Advertisement

Saham di Wall Street Turun Setelah Dua Hari Cetak Rekor

Redaksi Solopos
Sabtu, 13 April 2013 - 07:16 WIB
Maya Herawati
Saham di Wall Street Turun Setelah Dua Hari Cetak Rekor A visitor looks at market indices displayed at the Tokyo Stock Exchange in Tokyo September 26, 2012. REUTERS - Yuriko Nakao

Advertisement

[caption id="attachment_396407" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/04/13/saham-di-wall-street-turun-setelah-dua-hari-cetak-rekor-396406/a-visitor-looks-at-market-indices-displayed-at-the-tokyo-stock-exchange-in-tokyo" rel="attachment wp-att-396407">http://images.harianjogja.com/2013/04/bursa-saham-reuters-370x244.jpg" alt="" width="370" height="244" /> Foto Ilustrasi Bursa Saham
JIBI/Harian Jogja/Reuters[/caption]

New York-Saham-saham di Wall Street ditutup lebih rendah pada Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah dua hari mencetak rekor tertinggi baru.

Advertisement

Penurunan terjadi setelah sentimen pasar melemah oleh buruknya angka penjualan ritel AS untuk Maret dan prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat di seluruh dunia.

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir hampir datar, turun tipis 0,08 poin menjadi 14.865,06.

Indeks berbasis luas S&P 500 turun 4,15 poin (0,28 persen) menjadi 1.588,86, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq kehilangan 5,21 poin (0,16 persen) pada 3.294,95.

Penurunan ini terjadi setelah Departemen Perdagangan melaporkan penurunan penjualan ritel 0,4 persen pada Maret dibandingkan dengan Februari, dan sebuah laporan media yang mengatakan bahwa IMF telah menurunkan proyeksi pertumbuhan AS menjadi 1,7 persen.

"Ini tidak mengubah pandangan kami untuk kuartal pertama tetapi itu mengindikasikan momentum lebih lambat saat kuartal kedua dimulai," Jennifer Lee dari BMO Capital mengomentari pasar tentang data penjualan ritel.

Beberapa sinyal lemah dalam hasil kuartal pertama dari dua bank juga terus menahan pembelian.

Saham Wells Fargo turun 0,8 persen setelah laba kuartal pertamanya naik 22 persen, tetapi bank -- penerbit kredit rumah terbesar -- mengatakan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) baru melambat.

JPMorgan Chase turun 0,6 persen meski labanya naik sebesar 33 persen, dibantu oleh penurunan 90 persen dalam biaya litigasi perusahaan dan meningkatnya kualitas kredit. Namun, kepala eksekutif Jamie Dimon mengatakan pinjaman untuk usaha kecil masih lemah karena ketidakpastian atas pertumbuhan ekonomi.

Penurunan itu meluas ke bank-bank lainnya yang belum menerbitkan laporan keuangan: Bank of America turun 0,8 persen, Morgan Stanley turun 2,0 persen dan Citigroup merosot 0,2 persen.

Saham-saham yang terkait dengan emas juga terus menurun setelah harga emas anjlok hampir 5,0 persen menjadi 1.486,90 dolar AS per troy ounce, didorong oleh berita bahwa Siprus yang sedang kesulitan akan melepas cadangan emasnya ke pasar.

Barrick Gold kehilangan 8,5 persen, dan Freeport McMoRan menyerah 2,7 persen.

Saham perusahaan minyak juga jatuh menyusul penurunan tajam harga minyak global. ExxonMobil merosot 0,3 persen dan Chevron turun 0,8 persen.

Harga obligasi naik. Imbal hasil pada obligasi pemerintah 10-tahun turun menjadi 1,72 persen dari 1,79 persen pada Kamis, sementara pada obligasi 30-tahun merosot ke 2,92 persen dari 3,00 persen. Harga obligasi bergerak terbalik terhadap imbal hasil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Jelang Libur Nataru, Dishub Sleman Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Objek Wisata

Sleman
| Minggu, 03 Desember 2023, 14:47 WIB

Advertisement

alt

Jelang Natal Saatnya Wisata Ziarah ke Goa Maria Tritis di Gunungkidul, Ini Rute dan Sejarahnya

Wisata
| Jum'at, 01 Desember 2023, 19:12 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement