Marak Pembangunan Jalan Tol, Siap-Siap Impor BBM Membengkak

Marak Pembangunan Jalan Tol, Siap-Siap Impor BBM MembengkakMenteri ESDM Ignasius Jonan sedang melakukan survei untuk melihat minat masyarakat terhadap premium di SPBU Jalan Kaliurang Kilometer 11,5, Kamis (7/6/2018). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
14 Juni 2019 08:37 WIB Newswire Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Maraknya pembangunan jalan tol di Tanah Air dipastikan bakal membuat konsumsi bahan bakar semakin membengkak. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan merasa khawatir dengan pembangunan infrastruktur terutama jalan tol yang kini sedang gencar dilakukan Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Alasan Jonan was-was adanya pembangunan jalan tol karena dianggap bisa menambah konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

"Pemerintah membangun jalan tol, saya semalam naik kendaraan dari Semarang ke Jakarta, kalau (jalan tol) dibangun seperti ini konsumsi BBM pasti naik," kata Jonan di Kantor Kementerian ESDM, Jalan MH. Thamrin Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Dengan meningkatkanya konsumsi, tutur Jonan, maka akan juga meningkatkan impor BBM. Saat ini, pemerintah sudah mengimpor sekitar 500.000 barel per harinya.

"Kalau ini dibiarkan, sebelum 2025 impornya bisa sampai 1 juta. Naik dua kalilipat dalam kurun waktu enam tahun ke depan," kata Jonan.

Oleh karena itu, Mantan Direktur Utama PT KAI ini menyebut penerapan Biodiesel 30 persen ini bisa mengurangi ketergantungan impor BBM.

Sehingga, tambah Jonan, jika impor BBM bisa ditekan, maka bisa memperbaiki neraca perdagangan yang defisit.

"Maka kita menggunakan FAME supaya balance of trade tidak terlalu defisit untuk impor bahan bakar," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan uji coba jalan (road test) kendaraan dengan bahan bakar biodiesel 30 persen (B30).

B30 ini merupakan bahan bakar campuran solar dengan bauran minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dengan komposisi 70 persen solar dan 30 persen bauran CPO.

Launching Road Test B30 ditandai dengan pelepasan keberangkatan 3 unit truk dan 8 unit kendaraan penumpang berbahan bakar B30 yang masing-masing akan menempuh jarak 40 ribu dan 50 ribu kilometer.

Sumber : Suara.com