Sektor Perdagangan Sumbang Pajak Terbesar

Sektor Perdagangan Sumbang Pajak TerbesarIlustrasi pajak - Bisnis.com
19 Desember 2018 10:30 WIB Rheisnayu Cyntara Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Perdagangan besar dan eceran serta reparasi dan perawatan kendaraan bermotor menyumbang pajak terbesar untuk Kanwil DJP DIY atau sebesar Rp1,065 miliar (41,05%) dari total keseluruhan. Hingga 14 Desember penerimaan Kanwil DJP DIY telah mencapai Rp4,456 miliar atau sebesar 81,27 % dari target yang telah ditentukan.

Kepala Kanwil DJP DIY, Dionysius Lucas Hendrawan mengatakan Jogja tak seperti kanwil lain yang merupakan karwil korporat karena menangani pajak dari perusahaan-perusahaan besar di wilayahnya. Pasalnya jarang ada perusahaan besar di Jogja. Penerimaan pajak di Jogja kebanyakan berasal dari industri kecil menengah (IKM). "Maka saya katakan berkali-kali, kami ini kanwil retail. Artinya pendapatkan kami banyak berasal dari masyarakat kecil," katanya pada Selasa (18/12).

Lucas menuturkan ada empat sektor unggulan penyumbang penerimaan terbesar di wilayah Kanwil DJP DIY. Yakni sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan kendaraan bermotor sebesar Rp1,065 miliar (41,05%); jasa keuangan dan asuransi sebesar Rp628,910 juta (15,6%); administrasi pemerintahan dan jaminan sosial sebesar Rp564,547 juta (14,3%); industri pengolahan sebesar Rp524,392 juta (11,5%) serta jasa konstruksi sebesar Rp419, 040 juta (10,8%).

Total penerimaan Kanwil DJP DIY sampai dengan 14 Desember Rp 4,456 milyar dari target sebesar Rp5,483 milyar atau baru tercapai 81,27%. Lucas menambahkan jumlah Wajib Pajak (WP) terdaftar di Kanwil DJP DIY sampai dengan November 2018 sebanyak 503.793.

"Jika dihitung rata-rata dalam sebulan penambahannya bisa mencapai sekitar 3.000 WP. Jumlah ini tentu saja akan terus kami tingkatkan. Apalagi jika dihitung secara pertumbuhan Jogja merupakan yang terbesar di Indonesia meski dari segi jumlah penerimaan pajak masih kalah dengan daerah lain. Growth ini terutama disumbang oleh IKM," tuturnya.