Advertisement

Stimulus Lebaran 2026 dan WFA Dongkrak Kunjungan Mal DIY

Anisatul Umah
Jum'at, 13 Februari 2026 - 10:57 WIB
Sunartono
Stimulus Lebaran 2026 dan WFA Dongkrak Kunjungan Mal DIY Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Stimulus Lebaran 2026 yang digelontorkan pemerintah pada triwulan I diprediksi memicu kenaikan kunjungan mal di DIY. Kebijakan Work From Anywhere (WFA) serta diskon transportasi dinilai menjadi faktor pendorong pergerakan masyarakat menjelang musim mudik dan libur Lebaran.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DIY, Surya Ananta, menilai diskon tiket transportasi memang tidak berdampak langsung terhadap peningkatan traffic pusat belanja. Menurutnya, kebijakan tersebut lebih berkaitan dengan mobilitas warga antarkota saat arus mudik.

Advertisement

Meski begitu, ia menyebut DIY sebagai salah satu daerah tujuan mudik berpotensi merasakan efek tidak langsung berupa lonjakan kunjungan ke pusat belanja. Arus kedatangan pemudik diyakini akan menggerakkan aktivitas ekonomi, termasuk di sektor ritel modern.

"Kalau yang WFA itu, menurut saya mungkin akan cukup signifikan," ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Surya menjelaskan, pekerja yang menjalankan skema WFA umumnya berbasis internet. Mereka membutuhkan perangkat seperti laptop dan gawai, serta lokasi bekerja yang nyaman dengan koneksi stabil.

Dalam konteks ini, pusat belanja—khususnya kafe dan area komunal—dinilai berpeluang menjadi pilihan tempat bekerja sementara. Fasilitas internet yang memadai dan suasana nyaman dianggap mampu menarik segmen pekerja fleksibel tersebut, sehingga kebijakan WFA berpotensi mendongkrak kunjungan mal di DIY.

"Kalau berapa besar peningkatannya, saya belum bisa melakukan proyeksi," jelasnya.

Ia menuturkan, pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 lalu, jumlah kunjungan ke DIY melampaui proyeksi awal. Salah satu faktor pendorongnya diperkirakan karena kemudahan akses transportasi, baik melalui jalan tol maupun kereta api.

Untuk memaksimalkan peluang selama Stimulus Lebaran 2026, pengelola pusat belanja didorong menyiapkan strategi promosi yang variatif. Mulai dari program diskon, pemberian hadiah, hingga penyelenggaraan event tematik guna menarik pengunjung.

"Tantangan berat menurut saya sih tidak ada, yang penting kita konsisten dan komitmen tinggi dalam melayani," kata Surya.

Ia memproyeksikan kunjungan mal di DIY saat Lebaran 2026 akan lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Berkaca pada Nataru 2025/2026 yang tanpa stimulus terfokus saja mampu mendorong lonjakan signifikan, kebijakan kali ini diyakini memberi efek lebih kuat.

Surya menambahkan, keberadaan jalan tol semakin mendekatkan akses menuju DIY, terutama bagi wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi. Dibukanya sejumlah pintu tol secara fungsional turut meningkatkan daya tarik perjalanan karena infrastruktur baru umumnya memicu rasa ingin mencoba.

"Apalagi juga di ruas-ruas tertentu, mungkin di free kan, jadi orang ingin coba saja, mungkin nggak perlu ke tol, jadi ke tol, nah ini harusnya makin kuat," lanjutnya, menggambarkan potensi tambahan arus kendaraan yang pada akhirnya dapat berdampak pada pertumbuhan kunjungan mal di DIY selama Stimulus Lebaran 2026 berlangsung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

KA Tambahan Imlek 2026 Jogja, Cek Jadwal dan Rutenya

KA Tambahan Imlek 2026 Jogja, Cek Jadwal dan Rutenya

Jogja
| Jum'at, 13 Februari 2026, 11:57 WIB

Advertisement

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Wisata
| Rabu, 11 Februari 2026, 21:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement