Advertisement
Stimulus Lebaran 2026 dan WFA Dongkrak Kunjungan Mal DIY
Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Stimulus Lebaran 2026 yang digelontorkan pemerintah pada triwulan I diprediksi memicu kenaikan kunjungan mal di DIY. Kebijakan Work From Anywhere (WFA) serta diskon transportasi dinilai menjadi faktor pendorong pergerakan masyarakat menjelang musim mudik dan libur Lebaran.
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DIY, Surya Ananta, menilai diskon tiket transportasi memang tidak berdampak langsung terhadap peningkatan traffic pusat belanja. Menurutnya, kebijakan tersebut lebih berkaitan dengan mobilitas warga antarkota saat arus mudik.
Advertisement
Meski begitu, ia menyebut DIY sebagai salah satu daerah tujuan mudik berpotensi merasakan efek tidak langsung berupa lonjakan kunjungan ke pusat belanja. Arus kedatangan pemudik diyakini akan menggerakkan aktivitas ekonomi, termasuk di sektor ritel modern.
"Kalau yang WFA itu, menurut saya mungkin akan cukup signifikan," ujarnya, Jumat (13/2/2026).
BACA JUGA
Surya menjelaskan, pekerja yang menjalankan skema WFA umumnya berbasis internet. Mereka membutuhkan perangkat seperti laptop dan gawai, serta lokasi bekerja yang nyaman dengan koneksi stabil.
Dalam konteks ini, pusat belanja—khususnya kafe dan area komunal—dinilai berpeluang menjadi pilihan tempat bekerja sementara. Fasilitas internet yang memadai dan suasana nyaman dianggap mampu menarik segmen pekerja fleksibel tersebut, sehingga kebijakan WFA berpotensi mendongkrak kunjungan mal di DIY.
"Kalau berapa besar peningkatannya, saya belum bisa melakukan proyeksi," jelasnya.
Ia menuturkan, pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 lalu, jumlah kunjungan ke DIY melampaui proyeksi awal. Salah satu faktor pendorongnya diperkirakan karena kemudahan akses transportasi, baik melalui jalan tol maupun kereta api.
Untuk memaksimalkan peluang selama Stimulus Lebaran 2026, pengelola pusat belanja didorong menyiapkan strategi promosi yang variatif. Mulai dari program diskon, pemberian hadiah, hingga penyelenggaraan event tematik guna menarik pengunjung.
"Tantangan berat menurut saya sih tidak ada, yang penting kita konsisten dan komitmen tinggi dalam melayani," kata Surya.
Ia memproyeksikan kunjungan mal di DIY saat Lebaran 2026 akan lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Berkaca pada Nataru 2025/2026 yang tanpa stimulus terfokus saja mampu mendorong lonjakan signifikan, kebijakan kali ini diyakini memberi efek lebih kuat.
Surya menambahkan, keberadaan jalan tol semakin mendekatkan akses menuju DIY, terutama bagi wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi. Dibukanya sejumlah pintu tol secara fungsional turut meningkatkan daya tarik perjalanan karena infrastruktur baru umumnya memicu rasa ingin mencoba.
"Apalagi juga di ruas-ruas tertentu, mungkin di free kan, jadi orang ingin coba saja, mungkin nggak perlu ke tol, jadi ke tol, nah ini harusnya makin kuat," lanjutnya, menggambarkan potensi tambahan arus kendaraan yang pada akhirnya dapat berdampak pada pertumbuhan kunjungan mal di DIY selama Stimulus Lebaran 2026 berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Bahlil Sebut RI Rentan Jika Impor Minyak Terganggu Perang
- Traveloka Pangkas Karyawan, Fokus Perkuat AI
- Free Float 15 Persen, Strategi BEI Perkuat Likuiditas
- BI Buka Penukaran Uang Baru Idul Fitri 2026 Online
- YIA Jadi Embarkasi Haji 2026, Dorong Pertumbuhan Ekonomi DIY
- Kuota Impor Daging Sapi 2026 Dipangkas, Industri Terancam
- Harga Emas UBS dan Galeri24 Hari Ini 3 Juta per Gram
Advertisement
Advertisement








