Jelang DCF XVI, Harga Homestay Dieng Diminta Wajar
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Ilustrasi beras - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Indonesia membidik pasar haji Arab Saudi melalui ekspor Beras Haji Nusantara produksi Perum Bulog. Hal ini ditegaskan dalam penjajakan bisnis yang difasilitasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah sebagai langkah konkret memperluas pasar pangan nasional untuk jemaah haji dan umrah.
Penawaran dilakukan dalam agenda business matching di Jeddah, Arab Saudi, sebagaimana disampaikan Tim Media Kepresidenan di Jakarta, Sabtu (14/2/2026). Forum tersebut mempertemukan Perum Bulog dengan para importir Arab Saudi guna membuka akses rantai pasok beras premium Indonesia untuk kebutuhan haji dan umrah.
Produk Beras Haji Nusantara diposisikan sebagai beras superpremium berbahan padi hasil panen segar petani Indonesia. Proses produksinya menggunakan mesin penggilingan modern dengan standar mutu tinggi, memenuhi kriteria ekspor, kadar air terkontrol, tingkat butir patah rendah, serta telah melalui pengujian laboratorium.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan minat importir menjadi sinyal positif bagi peluang ekspor beras Indonesia ke Arab Saudi untuk memenuhi konsumsi jemaah haji dan umrah.
“Setelah sesi presentasi dan uji rasa (taste testing) dengan para importir, respons yang kami terima sangat baik dan cukup membesarkan hati,” ujar Ramdhani.
Dalam sesi uji rasa tersebut, para importir mencicipi nasi dari beras Indonesia dan membandingkannya dengan produk negara lain. Hasilnya, mereka menilai beras Indonesia memiliki tekstur lembut, aroma sedap, serta profil rasa yang sesuai dengan preferensi pasar Arab Saudi.
Ramdhani menambahkan, Bulog optimistis importir di Makkah, Madinah, dan Jeddah mampu menyerap volume beras Bulog dalam jumlah signifikan.
“Akan menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi kami jika Beras Haji Nusantara dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji. Kami berharap langkah ini membawa berkah bagi bangsa Indonesia sekaligus memperkuat posisi produk pangan nasional di pasar internasional,” katanya.
Penjajakan pasar ini selaras dengan target pemerintah yang merencanakan ekspor beras premium ke Arab Saudi. Pemerintah menetapkan pengiriman awal sebanyak 2.280 ton beras premium pada minggu ketiga Februari 2026.
Pengiriman perdana tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi haji tahun ini sekaligus menjadi pintu masuk Indonesia dalam rantai pasok pangan sektor haji dan umrah di Arab Saudi, memperkuat posisi ekspor beras Indonesia di pasar global yang selama ini didominasi negara pesaing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Gol kemenangan Iran atas Mesir dianulir VAR. Usai laga, para pemain meninggalkan pesan menyentuh tentang kehormatan dan fair play di ruang ganti.
OpenAI meluncurkan GPT-5.6 dengan varian Sol, Terra, dan Luna. Akses awal dibatasi atas permintaan pemerintah AS sambil menunggu evaluasi keamanan.
George Russell merebut pole position GP Austria 2026 di Red Bull Ring. Kualifikasi diwarnai kontroversi kecelakaan Max Verstappen pada akhir sesi Q3.
FIFA menolak permintaan Timnas Prancis mengenakan pita hitam untuk menghormati ibu Didier Deschamps. Prancis tetap menang 4-1 atas Norwegia.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.