tanah Air dan berkarya bersama Bukalapak. Jajaran top-level management Bukalapak dihadirkan untuk berbagi wawasan mengenai potensi ekonomi dan teknologi di Indonesia serta berbagi cerita alasan mereka kembali ke Tanah Air untuk berkarya membangun bangsa di Bukalapak.

“Mungkin jika dibandingkan dengan negara maju lainnya, Indonesia masih punya banyak kekurangan, tetapi setelah mendengar presentasi dari Bukalapak, membuat saya ingin berkontribusi untuk membangun Indonesia dan percaya jika Indonesia masih bisa berkembang lagi,” komentar Tifani, salah seorang mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Tokyo Institute of Technology.