Konsumsi Listrik di Area Pariwisata Naik 7,91%

Konsumsi Listrik di Area Pariwisata Naik 7,91%Ilustrasi jaringan PLN - Bisnis/Paulus Tandi Bone
15 Juni 2019 08:17 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Selama libur Lebaran 2019, pasokan listrik untuk daerah pariwisata khususnya di Gunungkidul mengalami kenaikan sebesar 7,91%.

Humas PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Yogyakarta Rina Wijayanti mengungkapkan suplai listrik yang mengisi daerah pariwisata terpantau naik di wilayah Gunungkidul. Beban puncak untuk periode normal sebesar 31,6 MW. "Untuk beban puncam periode hari libur Lebaran tercatat 34,1 MW. Artinya ada kenaikan 7,91 persen," kata dia, Jumat (14/6).

Ia mengatakan selama masa libur Lebaran, pasokan listrik sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pasalnya pembebanan masih 56,89%. Pada masa libur Lebaran konsumsi listrik masyarakat DIY tercatat mengalami kenaikan 0,6%.

Ia menjelaskan beban puncak PLN UP3 Yogyakarta pada pukul 10.00 WIB sebesar 438,18 MW dan pada pukul 19.00 WIB sebesar 461,53 MW. Adapun kapasitas terpasang sebesar 816 MW. "Prediksi beban puncak bulan Ramadan naik 0,6 persen atau menjadi 464,29 MW. Persentase pembebanan masih 56,89 persen dari kapasitas," jelas dia.

Ia mengakui tidak ada kendala yang dihadapi dalam mencukupi kebutuhan pasokan listrik saat libur Lebaran. Pasalnya, jumlah pasokan masih sangat mencukupi. Selama periode H-7 hingga H+7 Lebaran PLN tidak melakukan pemeliharaan jaringan dengan pemadaman demi kenyamanan masyarakat. Setelah H+7 Lebaran pemeliharan mulai dilakukan lagi.

"Karena pada saat H-7 hingga H+7 Lebaran tidak ada pemeliharaan, apabila ada karena bersifat urgent dan harus disegerakan penyelesaiannya setelah mendapat izin dari Manager Bagian jaringan dan diketahui Manager PLN UP3 Yogyakarta," papar dia.