EKSPOR DIY : Awal Tahun, Nilainya Merosot

EKSPOR DIY : Awal Tahun, Nilainya MerosotIlustrasi aktivitas ekspor melalui pelabuhan (JIBI/Bisnis Indonesia - Andi Rambe)
14 Maret 2015 00:20 WIB Abdul Hamied Razak Ekbis Share :

Ekspor DIY mengalami penurunan di awal tahun ini.

Harianjogja.com, JOGJA-Nilai ekspor barang asal DIY tercatat sebesar US$22.8 juta. Nilai ekspor tersebut turun sebesar 30,17% dibanding sebelumnya sebesar US$32.7 juta. Amerika Serikat masih menjadi Negara tujuan ekspor tertinggi dengan total nilai sebesar US$8.5 juta, diikuti Jepang (US$3.2 juta dan Jerman (US$2.8 juta).

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Bambang Kristianto, dari 10 besar negara tujuan ekspor barang asal DIY, nilai ekspor terendah dikirim ke Belgia sebesar US$426 ribu atau 1,86%. Menurut dia, penurunan nilai ekspor tersebut terjadi selama Januari 2015 ini.

“Penurunan ekspor ini disebabkan oleh penurunan nilai ekspor tujuh dari 10 negara tujuan utama. Misalnya, Korea Selatan nilai ekspornya turun 59,22 persen, Australia 47,92 persen dan Belgia 39,56 persen,” ujar Bambang, Kamis (13/3/2015).

Menurut dia, penurunan ekspor biasa terjadi di awal tahun. Dia membandingkan turunnya ekspor barang dari DIY pada Januari 2014. Bambang menyebut, nilai ekspor saat itu mengalami penurunan sebesar 23,75%. Disinggung soal barang utama ekspor DIY ke sejumlah Negara, Bambang menjelaskan, pakaian jadi bukan rajutan, perabot, penerangan rumah dan barang-barang dari kulit merupakan tiga kelompok komoditas utama.

“Awal tahun ini, ekspor ketiga komoditas tersebut cukup tinggi. Pakaian jadi bukan rajutan nilainya sebesar 40,75%, perabotan 15,68% dan barang kulit 12,96%. Amerika Serikat masih menjadi tujuan utama. Enam dari sepuluh komoditas utama dikirim ke negara tersebut,” jelasnya.

Dua komoditas terbesar dikirim ke Jepang. Meliputi komoditas plastik dan barang dari plastik (29,88%) serta Jangat dan kulit mentah (10,53%). Yang menarik, sambungnya, ekspor minyak atsiri dan kosmetik wangi-wangian tahun ini nilai ekspornya meningkat 83,96%.

“Minyak atsiri, kosmetik wangi-wangian sebesar 77,24 persen dan tutup kepala sebesar 24,41 persen, semuanya dikirim ke Perancis,” katanya