Gas Mako Natuna Bakal Disalurkan 100 Persen untuk Kebutuhan Domestik
SKK Migas menargetkan proyek Gas Mako Natuna berproduksi 111 MMscfd dalam dua tahun dan memasok kebutuhan listrik Batam.
Ilustrasi cryptocurrency /Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JAKARTA—Meski belum lama ini, Badan Pengawas Berjangka Komoditi (Bappeti) telah menetapkan mata uang virtual sebagai subjek komoditas yang bisa diperdagangkan melalui bursa berjangka, Bank Indonesia memastikan masih akan tetap melarang cryptocurrency atau mata uang virtual sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia.
Kepala Departemen Sistem Pembayaran BI Onny Wijanarko mengonfirmasi sikap BI tetap sama, tetap tidak akan memperbolehkan sebagai instrument pembayaran. Artinya, setiap penyelenggara jasa sistem pembayaran tidak boleh mentransaksikan atau memproses cryptocurrency sebagai alat pembayaran.
"Kalau komoditi memang otoritasnya Bappeti. Kalau memang ditetapkan sebagai komoditas oleh otoritas terkait, tetap perlu dijamin atau dipastikan perlindungan konsumen," katanya, Minggu (26/8).
Onny mengemukakan selain itu otoritas terkait juga harus menjamin kepatuhannya terhadap aturan APU/PPT, perlindungan investor, fraud, dispute resolution, manajemen risiko, dan governance. Hal ini agar kehadiran mata uang virtual membawa manfaat yang sesuai dan bukan menjadi mudarat.
Menurut dia, Bappebti harus memenuhi hal tersebut sebelum memulai perdagangan cryptocurrency sebagai komoditas bursa berjangka. Menurutnya, beberapa negara lain juga melakukan pengaturan yang sangat hati-hati. Contohnya, Jepang dan Korea Selatan. BI mengingatkan prinsip kehati-hatian tersebut harus ditegakkan karena memiliki dampak bagi kestabilan ekonomi
Pertama, penggunaan crypto currency yang beberapa diantaranya terkait dengan tindakan kriminal yang terkait dengan pencucian uang dan pendanaan terorisme. "Kan tidak baik kalau alat investasi sangat mudah digunakan untuk crime."
Karena itu, aspek knowing your customer (KYC), transparansi dari underlying asset, penggunaan dari pemupukan dana harus dipenuhi. Kedua, ada kekhawatiran dari beberapa negara di dunia yang tercermin dari rapat-rapat G20, IMF, Bank for International Settlements (BIS), dan sebagainya.
Kekhawatiran tersebut yaitu cryptocurrency berpotensi mengganggu stabilitas keuangan terutama volatilitasnya yang sangat tinggi.
"Memang saat ini skalanya tidak besar atau signifikan dibanding instrumen aset global, tetapi perlu dipantau kecepatan tumbuhnya, diteliti dan disarankan diatur," ungkap Onny.
Saat ini, kajian dan penelitian mengenai mata uang virtual ini tengah didalami di beberapa negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SKK Migas menargetkan proyek Gas Mako Natuna berproduksi 111 MMscfd dalam dua tahun dan memasok kebutuhan listrik Batam.
JJLS Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka untuk umum pada 2027. Kelok 23 akan dilengkapi rest area, gardu pandang, dan patung ikonik.
Ketua DPD PSI Kota Jogja, Heri Nugroho, menyesalkan penurunan foto Wapres Gibran di Ruang Banggar DPRD DIY dan meminta aparat menindaklanjuti.
Mentan Andi Amran Sulaiman memastikan stok beras nasional aman. Bulog mencatat cadangan 4,5 juta ton dan serapan gabah lebih dari 4,4 juta ton.
Sejumlah tokoh nasional dan pimpinan ormas menyampaikan lima tuntutan dalam Aksi Rakyat Bela Indonesia di Jakarta, Minggu (8/11/2026).
Dishub DIY mengembangkan Sigap Aset untuk memantau perlengkapan jalan. Data 2026 mencatat kekurangan 27.590 unit dari total kebutuhan.