Jaga Pasokan Pangan untuk Kendalikan Laju Inflasi

Jaga Pasokan Pangan untuk Kendalikan Laju Inflasi Bupati Bantul Suharsono bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY saat meninjau harga bahan pokok di Pasar Bantul, Jumat (11/5/2018). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
13 Juni 2019 08:27 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bank Indonesia melihat terkendalinya pasokan pangan selama Ramadan menjadi kunci terjaganya laju inflasi selama puasa.

Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY Sri Fitriani menjelaskan memasuki Ramadan sepanjang Mei 2019, inflasi DIY terkendali sebesar 0,42% (month to month/mtm) seiring dengan terjaganya pasokan pangan. Pencapaian tersebut lebih rendah dibandingkan dengan inflasi April 2019 sebesar 0,46% (mtm), terendah dalam empat tahun terakhir.

"Dengan realisasi tersebut laju inflasi tahun kalender 2019 mencapai sebesar 1,49 persen [ytd] dan inflasi tahunan sebesar 3,33 persen [yoy]," kata dia, Rabu (12/6).

Ia mengungkapkan rendahnya inflasi Mei 2019 tersebut dapat dicapai seiring dengan terkendalinya inflasi kelompok pangan bergejolak (volatile food) Mei 2019 yang tercatat 0,89% (mtm). Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan periode April 2019 sebesar 2,15% (mtm) serta inflasi volatile food Lebaran 2018 sebesar 1,21% (mtm).

Kecukupan pasokan pangan di DIY terjaga lantaran didorong masih berlangsungnya panen raya komoditas beras dan bawang merah, kelancaran arus distribusi barang seiring dengan perkembangan infrastruktur, dan peningkatan perdagangan antardaerah. Panen raya bawang merah dan beras sejak April mendorong penurunan harga kedua komoditas tersebut masing-masing mengalami deflasi sebesar -17,96% (mtm) dan -1.08% (mtm).

"Deflasi kedua komoditas pangan tersebut dapat mengompensasi peningkatan harga daging ayam dan cabai merah yang masing-masing mengalami inflasi 9,20 persen [mtm] dan 10,80 persen [mtm]," kata dia.

 Tekanan Inflasi

Dengan terjaganya komoditas pangan, sumber tekanan inflasi Mei 2019 berasal dari kelompok administered prices, utamanya pada kelompok transportasi. Lonjakan permintaan pada moda transportasi angkutan udara dan kereta api untuk keperluan mudik mendorong adanya peningkatan harga masing-masing sebesar 5,90% (mtm) dan 15,28% (mtm) dibanding bulan sebelumnya.

Khusus untuk tarif angkutan udara, penurunan tarif batas atas terpantau mulai membawa dampak positif terhadap fluktuasi harga. Peningkatan tarif angkutan udara untuk keperluan mudik kali ini lebih rendah dibandingkan rata-rata lonjakan harga pada lebaran tahun 2018 sebesar 7,83% (mtm).

Sejalan dengan terjaganya inflasi di DIY, tekanan inflasi inti pada Mei 2019 juga terjaga, yang didukung oleh ekspektasi inflasi masyarakat yang semakin baik melalui sosialisasi dan edukasi. Hal ini tidak terlepas dari kinerja TPID yang gencar melakukan sosialisasi dan edukasi inflasi baik melalui penayangan iklan layanan masyarakat untuk belanja bijak, talk show di radio dan televisi, serta ceramah keagamaan.

"TPID bekerja sama dengan ISEI DIY dan MUI DIY menerbitkan Buku Panduan Ceramah Pengendalian Inflasi DIY yang mulai digunakan bagi para pendakwah dan ulama untuk turut mengendalikan konsumsi berlebih," papar dia.

 Ia menyebutkan langkah-langkah TPID DIY lainnya dalam mengendalikan inflasi selama Ramadan 2019 meliputi operasi pasar komoditas pangan terutama untuk komoditas beras oleh Bulog Divre DIY dan bawang putih oleh Dinas Perdagangan DIY. Selain operasi pasar dilakukan pula edukasi terkait harga wajar komoditas pangan melalui Kios Segoro Amarto di Pasar Beringharjo, Kranggan, dan Demangan.

Untuk menjaga keterjangkauan harga dilakukan pula pasar murah oleh berbagai instansi anggota TPID DIY, Rumah Pangan Kita (RPK) oleh Bulog Divre DIY, serta Toko Tani Center (TTC) dan Toko Tani Indonesia (TTI) oleh Dinas Pertanian DIY. Selama Ramadan pergerakan harga serta ketersediaan pasokan baik di tingkat retail maupun distributor terus dipantau.

"Ke depan, Bank Indonesia DIY beserta TPID DIY akan terus berkoordinasi meningkatkan sinergi dalam rangka menjaga stabilisasi harga di DIY untuk mencapai sasaran target inflasi 2019 sebesar 3,5%±1% [year on year/yoy]," kata dia.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY JB Priyono mengatakan pada Mei 2019 inflasi tercatar 0,42%. "Andil terbesar yang mendorong terjadi Inflasi adalah komoditas angkutan udara naik sebesar 5,90 persen," jelas dia.