Advertisement
Garuda Kaji Pasar Tiongkok ke Jogja
Pesawat Garuda Indonesia mempersiapkan keberangkatan di apron Termial 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten Selasa (13/2/2018). (Bisnis - Felix Jody Kinarwan)).
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Garuda Indonesia siap menangkap peluang penumpang asal Negeri Tirai Bambu, seiring makin banyaknya permintaan pasar ini untuk berkunjung ke Jogja. Upaya mengakomodir pasar tersebut, maskapai pelat merah ini berencana menggandeng Taman Wisata Candi (TWC).
Hal itu disampaikan General Manager Garuda Indonesia Branch Office Jogja Jubi Prasetyo. Ditemui belum lama ini di Hotel Marriot Jogja, Jubi mengungkapkan pembangunan bandara baru di Kulonprogo mulai menarik berbagai permintaan rute penerbangan dari luar negeri.
Advertisement
"Rute penerbangan dari maupun ke Kulonprogo sangat potensial, tinggal tergantung seperti apa pasar internasional yang dapat dieksplor bersama. Karena tentunya kami tidak bisa sendiri, perlu ada sinergisitas dengan pemerintah dan seluruh stakeholder yang ada," ujar Jubi.
Jubi mengungkapkan pasar penumpang dari sejumlah negara yang akan masuk Jogja sangat banyak. Beberapa di antaranya adalah dari Singapura, Timur Tengah dan Tiongkok.
BACA JUGA
Lebih lanjut Jubi memaparkan untuk menangkap peluang yang ada, Garuda Indonesia tengah mengkaji untuk melihat sejumlah potensi rute penerbangan internasional yang dapat dibuka. Terlebih saat New Yogyakarta International Airport (NYIA) nanti mulai dioperasikan.
"Selain itu, bagaimana menyikapi permintaan-permintaan dari market Tiongkok. Karena demand [penumpang] charter dari Tiongkok ini sangat tinggi sekali. Kami sedang bekerja sama dengan TWC, bagaimana mengakomodasi market dari Tiongkok ini dengan menggunakan charter flight dari Garuda Indonesia," papar Jubi.
Jubi berharap dengan dapat mengakomodasi permintaan charter flight tersebut, ke depan dapat menjadi masukan yang baik bagi maskapai ini untuk bisa membuka penerbangan internasional. Upaya membuka penerbangan charter ini merupakan awal untuk menumbuhkan demand tehadap pasar tersebut.
"Memang tidak langsung membuka regular flight, kami coba tumbuhkan dulu demand-nya melalui charter flight. Setelah demand tersebut settle, maka bisa dilanjutkan dengan reguler flight, bisa tiga sampai empat kali penerbangan, tergantung bagaimana nanti permintaannya," jelas Jubi.
Dengan pengembangan upaya mengakomodasi rute-rute nasional tersebut, tentunya dapat memberikan peluang bagi DIY untuk menjadi gerbang masuknya wisatawan mancanegara bagi Indonesia. Jubi menjelaskan melalui strategi tersebut penyebaran wisatawan ke sepuluh destinasi prioritas pemerintah dapat dimulai dari Jogja.
Jubi menambahkan saat ini beberapa penerbangan yang tersedia dari Jogja sudah memiliki rute ke beberapa destinasi prioritas. Sebut saja penerbangan dengan rute Jogja-Denpasar maupun Jogja-Makassar.
"Dalam waktu dekat kami juga memikirkan koneksi Jogja dengan Lombok, nantinya ini akan menambah network lagi untuk dapat menjangkau sepuluh destinasi tersebut," imbuh Jubi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
Advertisement
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Harga Minyak Naik Tekan Rupiah Mendekati Level Psikologis
- Investor Baru Jogja Tembus Ribuan dalam Sebulan
- Inflasi DIY Maret 2026 Diprediksi Nyaris 1 Persen
- Update Harga Emas Hari Ini: Stabil di Rp2,26 Juta per Gram
- Koperasi Desa Bakal Sediakan Kredit, Bunga Dipatok 6 Persen per Tahun
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
Advertisement
Advertisement








