Wonogiri Putar Haluan Ekonomi, Pariwisata dan Ekraf Jadi Andalan Baru
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Peringatan Hari Kartini di Pandanaran Hotel Yogyakarta, Jumat (21/4/2017). (Ist)
Memperingati Hari Kartini dengan mengadakan lomba masak berkonsep istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Tepat di Hari Kartini, 21 April 2017, Pandanaran Hotel Yogyakarta bekerja sama dengan Sania memperingati Hari Kartini dengan mengadakan lomba masak berkonsep istimewa.
Lomba masak ini diadakan di Seruni Sky Lounge Pandanaran hotel dan diikuti 11 peserta dari beberapa orang media cetak, radio, komunitas dan rekan kerja. Dalam lomba tersebut lebih di utamakan untuk laki-laki yang memasak sedangkan yang perempuan memberi dukungan dan juga menyanyikan yel-yel.
“Agar masing-masing tim semangat dan dapat memenangkan lomba masak,” ungkap Public Relation Pandanaran Hotel Yogyakarta, dalam rilisnya kepada Harian Jogja, Selasa (25/4/2017). Kegiatan yang identik dengan perempuan tersebut kali ini didominasi kaum pria, hal itu di maksudkan agar pria juga merasakan perjuangan wanita, salah satunya adalah dalam hal memasak.
Menu kreasi nasi goreng jadi pilihan dalam perlombaan tersebut dan mereka harus membuat nasi goreng terlihat menarik dan tentunya enak. Meski sedikit canggung, pria-pria ini akhirnya mampu menyelesaikan tantangan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada. Diduga peninggalan Mataram Kuno abad 8-9, kini diteliti Disdikbud.
Jumlah investor saham di Jogja tembus 322 ribu per April 2026. Tumbuh 30% setahun, didorong edukasi dan minat generasi muda.