Advertisement
Kunjungan Mal DIY Naik hingga 10 Persen, Prospek 2026 Dinilai Cerah
Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kinerja pusat perbelanjaan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DIY mencatat peningkatan kunjungan masyarakat, baik dari sisi traffic maupun aktivitas belanja, dibandingkan tahun sebelumnya.
Ketua APPBI DPD DIY, Surya Ananta, menyampaikan bahwa secara rata-rata kenaikan kunjungan ke pusat perbelanjaan di DIY berada di kisaran 5 hingga 10 persen sepanjang 2025. Meski demikian, tingkat pertumbuhan tersebut bervariasi di setiap lokasi mal.
Advertisement
Menurut Surya, lonjakan kunjungan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain pemulihan ekonomi dan daya beli masyarakat, tingginya arus wisatawan terutama pada masa liburan dan penyelenggaraan event, serta beragam program promosi dan agenda tematik yang digelar pengelola pusat perbelanjaan.
Selain itu, perbaikan tenant mix dan kehadiran tenant baru turut berkontribusi dalam meningkatkan daya tarik mal. Tren belanja berbasis pengalaman atau experience based retail juga dinilai semakin menguat, seiring adaptasi pusat perbelanjaan dalam menghadirkan konsep dan program yang relevan bagi pengunjung.
BACA JUGA
“Pemulihan daya beli masyarakat yang lebih stabil, meningkatnya mobilitas, serta masih kuatnya sektor pariwisata DIY turut mendorong performa tersebut,” ujarnya, Sabtu (24/1/2026).
Memasuki 2026, APPBI DIY memandang prospek industri pusat perbelanjaan tetap menjanjikan. Surya menilai potensi pertumbuhan pada tahun ini bahkan berpeluang lebih baik dibandingkan 2025, didukung proyeksi ekonomi yang lebih stabil serta pariwisata DIY yang masih menjadi daya tarik utama.
Transformasi pusat perbelanjaan menjadi ruang gaya hidup dan community hub juga menjadi faktor pendukung, termasuk penguatan sinergi antara sektor ritel, hiburan, kuliner, dan pelaku UMKM lokal.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, APPBI DIY terus mendorong berbagai langkah strategis, seperti koordinasi dan kolaborasi event antar pusat perbelanjaan, penguatan inovasi konsep dan pengalaman pengunjung, serta promosi terpadu melalui kanal digital dan media sosial.
Kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku pariwisata, dan UMKM juga diperkuat guna mendorong pusat perbelanjaan berfungsi sebagai ruang publik, budaya, dan komunitas.
Sebelumnya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY memproyeksikan perekonomian DIY pada 2026 tetap tumbuh positif di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen, dengan inflasi yang diperkirakan tetap terjaga dalam sasaran nasional.
Ekonom Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y. Sri Susilo, menilai proyeksi BI tersebut menggunakan rentang interval yang cukup lebar, mencerminkan sikap kebijakan yang konservatif namun tetap mengandung unsur optimisme. Menurutnya, dengan rentang tersebut, proyeksi pertumbuhan ekonomi moderat DIY berada di kisaran 5,3 hingga 5,4 persen.
Susilo mengaku memiliki proyeksi yang lebih optimistis, yakni pertumbuhan ekonomi DIY pada 2026 berada di kisaran 5,2 hingga 5,6 persen. Artinya, pertumbuhan minimal diperkirakan 5,2 persen, moderat 5,4 persen, dan optimistis bisa mencapai 5,6 persen.
“Antara 5,2% sampai 5,6% itu bisa, saya akan lebih optimis dari BI intervalnya,” ucapnya.
Ia berharap pembangunan jalan tol dan sejumlah infrastruktur lain dapat terus berlanjut guna mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi DIY. Selain itu, aktivitas pariwisata beserta sektor turunannya dinilai sudah kembali menggeliat.
Faktor pendorong lain berasal dari sektor pendidikan, khususnya aktivitas perguruan tinggi, serta ekspor produk industri manufaktur DIY. Susilo menilai kinerja ekspor-impor DIY pascapandemi Covid-19 menunjukkan tren positif, sehingga diharapkan tetap terjaga pada 2026 meskipun perekonomian global belum sepenuhnya stabil.
“Nampaknya produk-produk DIY khususnya mengandalka
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




