Rusia Pasar Potensial Pariwisata DIY

Rusia Pasar Potensial Pariwisata DIYDuta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus M Wahid Supriyadi./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
29 Juni 2019 09:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Negara Rusia dipandang sebagai pasar yang potensial untuk pariwisata DIY. Potensi ini diharapkan bisa ditangkap oleh Pemerintah DIY. 

Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus M Wahid Supriyadi mengatakan salah satu cara menangkap peluang itu adalah dengan menampilkan potensi terbaik dalam pameran di Rusia pada Agustus mendatang. Ia menyebutkan DIY mendapatkan keistimewaan dengan memperoleh tempat utama, paling depan, dan paling besar dalam Festival Indonesia keempat di Taman Krasnaya Presnya, Moskow, Rusia pada 2-4 Agustus 2019. "Kami menilai peluang DIY dinilai sangat besar terutama dari potensi pariwisata, produk kuliner dan kerajinan usaha kecil dan menengah [UKM] dan investasi untuk dipasarkan di Rusia" ujar dia kepada wartawan di Bangsal Kepatihan usai bertemu dengan Gubernur DIY, Kamis (27/6).

Ia mengatakan festival ini akan menghadirkan lebih dari 100 booth. Festival ini juga bakal menampilkan pameran berbagai produk Indonesia, pergelaran seni dan budaya Indonesia yang ditargetkan dikunjungi setidaknya 140.000 warga Rusia. Festival didahului dengan Forum Bisnis Indonesia-Rusia dan business matching yang dihadiri pejabat dan pelaku bisnis kedua negara pada 1 Agustus 2018. "Saya datang dan berkoordinasi langsung dengan Sultan karena DIY paling besar mendapatkan tempat, prime location atau utama di Festival Indonesia dibanding provinsi lainnya di Indonesia yang ikut serta," ungkap dia.

Menurutnya, Festival Indonesia keempat ini yang terbesar. Pasalnya gelaran ini diadakan di lokasi taman seluas 16,5 Hektare yang dimanfaatkan sekaligus untuk jualan. 

Tak Kalah

Wahid menyampaikan dari sisi pariwisata, DIY tidak kalah menarik dan populer dari Bali. Memang diakui jumlah kunjungan wisatawan dan lama tinggal wisatawan masih tertinggal dari Bali. Selain pariwisata, produk-produk kuliner dan kerajinan di DIY cukup aktif sehingga banyak diminati pasar Rusia.  "DIY juga paling rapi dari pengorganisasianya, karena mengirimkan 17 pengusaha yang akan ikut serta dan dikirim awal sehingga pada waktu Gubernur DIY ke sana sudah ada kontrak-kontrak antara perusahaan DIY dengan Rusia sehingga hasilnya nyata," terang dia.

Potensi DIY yang terbuka lainnya adalah investasi didukung kehadiran bandara baru di Kulonprogo dan proyek-proyek infrastruktur lainnya seperti jalan tol, airport city. Rusia merupakan salah satu peminat investasi yang cukup besar dan DIY sudah siap dengan segala sesuatunya sehingga lebih mudah untuk ditawarkan kepada investor.

Sebelumnya sudah banyak pelaku UKM DIY yang melakukan ekspansi pasar ke Rusia, tetapi masih terbatas kapasitas produksinya. Sementara secara kualitas, produk-produk UKM DIY tidak kalah dan sangat diminati buyers Rusia baik kerajinan, kuliner, maupun peralatan medis.  "Sri Sultan HB X sudah melihat peluang pasar yang besar di Rusia. UKM di DIY sendiri punya potensi besar sehingga harus tampil dalam Festival Indonesia ke-4 di Moskow ini. Beliau juga akan mengajak Sultan berkunjung ke Kazan Tatarstan yang merupakan Silicon Valley-nya Russia untuk berbagi pengalaman dan pertemuan bilateral," ungkap dia.

Menurutnya festival tersebut harus rutin digelar setiap tahunnya karena memberikan dampak yang sangat positif untuk mempromosikan produk-produk UKM Indonesia baik kerajinan, kuliner, fesyen, atau industri kreatif sekaligus mempromosikan keanekaragaman seni dan budaya Nusantara. Selain itu, pelaksaaan festival dan forum bisnis ini telah menepis image masyarakat dunia tentang Rusia yang masih menakutkan. Ia mengungkapkan Rusia justru merupakan pasar 147 juta penduduk yang sangat potensial bagi DIY. "Festival ini salah satunya sebagai upaya mendorong perluasan pasar ekspor DIY," terang dia.