Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Pemesanan datang dari luar DIY tetapi masih seputaran Jawa
Harianjogja.com, JOGJA—Penjualan pakaian melalui sistem online sudah mulai ramai. Peningkatan transaksi terjadi sejak sepekan lalu.
Salah satu pelaku usaha online, Anggraeni Dwi Hartanti, mengatakan dirinya sudah kebanjiran order sejak sepekan lalu. Pemesanan datang dari luar DIY tetapi masih seputaran Jawa. Memasuki Ramadan ini, jumlah permintaan dari pelanggan semakin meningkat.
“Biasanya sepekan 10 baju, sekarang meningkat 10 sampai 20,” katanya kepada Harian Jogja, Senin (29/5/2017). Tidak hanya kalangan anak muda, orang tua pun juga ikut memesan. Biasanya, anak muda memilih pakaian warna terang sementara orang tua memilih warna kalem, seperti cokelat.
Berbeda dengan Tanti yang mengalami peningkatan penjualan selama Ramadan ini, pengusaha online lainnya bernama Tiwi lebih merasakan kondisi penjualannya stabil. Pakaian bikini dan summer dress yang ia jual akan laris saat musim panas tiba. “Kalau pas summer dan libu kenaikan kelas yang panjang biasanya laris ada peningkatan permintaan,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp81.300 per kg berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia, Senin (25/5/2026)
Kemenkes mencatat 1.443 kasus pemasungan penderita skizofrenia hingga triwulan I 2026 dan mendorong penguatan layanan jiwa
PLN UID Sumut memastikan pasokan listrik untuk 4,87 juta pelanggan kembali normal usai blackout di Sumatra Bagian Utara.
Nilai tukar rupiah menguat ke Rp17.696 per dolar AS seiring optimisme perdamaian AS-Iran dan turunnya harga minyak dunia.
BGN meluncurkan aplikasi Reviu Menu MBG untuk memantau kualitas Makan Bergizi Gratis melalui penilaian guru dan posyandu