Hujan Angin Terjang Berbah Sleman, Pohon Bertumbangan, Rumah Rusak, Baliho Ambruk
Hujan lebat dan angin kencang menerjang kawasan Kalitirto, Berbah, Sleman, Jumat (26/1/2024) siang.
Andik Duana Putra/Harian Jogja-Rheisnayu Cyntara
Harianjogja.com, JOGJA—Menurut Andik Duana Putra, sering berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya merupakan salah satu cara untuk terus belajar.
Pria kelahiran Surabaya, 12 April 1972 ini mengaku tidak mudah puas untuk belajar dan menggemari tantangan.
Berbekal jaringan dan pengalaman yang ia punya, Andik pun memutuskan untuk bergabung dengan Mbiz, anak perusahaan Lippo Group yang bergerak di bidang B2B enterprise sejak 2016 lalu. Dipercaya sebagai CCO (Chief Compliance Officer) di sebuah perusahaan baru membuatnya tertantang untuk membangun perusahaan ini.
Ia pun mendapat kebebasan untuk mengaplikasikan ide dan konsep di industri digital ini. “Saya juga punya tantangan bagaimana menyatukan dua tipe karyawan dari generasi X dan Y dalam lingkungan kerja yang sama,” kata dia pekan lalu.
Tanggung jawab tersebut agaknya bukan hal yang terlalu sulit bagi Andik dengan sederet pengalaman yang ia miliki. Andik memulai kariernya pada 2000 sebagai Regional Sales Manager di PT Cussons Distributor Indonesia. Setelah lima tahun bekerja di sana, ia mendapat peluang untuk melanjutkan karier di PT Ades Waters Indonesia, sebagai sales operation manager. Selama enam tahun berada di perusahaan, ia berhasil mengimplementasikan sistem territory management. Setelah cukup memiliki portofolio di bidang fast moving consumer goods (FMCG), ia pun mencoba merambah bidang telekomunikasi dengan bergabung ke Bakrie Telecom sebagai Vice President Sales PT Bakrie Telecom.
Dengan bekal berbagai pengalaman tersebut, Andik dituntut membuat perusahaan profitable, sustainable, dan sesuai dengan tujuan awal Mbiz, yakni menjadi solusi di bidang procurement (pengadaan barang dan jasa) bagi konsumen dari enterprise corporation. Andik pun bekerja secara terbuka dan berbagi dengan berbagai pihak mengenai perkembangan pasar digital di Indonesia.
“Indonesia masih sangat kurang memiliki pemain di bisnis B2B enterprise, hanya sekitar 10%. Padahal di negara lain seperti Tiongkok dan Korea, pemain di bisnis B2B ini lebih banyak berkali-kali lipat dibandingkan B2C. Inilah yang harus terus didorong karena B2C hanya memenuhi kebutuhan individu, B2B bisa menyediakan solusi bagi korporasi dan pebisnis lainnya,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hujan lebat dan angin kencang menerjang kawasan Kalitirto, Berbah, Sleman, Jumat (26/1/2024) siang.
BPS DIY catat pengangguran turun jadi 3,05% pada Februari 2026, jumlah pekerja dan angkatan kerja meningkat.
Austria rilis skuad Piala Dunia 2026. Arnautovic dan Alaba kembali, ada pemain naturalisasi baru.
KAI Daop 6 tutup dua perlintasan liar di Jogja demi keselamatan. Total 41 jalur ilegal ditutup sejak 2023.
LPS kembangkan sistem data perbankan real time berbasis AI untuk tingkatkan akurasi dan percepat resolusi bank.
Modus penipuan pajak catut BPKAD Jogja marak. Warga diminta waspada dan cek rekening resmi sebelum bayar pajak.