Harga Kolang-Kaling Naik, Penjualan Tetap Tinggi
Ilustrasi pedagang di pasar tradisional.Harian Jogja-Bernadheta Dian saraswati
Harianjogja.com, SLEMAN--Meskipun harga kolang kaling mengalami kenaikan pada awal Ramadan ini, penjualan di sejumlah pasar tradisional Sleman masih tetap tinggi.
“Memang sejak awal ramadan, penjualan kolang kaling bisa hingga dua kali lipat dibanding hari biasanya, meskipun harganya mengalami kenaikan,” kata salah satu pedagang di Pasar Caturtunggal, Langgeng, 61, kepada Harian Jogja, Minggu (12/5/2019).
Ia mengatakan, pada hari biasanya, ia menjual kolang-kaling dengan harga Rp17.000 perkilonya, namun di ramadan ini, ia menjual kolang-kaling dikisaran Rp20.000 perkilonya.
“Saya kulakannya dari Pasar Giwangan, dari sana memang harganya naik, mungkin karena stok yang menipis, namun permintaan di pasar tinggi,” ujar dia.
Salah satu pedagang lainnya, Abu Amir, 50, mengatakan, kenaikan harga kolang kaling pada ramadan ini lebih tinggi dibanding ramadan tahun lalu.
“Tahun lalu itu, di bulan ramadan harga paling tinggi dikisaran Rp12.000 perkilonya. Selain kolang kaling, buah blewah juga mengalami kenaikan,”ucap dia.
BACA JUGA
Kenaikan pada tahun ini, kata dia, juga sempat dikeluhkan oleh para pembeli langganannya. “Meskipun banyak yang mengeluh, penjualannya tetap tinggi, karena kan memang dicari untuk membuat takjil,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share