Kebakaran Lahan Dekat Tol Semarang-Solo, 5 Mobil Damkar Dikerahkan
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Harianjogja.com, JOGJA—Meski dua tahun terakhir, puluhan hotel berdiri di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tetapi daya serap tenaga kerja sektor perhotelan belum sesuai harapan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat penyerapan tenaga kerja di sektor perhotelan dan restoran masih kalah dengan sektor pertanian.
“Kontribusi hotel di DIY terhadap penyerapan tenaga kerja cukup banyak. Untuk hotel dengan 40 kamar, misalnya, minimal membutuhkan 20 tenaga kerja. Jumlah itu bisa dihitung dengan penambahan jumlah kamar baru,” ujar Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono kepada Harianjogja.com, Selasa (13/5/2014).
Sayang, PHRI belum mendapat jumlah data penyerapan kerja yang disediakan hotel-hotel baru tersebut. Hal itu terjadi karena belum semua hotel masuk menjadi anggota PHRI DIY. Hingga kini, jumlah anggota PHRI terdiri atas 62 hotel bintang dan 4.250 hotel nonbintang.
“Yang jelas, kami membuat persyaratan bagi hotel-hotel baru di mana sumber daya manusia sebanyak 70 persen harus warga DIY. Kalau di luar DIY bisa, tapi hanya 30 persen saja,” tambah Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY) itu.
Meski begitu, lanjut dia, SDM lokal yang ingin bekerja di bidang perhotelan harus memenuhi syarat dan sesuai kompetensi yang disyaratkan PHRI. Sayangnya, kompetensi SDM di DIY dinilai masih kurang memenuhi syarat yang digariskan PHRI.
“Minat masyarakat untuk kompeten di bidang perhotelan masih kurang. PHRI bahkan bekerja sama dengan UGM [Universitas Gadjah Mada] untuk memberikan pelatihan. Kami sudah mengajak, tapi masyarakat sekitar hotel tidak mau. Kalaupun mau, hanya berapa persen saja,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY J Bambang Kristianto mengatakan ditinjau dari lapangan pekerjaan utama selama Februari 2012-Februari 2014, rata-rata tertinggi yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor Pertanian (26,25%), sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran (25,96%), sektor jasa-jasa (20,19%) dan sektor Industri Pengolahan (14,37%).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Arya Saloka mengungkap pengalaman menjadi cowboy dan belajar berkuda di film Empat Musim Pertiwi yang tayang 8 Oktober 2026.
Kisah mendalam 2.000 pekerja PT Woneel Midas Leathers di Gunungkidul yang memproduksi sarung tangan olahraga kelas dunia hingga rencana ekspansi.
Dosen UGM Cahyaningrum Dewojati mengaku KTP-nya dipinjam untuk formalitas yayasan Little Aresha, tetapi namanya masuk struktur kepengurusan.
15 universitas terbaik di Jawa Tengah versi Webometrics September 2026. Undip menjadi kampus dengan peringkat tertinggi di Jawa Tengah.
Basarnas belum menemukan tanda lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Pencarian terkendala area rawan dan asap tebal.