Angkutan Udara Sumbang Inflasi Terbesar

Angkutan Udara Sumbang Inflasi TerbesarIlustrasi pertumbuhan ekonomi. - IST
03 Januari 2019 09:32 WIB Rheisnayu Cyntara Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pada pengujung 2018, perkembangan harga berbagai komoditas di DIY secara umum mengalami kenaikan dengan jumlah kenaikan mencapai 0,57% dibandingkan November 2018. Komoditas yang paling mempengaruhi laju inflasi pada Desember 2018 adalah angkutan udara yang mempunyai andil sebesar 0,11%.

Kepala BPS DIY, JB Priyono menjelaskan berdasarkan pantauan Badan Pusat Statistik (BPS) ada kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 131,06 pada November menjadi 131,81 pada Desember atau naik sebesar 0,57%. Priyono menyebut ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Desember sehingga mendorong terjadinya inflasi. Di antaranya angkutan udara naik 8,01% memberikan andil 0,11%; telur ayam ras naik 13,81% dengan memberikan andil 0,09%; bawang merah naik 20,82% memberikan andil sebesar 0,07%; daging ayam ras naik 6,97% memberikan andil sebesar 0,06%; gula pasir naik 5,50% dengan memberikan andil sebesar 0,05%; beras naik 0,73% dengan memberikan andil sebesar 0,03%; tarif kereta api naik 5,31% dengan memberikan andil sebesar 0,02% dan beberapa komoditas lainnya.

"Angkutan udara menyumbang inflasi tertinggi tapi kenaikan harga tertinggi selama Desember lalu ada pada bawang merah dan telur ayam ras," katanya pada Rabu (2/1).

Inflasi juga terjadi karena naiknya harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan naik 1,28%; makanan jadi naik 0,27%; perumahan; air; listrik; gas dan bahan bakar naik 0,38%; sandang naik 0,25%; kesehatan naik 0,22%; pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 0,10% dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan naik 0,87%.

Khusus untuk kelompok bahan makanan yang mencapai inflasi tertinggi, Priyono menuturkan dari 11 subkelompok pengeluaran yang ada, sembilan subkelompok mengalami kenaikan indeks, yaitu subkelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasil-hasilnya naik 0,55%; subkelompok daging dan hasil-hasilnya 1,67%; subkelompok ikan segar 0,74%; subkelompok ikan diawetkan naik 0,31%; subkelompok telur, susu, dan hasil hasilnya 3,07%; subkelompok sayur-sayuran 1,36%; subkelompok buah- buahan 0,59%; subkelompok bumbu-bumbuan naik 3,14% dan subkelompok bahan makanan lainnya naik 1,04%.

"Dua subkelompok yang mengalami penurunan angka indeksnya, yaitu subkelompok kacang-kacangan turun dan subkelompok lemak dan minyak turun," ujarnya.

Priyono menyebut ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga sehingga mendorong terjadinya inflasi. Di antaranya telur ayam ras, bawang merah, daging ayam ras, beras, jeruk, kacang panjang, lele, koI putih, kubis, udang basah, dan tomat sayur. Namun ada pula komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menahan terjadinya inflasi. Di antaranya bawang putih, semangka, minyak goreng, daging sapi, dan cabai hijau.

"Secara year on year, tingkat inflasi tahunan kali ini sama dengan Desember 2017 lalu yakni 2,66%. Dan di seluruh Pulau Jawa dan Madura, seluruh kota mengalami inflasi. Tertinggi Bogor sedangkan terendah Depok," ujarnya.