Harga Telur Merangkak Naik

Harga Telur Merangkak Naik
10 Juni 2013 19:07 WIB Holy Kartika Nurwigati Ekbis Share :

[caption id="attachment_414483" align="alignleft" width="150"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/10/harga-telur-merangkak-naik-414481/telur-ayam-bisnis-indonesia-nurul-hidayat-370x247" rel="attachment wp-att-414483">http://images.harianjogja.com/2013/06/telur-ayam-Bisnis-Indonesia-Nurul-Hidayat-370x247-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /> Ilustrasi.dok[/caption]

JOGJA-Harga kebutuhan pokok, terutama telur di beberapa warung sembako mulai mengalami kenaikan. Rata-rata kenaikan harga telur mengalami kenaikan sejak tiga hari lalu dari Rp14.500 menjadi Rp16.500 per kilogramnya.

"Sudah mulai naik sembakonya. Terutama telur," kata Sugar Meilado salah satu pemilik warung sembako di Gowok, Sleman kepada Harian Jogja, Senin (10/6/2013).

Menurut Sugar, meski terjadi kenaikan harga, namun permintaan telur cukup meningkat. Selain telur, harga beras dan minyak goreng sawit juga mengalami kenaikan. Dibandingkan dengan telur, kenaikan dua komoditas ini tidak terlalu besar.

"Beras juga harganya naik, tidak banyak memang naiknya. Kenaikkannya hanya Rp200," ungkapnya.

Pengawas Peredaran Barang dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Sugiyono mengatakan di pasaran harga telur memang tinggi. Adapun permintaan komoditas ini, kata dia, semakin meningkat. Apalagi, saat ini banyak pabrikan makanan yang mulai berproduksi lebih menyambut puasa dan lebaran.