Advertisement
RAMADAN 2017 : Pedagang Baju via Online Ramai Pembeli
Advertisement
Pemesanan datang dari luar DIY tetapi masih seputaran Jawa
Harianjogja.com, JOGJA—Penjualan pakaian melalui sistem online sudah mulai ramai. Peningkatan transaksi terjadi sejak sepekan lalu.
Advertisement
Salah satu pelaku usaha online, Anggraeni Dwi Hartanti, mengatakan dirinya sudah kebanjiran order sejak sepekan lalu. Pemesanan datang dari luar DIY tetapi masih seputaran Jawa. Memasuki Ramadan ini, jumlah permintaan dari pelanggan semakin meningkat.
“Biasanya sepekan 10 baju, sekarang meningkat 10 sampai 20,” katanya kepada Harian Jogja, Senin (29/5/2017). Tidak hanya kalangan anak muda, orang tua pun juga ikut memesan. Biasanya, anak muda memilih pakaian warna terang sementara orang tua memilih warna kalem, seperti cokelat.
Berbeda dengan Tanti yang mengalami peningkatan penjualan selama Ramadan ini, pengusaha online lainnya bernama Tiwi lebih merasakan kondisi penjualannya stabil. Pakaian bikini dan summer dress yang ia jual akan laris saat musim panas tiba. “Kalau pas summer dan libu kenaikan kelas yang panjang biasanya laris ada peningkatan permintaan,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Telan Rp10.500 Triliun untuk AI, Raksasa Teknologi PHK 4 Juta Pekerja
- Batas Pelaporan SPT 2026 Diperpanjang, Ini Cara Aktivasi Coretax DJP
- Harga Emas Antam Sabtu 11 April Naik Tipis, Cek di Sini
- Konflik Timur Tengah Mereda, Wall Street Kompak Parkir di Zona Hijau
- Harga Emas Antam 8 April Melonjak Tajam, Nyaris Sentuh Tiga Juta
Advertisement
Jadwal KRL Solo-Jogja 13 April 2026, Cek Jam Berangkat Terbaru
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update Terbaru, Harga Emas Hari Ini Minggu 12 April 2026
- IHSG Melonjak Pekan Ini, Nilai Transaksi Ikut Terdongkrak
- Telan Rp10.500 Triliun untuk AI, Raksasa Teknologi PHK 4 Juta Pekerja
- Batas Pelaporan SPT 2026 Diperpanjang, Ini Cara Aktivasi Coretax DJP
- Disney Pangkas 1.000 Karyawan, Divisi Marketing Paling Terdampak
Advertisement
Advertisement




