Di Pasar Bantul, Harga Bahan Pokok Berangsur Normal

Di Pasar Bantul, Harga Bahan Pokok Berangsur NormalBupati Bantul Suharsono (tengah) bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY saat meninjau harga daging sapi di Pasar Bantul, Rabu (15/5/2019). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
13 Juni 2019 15:27 WIB Fahmi Ahmad Burhan Ekbis Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Harga kebutuhan pokok di Pasar Bantul berangsur normal. Pada lebaran dan akhir bulan puasa, harga beberapa komoditas seperti daging ayam dan daging sapi meningkat.

Pedagang daging ayam di Pasar Bantul, Juminten mengatakan harga daging ayam yang ia jual kini berangsur normal. Harga satu kilogram daging ayam saat ini Rp31.000 per kilogram (kg).

"Kemarin lebaran harga naik. Paling tinggi harga daging ayam sampai Rp40.000 per kilogram. Sejak tiga hari terakhir harga sudah mulai turun lagi," jelas Juminten pada Kamis (13/6/2019).

Harga daging ayam yang ia jual perlahan meningkat sejak sepekan menjelang lebaran lalu. Stok daging ayam saat lebaran lalu tergolong aman. Namun, permintaan daging ayam yang tinggi saat lebaran membuat harganya meningkat.

Tidak hanya daging ayam, daging sapi saat lebaran lalu harganya juga meningkat. Pedagang daging sapi di Pasar Bantul, Dewi mengatakan, harga daging sapi pada saat lebaran lalu bisa mencapai Rp135.000 per kg.

"Harga sekarang sudah mulai turun. Setelah lebaran kini harganya jadi Rp118.000," tutur Dewi.

Harga daging sapi sepekan terakhir berangsur-angsur turun. Menurutnya, ke depan harga akan mulai stabil.

Berbeda dengan daging sapi dan daging ayam, harga bawang di Pasar Bantul tergolong stabil saat lebaran. Dibandingkan dengan saat kenaikan harga bawang di April, kini harganya rendah.

Pedagang sembako di Pasar Bantul, Yatmi menuturkan, harga bawang putih kating kini Rp37.000 per kilogram, sedangkan bawang putih sinco harganya Rp36.000 per kilogram. "Dulu dua bulan ke belakang harganya tinggi, bisa sampai Rp60.000 per kilogram," jelasnya.

Kini, saat lebaran pun, menurut Yatmi untuk harga bawang relatif stabil. "Paling naiknya hanya Rp1.000 atau Rp2.000, terus besoknya turun lagi," ungkap Yatmi.