Advertisement
MUBENG BRING HARJO : UPT Malioboro Upayakan Fasilitasi Pejalan Kaki
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kendati masih terbatas, UPT Pengelolaan Kawasan Malioboro berupaya memfasilitasi pejalan kaki di sekitar kawasan tersebut. Termasuk bagi pejalan kaki yang ingin menyeberang jalan.
Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Malioboro, Syarif Teguh menyampaikan komitmen mengutamakan pejalan kaki telah diwujudkan dengan berbagai hal seperti pembukaan divider, penambahan marka di sepanjang jalan Malioboro, memperbanyak zebra cross hingga lampu penyeberangan jalan.
Advertisement
“Lampu ini sudah kami tambah dari dua titik menjadi empat titik. Dengan lampu ini, penyeberang jalan cukup menekan tombol lalu lampu hati-hati menyala untuk memberitahukan kepada pengguna jalan lain memperlambat laju kendaraan,” jelasnya kepada Harianjogja.com, Kamis (27/2).
Selain itu, tersedia juga petugas di lapangan yang membantu pejalan kaki. Hanya petugas ini umumnya berada di titik strategis seperti di depan Malioboro Mall serta titik nol.
Syarif mengakui secara ideal petugas penyeberang jalan berada pada tiap 25 meter dan dijaga dua orang. Namun karena keterbatasan personil, harapan tersebut belum dapat terpenuhi seutuhnya.
Apalagi, imbuh dia, petugas yang bersiap tidak hanya berperan menyeberangkan jalan. Sebaliknya setiap personil yang ada juga diwajibkan menampung setiap permasalahan, termasuk pengaduan, menjaga keamanan maupun hal lain.
Tugas tersebut baru dapat dilakukan sepenuhnya saat musim liburan seperti Lebaran. Sebab Linmas Kecamatan maupun pihak lain ikut terjun ke jalanan dan membantu petugas.
Syarif menambahkan dari setiap kebijakan dan upaya yang dilakukan, setiap pengguna kendaraan diharapkan dapat memiliki kesadaran dalam berperilaku dan berlalu lintas. Menurut dia kesadaran ini memberikan efek yang lebih besar.
“Kami juga mengimbau pengguna kendaraan mengatur lajunya karena di sekitar Malioboro kecepatan yang disarankan 30 kilometer per jam. Kami berharap pengendara dapat memberikan perlakukan yang istimewa ini bagi pejalan kaki,” papar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Venezuela Punya Cadangan Minyak Terbesar, tapi Produksi Anjlok
- Penjualan Tiket KAI Tembus 4 Juta pada Arus Balik Nataru
- GIPI DIY: Nataru Ramai, Lama Tinggal Wisatawan Masih Jadi PR
- Emas Antam Terjun Bebas, Harga Turun Rp95.000 per Gram
- Penjualan Tiket Kereta Api Jarak Jauh Melonjak hingga Jutaan Kursi
Advertisement
Advertisement
Walking Tour Telusuri Jejak Sejarah Simpang Lima Boyolali
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




