Duh, Baru 2,8% Masyarakat Indonesia yang Menyikat Gigi dengan Benar
Berdasarkan data, baru 2,8% masyarakat yang sudah melakukan gosok gigi secara benar.
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Pemesanan datang dari luar DIY tetapi masih seputaran Jawa
Harianjogja.com, JOGJA—Penjualan pakaian melalui sistem online sudah mulai ramai. Peningkatan transaksi terjadi sejak sepekan lalu.
Salah satu pelaku usaha online, Anggraeni Dwi Hartanti, mengatakan dirinya sudah kebanjiran order sejak sepekan lalu. Pemesanan datang dari luar DIY tetapi masih seputaran Jawa. Memasuki Ramadan ini, jumlah permintaan dari pelanggan semakin meningkat.
“Biasanya sepekan 10 baju, sekarang meningkat 10 sampai 20,” katanya kepada Harian Jogja, Senin (29/5/2017). Tidak hanya kalangan anak muda, orang tua pun juga ikut memesan. Biasanya, anak muda memilih pakaian warna terang sementara orang tua memilih warna kalem, seperti cokelat.
Berbeda dengan Tanti yang mengalami peningkatan penjualan selama Ramadan ini, pengusaha online lainnya bernama Tiwi lebih merasakan kondisi penjualannya stabil. Pakaian bikini dan summer dress yang ia jual akan laris saat musim panas tiba. “Kalau pas summer dan libu kenaikan kelas yang panjang biasanya laris ada peningkatan permintaan,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berdasarkan data, baru 2,8% masyarakat yang sudah melakukan gosok gigi secara benar.
Arus kendaraan di Simpang Prambanan meningkat jelang libur panjang Iduladha dan Pancasila, seiring naiknya mobilitas wisatawan.
Threads kini punya fitur stiker musik dari Meta, memungkinkan pengguna berbagi lagu langsung di postingan untuk saingi TikTok.
Libur panjang dongkrak wisata Bantul, 17 ribu wisatawan datang dan PAD tembus Rp350 juta dari sektor retribusi wisata.
Ledakan gudang bahan peledak di Shan, Myanmar, menewaskan 55 orang dan melukai lebih dari 70 warga. Lebih dari 100 rumah rusak.
Marco Bezzecchi menjuarai MotoGP Italia 2026 di Mugello dan mengaku menghadapi tekanan besar dari publik tuan rumah.