Indonesia Marketeers Festival Bagikan Ilmu Terbaru

Indonesia Marketeers Festival Bagikan Ilmu Terbaru Penyerahan Penghargaan dalam Indonesia Marketeers Festival 2019, di Grand Ambarrukmo, Kamis (15/8)./ Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
16 Agustus 2019 08:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJAIndonesia Marketeers Festival 2019 diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kapabilitas ilmu pemasaran terbaru.

“Kegiatan ini diharapkan mampu menyebarkan ilmu marketing yang terbaru. Untuk meningkatkan penjualan pada 2019, harus gencar melakukan sales promotion. Tapi awas, jangan hanya diskon, karena masih banyak strategi atau gebrakan yang bisa dilakukan agar sales naik, plus nama brand tetap apik,” kata Chairman MarkPlus, Inc, selaku pihak penyelenggara Indonesia Marketeers Festival 2019, Hermawan Kartajaya, di sela-sela kegiatan di Grand Ambarrukmo, Kamis (15/8).

Hermawan mengatakan tantangan di dunia marketing kian beragam sehingga marketers dapat terjebak. Misalnya membuat biaya tambahan untuk marketing.

“Saat ini kan harus promosi secara offline dan online, kalau online semua enggak boleh. Offline semua enggak bisa. Jadi tantangannya mencari keseimbangan ini yang susah. Solusinya kita harus mengetahui konsumen yang sesungguhnya luar dalam. Tidak cuma asal,” ucapnya.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X dalam sambutan tertulisnya mengatakan peran marketing besar dalam sebuah ruang usaha. Namun bukan berarti pemasaran dapat dilakukan secara asal-asalan. Sebab jika suatu unit bisnis dapat mempromosikan produk dengan gencar tetapi  produk yang ditawarkan tak bermutu tentu upaya yang telah dilakukan menjadi tak berarti.

Selling is a process, not a magic. Karena itu sebelum dijual seharusnya sebuah produk harus dikemas semenarik mungkin. Produk harus melambangkan mutu dan memiliki value,” ucapnya.

Sultan juga mengatakan seorang pemasar yang baik tidak hanya mampu menjual produk yang ada di perusahaan tetapi juga harus mampu melahirkan pemasar baru dan menaikan citra baik perusahaan.

“Konsepnya tidak hanya menjadi pemasaran musiman tetapi menjadi pemasaran produktif. Kehebatan produk belum tentu menjadi tolak ukur menguasai pasar, tetapi kunci utama di pemasar,” ucapnya.

Di sisi lain, pemasar mesti kreatif, strategi ini juga perlu didukung produk yang kreatif dan inovatif.  Pemasar harus mampu menularkan virus positif, ruang lingkup pemasar luas, tidak hanya meningkatkan laba perusahaan tetapi juga hal-hal lain seperti peningkatan kualitas produk dan pengembangan pasar.

MarkPlus, Inc, selaku pihak penyelenggara Indonesia Marketeers Festival 2019 memilih tajuk Sales Promotion Breakthrough: 5 Gebrakan Penjualan 2019, Sales Naik, Brand Apik. Dalam acara ini turut diserahkan penghargaan Public Service of The Year Jogja 2019 dan Marketers of The Year Jogja 2019.