PERTUMBUHAN EKONOMI : Laju Inflasi Jogja pada Juni Diperkirakan Stabil

PERTUMBUHAN EKONOMI : Laju Inflasi Jogja pada Juni Diperkirakan StabilIlustrasi inflasi (Dok - JIBI)
01 Juli 2015 05:20 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Pertumbuhan ekonomi di Jogja diperkirakan stabil pada bulan puasa ini.

Harianjogja.com, JOGJA-Laju inflasi Jogja pada Juni 2015 diperkirakan stabil. Besarnya inflasi diperkirakan tidak akan jauh berbeda dengan inflasi Mei 2015.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Arief Budi Santoso mengatakan, inflasi pada Juni tidak akan terlalu tinggi. Besar inflasi Juni diperkirakan 0,36% hingga 0,42%. Penyebabnya, stok komoditas di pasaran masih aman.

“Kalau dari Disperindagkop DIY, Badan Ketahanan Pangan dan Pertanian [BKPP], serta dari Dinas Pertanian DIY, stok bahan pangan cukup,” ujar dia.

Ia menyebutkan, pada awal Ramadan, beberapa harga komoditas mengalami kenaikan. Misalnya saja harga telur ayam ras dan daging ayam ras yang merangkak naik. Namun, dari pantauan KPBI DIY, harga kedua komoditas tersebut justru turun termasuk bawang merah. Selain itu, ujar dia, untuk bahan bakar dan gas, Pertamina telah menjaga stok BBM dan Elpiji.

“Jika dari sisi komoditas stoknya cukup, harapannya harga enggak naik banyak dong,” ujar dia.

Ia menambahkan, stok bahan pangan diharapkan bisa mencukupi permintaan pasar yang kian meningkat. Sehingga, harga-harga tidak terkerek terlalu tinggi. Selain itu, para pedagang diharapkan tidak menaikkan harga terlalu tinggi atau sewajarnya saja.

Namun, pada Juli 2015 perlu diwaspadai adanya lonjakan permintaan di pasaran. Pasalnya, ada kecenderungan warga untuk membelanjakan uang yang dipersiapkan untuk Lebaran. Biasanya, selama satu tahun sebelumnya, warga mulai menabung untuk keperluan Lebaran sehingga ketika mendekati Lebaran, uang yang dibelanjakan akan sangat banyak.

“Kami mengimbau agar warga tidak terlalu berlebihan ketika belanja. Sewajarnya saja,” ujar dia.

Lonjakan permintaan yang mungkin timbul harus diimbangi dengan ketersediaan komoditas yang dicari. Menurutnya, melihat kondisi komoditas saat ini, belum perlu diadakan operasi pasar untuk bahan pangan tertentu. Selain itu, belum ada permintaan dari masing-masing kabupaten dan kota untuk menggelar operasi pasar.

“Namun, untuk beras saya dengan Bulog DIY siap menggelar awal Juli,” ujar dia.

Kepala Bulog Divre DIY Langgeng Wisnu Adi Nugroho mengatakan, pada dasarnya Bulog Divre DIY siap menggelar operasi pasar kapan saja. Namun, realisasinya masih menunggu hasil koordinasi dengan Diperindagkop DIY.

Data dari BPS DIY menunjukkan, inflasi Jogja pada Mei 2015 tercatat 0,36%. Kepala BPS DIY Bambang Kristianto mengatakan, jika dibandingkan inflasi pada April 2015 yang sebesar 0,38%, inflasi pada Mei mengalami penurunan. Ada pun komoditas yang mengalami penurunan harga selama Mei antara lain, beras yang turun 2,16% dengan memberikan andil sebesar -0,08%.

Selain itu, penurunan juga terjadi pada wortel, minyak goreng, keramik, sabun detergen, shampoo, nangka muda, cabai hijau, dan tomat sayur masing-masing turun 10,71%, 1,32%, 1,40%,1,76%, 2,17%, 14,63%, 16,27%, dan 6,04% dengan masing-masing memberikan andil sebesar -0,01%.