Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Pengunjung tampak memasuki pintu masuk Pasar Kalasan, Sleman, Selasa (8/1)./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, SLEMAN—Pasar Kalasan merupakan salah satu pasar yang terkenal di Kecamatan Kalasan, Sleman. Lokasinya yang strategis karena terletak di tepi jalan nasional Jogja-Solo membuat pasar ini kerap menjadi jujugan warga lokal maupun wisatawan luar kota.
Salah satu ciri khas dari pasar ini adalah ayam gorengnya. Kecamatan Kalasan memang menjadi sentra produksi ayam goreng. Banyak pengusaha kecil yang membuka bisnisnya di rumah tetapi ada pula yang menjajakan dagangannya di Pasar Kalasan.
Setiap pagi, pedagang ayam goreng di Pasar Kalasan menggelar produknya di atas meja. Tidak hanya ingkung ayam kampung, mereka menjajakan lengkap dengan kremes, cakar asin, dan lalapan. "Begitu bilang Pasar Kalasan ya ingatnya langsung ayam goreng. Rasa ayamnya itu juga beda dengan di tempat lain. Pokoknya lebih enak," kata salah satu pedagang di Pasar Kalasan yang juga bendahara Paguyuban Pedagang Pasar Kalasan Manunggal, Dwi Lestari, Selasa (8/1).
Keberadaan pedagang ayam goreng di Pasar Kalasan menurutnya, memberikan sentuhan khas tersendiri bagi pasar yang baru direnovasi itu. Selain itu, aroma harum ayam goreng yang menyengat memberikan kesan yang menarik perhatian pengunjung.
"Bagi yang mau nyari ayam goreng jadi enggak perlu langsung ke rumah-rumah pedagangnya tetapi bisa langsung ke pasar sembari beli kebutuhan lain," kata Dwi yang berjualan pakaian sejak 2005 itu.
Ia cukup bangga dengan gedung baru yang dimiliki Pasar Kalasan. Menurutnya para pedagang sangat menjaga kebersihan lingkungan dan juga kesehatan diri masing-masing. "Kami mengusulkan juga agar pedagang daging segar kalau jualan pakai masker dan talenannya tidak pakai kayu agar lebih sehat," katanya.
Saat ini lalat di pasar sudah berkurang karena pedagang rutin bergotong royong dan membuat tempat sampah tertutup. Para pedagang berusaha mempertahankan predikat pasar sehat yang sudah disandang Pasar Kalasan.
Dwi juga mengatakan kehidupan sosial antarpedagang berjalan dengan baik. Pedagang juga turut nguri-uri kabudayan Jawi dengan menggunakan seragam batik paguyuban setiap tanggal dua, pakaian adat Jawa setiap Kamis Pahing, pakaian olahraga setiap Jumat, dan baju batik bebas setiap Minggu. "Biar kami terlihat rapi di depan pengunjung," katanya.
Sementara itu, Susan salah satu pengunjung pasar mengaku lebih nyaman berbelanja di Pasar Kalasan setelah direnovasi dan kembali diresmikan pada Mei 2018 lalu itu. Kesan becek dan jorok sudah kini berganti dengan pasar yang bersih dan nyaman. "Sekarang jadi rajin ke pasar," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Sabtu 16 Mei 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan favorit, tarif Rp8.000, dan rute lengkap Yogyakarta–Solo.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.