Advertisement
Ekonom UMY Proyeksikan Ekonomi DIY 2026 Tumbuh di 4,9-5,5 Persen
Foto ilustrasi pertumbuhan ekonomi. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Ekonom Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Nano Prawoto, mengatakan, bicara perekonomian daerah seperti DIY tidak bisa dilepaskan dengan ekonomi nasional, sebab faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah bisa bersumber dari faktor internal daerah dan faktor eksternal ditingkat nasional, maupun internasional.
Menurutnya, proyeksi dari Bank Indonesia (BI) DIY pertumbuhan ekonomi DIY 2026 di kisaran 4,9%-5,7% adalah proyeksi yang optimis, sementara dirinya memproyeksikan tumbuh di kisaran 4,9% - 5,5%.
Advertisement
Ia menjelaskan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional juga bergerak di kisaran yang hampir sama, yakni 4,8%-5,6%. Nano mengatakan jika melihat kondisi nasional, stabilitas moneter cukup terkendali, angka inflasi masih pada range 1,5%-3,5%, suku bunga acuan BI turun pada level 4,75%, bahkan bisa diturunkan ke level 4,50% dengan suku bunga The Fed AS di level sekitar 3,75%.
"Hal ini akan mendorong konsumsi dan investasi secara nasional juga daerah termasuk DIY," ujarnya, Kamis (8/1/2026).
BACA JUGA
Nano mengatakan sektor andalan DIY yang tahan krisis dan gejolak fluktuasi global adalah pendidikan dan kesehatan. Menurutnya sektor lain yang juga menjadi andalan adalah pariwisata dan kuliner, diperkirakan tetap tumbuh di tahun 2026, karena pariwisata budaya dan alam DIY punya pangsa pasar yang loyal.
Lebih lanjut dia mengatakan, jika ekonomi nasional tumbuh, maka daya beli sektor ini tetap kuat, baik wisatawan domestik dan juga wisatawan mancanegara seiring stabilitas nilai tukar yang terjaga dan stabil.
"Kemudian di DIY tahun 2026 diperkirakan untuk konsumsi dan investasi tetap bergerak naik," jelasnya.
Dia menyampaikan, konsumsi tumbuh seiring dengan proyeksi peningkatan populasi mahasiswa tahun 2026, dibarengi dengan pendapatan masyarakat di tingkat nasional juga meningkat. Sedangkan investasi, dia sebut memang agak terbatas, tapi berkualitas, yaitu investasi sektor pendidikan, kesehatan, hotel, dan UMKM kreatif yang diperkirakan tetap bergerak naik.
Menurutnya, secara umum ekonomi DIY 2026 tumbuh, namun tetap harus mewaspadai adalah perubahan yang terjadi secara nasional dan global, terkait dengan perlambatan ekonomi di negara utama seperti AS, China, Eropa.
"Juga isu geopolitik dan de-globalisasi yang masih menekan harga energi dan pangan dunia, sehingga dapat menurunkan daya beli nasional dan daerah termasuk DIY," ucapnya.
Kemudian, kata Nano, tantangan secara regional di DIY yang perlu dimitigasi adalah potensi bencana alam, tantangan pengembangan industri manufaktur yang masih sempit. Kemudian pariwisata, sebab sektor andalan ini jika terjadi goncangan akan berdampak terhadap ekonomi secara signifikan di DIY.
Sebelumnya, Deputi Kepala Perwakilan BI DIY, Hermanto, memaparkan tiga catatan strategis dalam penguatan ekonomi DIY sepanjang 2025. Pertama, penguatan sektor pariwisata melalui quality tourism dan bundling atraksi, yang dinilai sebagai penopang utama perekonomian daerah.
Kedua, peningkatan peran aktif masyarakat dalam pengendalian inflasi. Ketiga, mendorong investasi produktif untuk memperluas penyerapan tenaga kerja serta meningkatkan daya saing ekonomi DIY.
"Memasuki 2026, ekonomi DIY kami proyeksikan tumbuh positif pada kisaran 4,9% hingga 5,7% seiring konsumsi domestik yang tetap terjaga, interkoneksi antardaerah yang semakin kuat, serta berlanjutnya sejumlah proyek strategis di DIY," kata Hermanto.
Untuk inflasi, ia memperkirakan tetap terjaga dalam rentang sasaran 2,5% ±1%, didukung sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan implementasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Hermanto menegaskan BI akan terus menjaga keseimbangan antara kebijakan pro growth dan pro stability. "Kedua arah kebijakan ini menjadi pondasi utama dalam menjawab tantangan sekaligus menangkap peluang di tengah dinamika ekonomi domestik maupun global," jelasnya. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Tanah Ambles di Dalam Rumah, Warga Panggang Gunungkidul Mengungsi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Ekonom UMY Proyeksikan Ekonomi DIY 2026 Tumbuh di 4,9-5,5 Persen
- Modus Penipuan Kartu Kredit Meningkat, BRI Beri Warning
- IHSG Tembus 9.000, Menkeu Purbaya Yakin Tren Berlanjut
- Penerimaan Pajak 2025 Capai Rp1.917 Triliun, Shortfall Rp271 T
- Kunjungan Wisman via YIA November 2025 Turun Secara Bulanan
- Bahlil Wajibkan Etanol di BBM Mulai 2027
- Indef: MBG Dorong PDB Nasional hingga 0,17 Persen pada 2040
Advertisement
Advertisement




