Advertisement
PAJAK UKM : Tak Cuma Harga BBM, UKM Juga Terhimpit Pajak
Advertisement
[caption id="attachment_420668" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/28/pajak-ukm-tak-cuma-harga-bbm-ukm-juga-terhimpit-pajak-420667/pajak-ilustrasi-reuters" rel="attachment wp-att-420668">http://images.harianjogja.com/2013/06/pajak-ilustrasi-REUTERS-370x257.jpg" alt="" width="370" height="257" /> Foto Ilustrasi Pajak
JIBI/Harian Jogja/Reuters[/caption]
JOGJA–Sektor riil semakin terhimpit dengan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Himpitan makin mencengkeram pada Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan penerapan pajak UKM yang berlaku 1 Juli 2013 mendatang.
Advertisement
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) UKM DIY Wawan Edi mengatakan sektor usaha di DIY mayoritas masih dipangku oleh UKM. Adanya pemberlakukan pajak 1% tersebut akan semakin memberatkan usaha kecil ini.
“Kondisi yang terjadi saat ini, harga BBM naik, ditambah harga bahan-bahan juga ikut naik. Situasi ini semakin diperburuk dengan aturan pajak, padahal saat ini daya beli masyarakat juga sedang turun,” ujar Wawan kepada Harianjogja.com, Jumat (28/6/2013).
Dengan kondisi yang terjadi saat ini, pihanya menilai sektor UKM yang akan sangat terdampak adalah sektor usaha makanan dan minuman. Sektor ini harus menghadapi tingginya harga bahan baku makanan, seperti bahan makanan pokok dan bahan makanan pendukung lainnya.
“Di tengah turunnya daya beli konsumen, sektor ini mungkin saja tidak akan menaikkan harganya. Kalau dinaikkan efeknya akan berimbas pada produk yang dijualnya,” terang Wawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Rawan Kecelakaan, Jembatan di Sendangrejo Akan Diperlebar
Advertisement
Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026
Advertisement
Berita Populer
- BRI Salurkan 637 Ambulans Perkuat Layanan Kesehatan Daerah
- Harga Rumah Subsidi 2026 Diusulkan Naik
- Harga Emas Antam Stabil Rp2,488 Juta, Buyback Naik
- Pemerintah Tanggung PPh 21 Pekerja 5 Sektor Padat Karya 2026
- KAI Layani 27,2 Juta Penumpang Selama Nataru 2025-2026
- BPS Catat Kunjungan Wisman November 2025 Capai 1,2 Juta
- Emas Perhiasan Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar 2025
Advertisement
Advertisement



