INVESTASI DIY : Korsel Incar Yogyakarta, Ini Bidang yang Disasar

INVESTASI DIY : Korsel Incar Yogyakarta, Ini Bidang yang DisasarDubes Korsel untuk Indonesia, Taiyoung Cho bersama Ketua Kadin DIY Gonang Djuliastono usai penjajakan peningkatan investasi di DIY di Hotel Santika Jogja, Selasa (5/5/2015). (JIBI/Harian Jogja - Abdul Hamied Razak)
06 Mei 2015 21:40 WIB Abdul Hamied Razak Ekbis Share :

Investasi DIY, pihak asing Korea Selatan tertarik meningkatkan kerja sama di Yogyakarta.

Harianjogja.com, JOGJA- Pengusaha Korea Selatan (Korsel) tertarik mengingkatkan kerjasama dan investasi di berbagai sektor di DIY. Selain bidang, pendidikan dan pariwisata, kerjasama bisnis juga akan dijajaki untuk sektor industri lainnya.

Menurut Duta Besar Korsel untuk Indonesia Taiyoung Cho, pemerintah Korsel akan terus meningkatkan hubungan bisnis dengan DIY. Komitmen tersebut diwujudkan dengan banyaknya perusahaan asal Korsel yang beroperasi di DIY. Menurutnya, terdapat sekitar 100 pengusaha dan 20 perusahaan dari Korsel yang berinvestasi di DIY. Mulai pabrik sarung tangan glof, pabrik rambut palsu, pabrik bibit cabai dan sebagainya.

"Itu semua merupakan industri padat karya. Kami akan terus meningkatkan kerjasama ini," ujarnya usai bertemu dengan para pelaku usaha di DIY yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) DIY di Hotel Santika Jogja, Selasa (5/5/2015).

Taiyoung mewakili Pemerintah Korsel akan mendukung penuh pengemangan kerjasama berbagai bidang tersebut di DIY nantinya. Dalam kunjungan pertama kalinya itu, dia ingin lebih meningkatkan hubungan kerjasama berbagai bidang dengan Indonesia, khususnya DIY.

Menurutnya, ada sejumlah alasan Pemerintah Korsel tertarik untuk terus berinvestasi di DIY. Selain DIY dikenal dengan potensi di sektor pariwisata, budaya dan pendidikannya, situasi politik dan perekonomian yang kondusif di DIY juga menjadi nilai lebih untuk meningkatkan investasi.

"UMRnya bersaing dengan daerah lain. Itulah mengapa, kami akan terus meningkatkan kerjasama ini lebih erat," harapnya.

Disinggung soal dampak investasi pengusaha Korsel terhadap perekonomian lokal, Taiyoung menjelaskan, dari sebanyak 2.200 perusahaan asal Korsel yang ada di Indonesia, pihaknya mampu memperkerjakan warga lokal sebanyak 1 juta tenaga kerja. Sementara di DIY, sebanyak 10.000 warga lokal bisa bekerja di 20 perusahaan asal Korsel.

"Sebab ini sifatnya padat karya. Saya minta pihak Kadin DIY untuk lebih intensif menjalin kerjasama dengan memperkuat koneksi dan jaringan yang dimiliki," tandasnya.

Sementara, Ketua Kadin DIY Gonang Djuliastono menyambut baik uluran kerjasama tersebut. Saat ini pihak Kadin DIY dan perwakilan Korsel tengah melakukan penjajakan dan memberi masukan potensi unggulan yang dimiliki DIY. DIY maju pesat dalam industri pariwisata, pendidikan, budaya dan kreatif.

"Sudah banyak pengusaha dari Korsel yang mempunyai bisnis di DIY hingga dibentuk Jogja-Korean Club. Kami akan menjajaki lagi kemungkinan kerjasama di sektor-sektor lain yang potensial, terutama untuk menyerap tenaga kerja dari DIY karena banyak perusahaan Korsel yang konsepnya padat karya atau tenaga kerja," tutup Gonang.