BI Yakin Dapat Terus Menurunkan Suku Bunga & Redam Tekanan The Fed

BI Yakin Dapat Terus Menurunkan Suku Bunga & Redam Tekanan The FedIlustrasi pengunjung melintas didepan mesin anjungan tunai mandiri (ATM). - Bisnis Indonesia/Endang Muchtar
22 April 2018 15:30 WIB M. Richard Ekbis Share :

Harianjogja.com, LOMBOK–Bank Indonesia yakin dapat terus menurunkan suku bunga di tengah tekanan dari sisi rate spread dengan The Fed.

Senior VP Kepala Riset Ekonomi UOB Enrico Tanuwidjaja memprediksi suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7 days repo rate di 4,25% akan mengalami kenaikan 25 bps pada akhir Desember 2018. "So far, kami cukup inline ya, karena inflasi masih dalam batas official target. Kita lihat, hubungan antara rupiah dan BI Policy rate cukup konsisten," katanya dalam acara Pelatihan Wartawan BI, di Lombok, Sabtu (21/4/2018).

Dia mengatakan sejauh ini langkah yang diambil oleh BI cukup baik, karena real policy rate yang cukup besar semenjak tahun 2014. "BI sangat comfortable untuk menurunkan terus suku bunga," katanya.

Sebagai informasi, real policy rate adalah selisih dari inflasi dan 7 days repo rate. Sebaliknya, ada juga beberapa yang selalu menekan BI untuk meningkatkan suku bunganya. Hal tersebut adalah tekanan inflasi yang cukup robust dan kenaikan harga minyak.

Dia menjelaskan inflasi naik disebabkan lebih kuatnya konsumsi masyarakat, karena event besar seperti Lebaran dan Asean Games. Sementara itu, kenaikan harga minyak dapat diartikan adanya potensi harga komoditas untuk ikut naik. Artinya, kenaikan harga komoditas juga akan diiringi oleh konsumsi masyarakat.

Mengkonfirmasi Enrico, Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Firman Mochtar, mengatakan sejauh ini kebijakan BI untuk menahan suku bunga 7 day repo rate dikarenakan level tersebut masih cocok untuk perekonomian Indonesia saat ini. "Ini cerminan domestic economi yang baik," imbuhnya.

Menurutnya, momentum global cukup baik, stabilitas ekonomi domestik terjaga, dan conviden dari pelaku usaha diperkirakan meningkat. Ditambah, kepercayaan BI menahan suku bunganya juga disebabkan oleh banyak penilaian positif dari banyak rating agency.