Advertisement

Konsumen BBM Sensitif Harga, Hiswana: Stok Aman

Anisatul Umah
Kamis, 23 April 2026 - 19:27 WIB
Sunartono
Konsumen BBM Sensitif Harga, Hiswana: Stok Aman Foto ilustrasi krisis BBM. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DIY mencatat sensitivitas konsumen meningkat pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) non subsidi seperti Bright Gas 5,5 kg serta 12 kg.

Ketua Hiswana Migas DIY Aryanto Sukoco mengamati penyesuaian pola konsumsi dengan potensi migrasi ke produk terjangkau seperti Pertalite. "Namun demikian, untuk segmen konsumen tertentu yang tetap mengutamakan kualitas dan performa kendaraan, konsumsi Pertamax relatif masih terjaga," ujarnya Selasa (21/4/2026).

Advertisement

Dari sisi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Hiswana memastikan ketersediaan semua jenis BBM dengan distribusi dinamis berdasarkan permintaan lapangan.

"Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan penyaluran BBM berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan baik," jelasnya. Kenaikan LPG non subsidi hampir 19% mendorong konsumen mampu melakukan penyesuaian selektif mirip tren BBM.

"Pola konsumsi saat ini cenderung lebih selektif dan tersegmentasi, mirip dengan yang terjadi pada BBM non subsidi," ungkap Aryanto Sukoco.

Pasokan LPG DIY terkendali di atas batas minimum nasional melalui monitoring harian dari SPBE ke agen-pangkalan. "Mengantisipasi potensi pergeseran konsumsi agar tidak mengganggu ketersediaan LPG subsidi," tuturnya. Harga LPG non subsidi mengikuti mekanisme pasar dipengaruhi energi global dan nilai tukar.

LPG subsidi 3 kg tetap stabil untuk masyarakat berhak guna tepat sasaran subsidi. Pengamat Ekonomi Energi UGM Fahmy Radhi menilai kenaikan BBM non subsidi tepat kurangi beban APBN akibat Pertamina jual di bawah harga keekonomian.

"Kendati agak terlambat, pemerintah akhirnya menaikkan harga BBM non subsidi, yang berlaku mulai 18 April 2026, kebijakan itu dinilai sangat tepat," ujarnya. Strategi tahan harga Pertamax dan Green Pertamax cegah migrasi masif ke Pertalite yang bengkakkan subsidi.

Fahmy menjelaskan konsumen non subsidi terbatas pada kelas atas dengan daya beli kuat sehingga minim dampak inflasi. Kenaikan Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex tidak picu lonjakan konsumsi subsidi secara signifikan. Kebijakan ini dorong penggunaan energi tepat sasaran sekaligus jaga stabilitas harga BBM subsidi 3 kg bagi rakyat kecil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

HPN 2026, PWI DIY Hadirkan SIM Keliling dan Jalan Sehat

HPN 2026, PWI DIY Hadirkan SIM Keliling dan Jalan Sehat

Jogja
| Kamis, 23 April 2026, 16:07 WIB

Advertisement

Vietnam Terapkan Kartu Kedatangan Digital di Bandara

Vietnam Terapkan Kartu Kedatangan Digital di Bandara

Wisata
| Rabu, 22 April 2026, 11:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement