Jelang Usia 50 Tahun Bank Bapas 69 Capai Aset Rp1 Triliun

Jelang Usia 50 Tahun Bank Bapas 69 Capai Aset Rp1 TriliunDirektur Utama Bapas 69, Teguh Wiharso (dua kiri) memberikan keterangan dalam konferensi pers, Selasa (19/3)./ Harian Jogja - Nina atmasari
21 Maret 2019 09:27 WIB Nina Atmasari Ekbis Share :

Harianjogja.com, MAGELANG—Menjelang usia ke-50, Bank Bapas 69 Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, semakin mencatatkan pencapaian yang membanggakan di kalangan BPR (Bank Perkreditan Rakyat) Tanah Air. Hal ini ditunjukkan melalui pencapaian aset dan peluncuran sejumlah produk perbankan untuk nasabah.

 Direktur Utama Bapas 69, Teguh Wiharso menyebutkan 2019 merupakan tahun istimewa karena bank milik Pemerintah Kabupaten Magelang itu untuk pertama kalinya berhasil menembus angka psikologis Rp1.020 triliun.

"Ini momentum yang luar biasa, karenanya menjelang memasuki usia setengah abad, kami meluncurkan moto 50 Tahun Fantastis Bank Bapas 69," kata Teguh, Rabu (20/3).

Guna menyongsong usia tersebut, pihaknya juga meluncurkan sejumlah inovasi produk dan layanan, salah satunya adalah kredit haji. Program ini, katanya, merupakan solusi bagi nasabah untuk mewujudkan impian agar bisa melaksanakan rukun Islam kelima yakni menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Teguh menjelaskan dengan modal awal Rp1,5 juta, nasabah bisa memulai untuk menabung biaya haji. Untuk selanjutnya, Bapas 69 memberikan pinjaman Rp25 juta yang dapat diangsur sebesar Rp388.000 per bulan, selama 10 tahun ke depan.

“Program ini tidak hanya berbagai berlaku untuk nasabah lama karena nasabah baru juga akan diberikan kesempatan sama,” kata Teguh, didampingi Direktur Umum, Diyah Retno Andiani.

 

Program KPR

Program lain yakni kredit KPR (Kredit Pemilikan Rumah) yang dipandang masih memiliki pasar relatif luas, meski jumlah pemain di segmen ini sudah cukup banyak. Ia berharap, program ini mendapat respons positif bagi pelaku UMKM, baik untuk pemilikan rumah atau ruko.

Ia mengungkapkan layanan ini akan sangat membantu bagi pedagang lama yang untuk bisa menempati kios/los di pasar-pasar tradisional yang sudah rampung direnovasi seperti di Pasar Muntilan. Nilai kredit yang dikucurkan maksimal di bawah Rp600 juta yang bisa diangsur selama 15 tahun.

Lebih lanjut, Bank Bapas 69 juga meluncurkan program kredit kontraktor untuk memenuhi kebutuhan modal kerja di kalangan pengusaha saat melaksanakan kewajiban menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak yang telah disepakati.

"Program kami memberikan suku bunga yang efektif terhadap baki debet harian, serta proses pengajuan dan pencairan yang cepat dan mudah,” katanya.

Guna mempermudah aktivitas nasabah, mulai tahun ini Bapas 69 berencana menggulirkan layanan baru berbasis digital, yaitu layanan cardless yang berfungsi sebagai pengganti kartu ATM. Fasilitas ini bisa dipakai untuk transaksi dalam kegiatan usaha produktif selama 24 jam.

Sistem kerja cardless memanfaatkan sistem operasi Android. Penarikan uang tunai tak lagi menggunakan kartu ATM, tetapi cukup memanfaatkan smartphone.

Terkait dengan kerja sama dengan bank umum, pihaknya memiliki program Payment Point. "Layanan ini memberikan solusi dalam pembayaran tagihan listrik dan telepon yang terintegrasi secara online," katanya.