Head of Marketing HOOQ Indonesia : Harus Lincah Ikuti Keinginan Pasar

Head of Marketing HOOQ Indonesia : Harus Lincah Ikuti Keinginan PasarHead of Marketing HOOQ Indonesia Hera Laxmi Devi Septiani ketika ditemui di Solos Kopi & Eatery, Jogja, beberapa waktu lalu./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
03 September 2019 08:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Keinginan pasar yang terus berubah dan teknologi yang terus berkembang menuntut untuk terus diikuti. Kelincahan dan kejelihan melihat pasar sangat diperlukan. Hal ini pula yang dilakukan HOOQ Indonesia.

Head of Marketing HOOQ Indonesia Hera Laxmi Devi Septiani melihat HOOQ sebagai layanan video on demand sangat dinamis. Ia bergabung dengan HOOQ pada 2018. Meskipun timnya kecil, tetapi ritme kerja yang dibangun sangat menyenangkan.

"Kami handle sendiri tetapi karena dahulu saya ada pengalaman di bidang public relations, digital, event, dan lain-lain, jadi sudah familier," kata dia kepada Harian Jogja ketika ditemui di Solos Kopi & Eatery, Jogja, beberapa waktu lalu.

Ia sudah bergelut dengan dunia digital sudah sejak 2007 ketika bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi. Menurutnya, dunia digital berkembang pesat. Selalu ada hal yang baru hampir setiap pekan dan areanya sangat luas.

"Mulai dari teknik banget misal pembuatan web, sampai ke sosial banget seperti media sosial, dan ada di tengah-tengahnya seperti pasang iklan. Kita dituntut untuk bisa kuasai itu semua," kata wanita yang sedang menyelesaikan disertasinya itu.

Dunia digital kini tidak hanya identik dengan bidang telekomunikasi, tetapi justru saat ini bidang transportasi dan akomodasi menjadi lokomotif.

Perubahan yang cepat ini harus bisa diikuti. Meskipun untuk menerapkan sebuah teknologi baru diperlukan waktu. Bisa saja ketika menerapkan teknologi baru, dalam waktu dekat  sudah muncul teknologi yang baru. "Harus bisa ikuti  Harus pinter pilih teknologi apa yang lebih long lasting untuk jangka panjang tanpa harus ganti tiap saat," kata dia.

Dinamika tinggi ini pula yang membuat pekerjaannya tidak pernah membosankan. Ia dituntut untuk lincah dan cepat beradaptasi. Jika tidak, maka akan ketinggalan. "Bagaimana pinter-pinternya cari tahu yang disukai konsumen yang mana," papar dia.

Seperti di HOOQ, ia harus bisa memetakan apa kegemaran penonton. Menurutnya, saat ini pelanggan lebih menyukai film lokal Indonesai dan ada tiga genre favorit yakni drama romantis, komedi, dan horor.

Hal itu juga ditindaklajuti dengan menggelar acara seperti kompetisi standup comedy digital unik di Indonesia Stand Up Battle Indonesia 2019 yang merupakan kolaborasi layanan video on demand HOOQ, aplikasi video streaming Telkomsel MAXstream, dan Grup teknologi komunikasi terkemuka di Asia Singtel. Kolaborasi itu diwujudkan untuk mengakselerasi perkembangan stand up comedy yang semakin diminati.

Ia mengatakan Standup Battle Indonesia semakin mempertegas komitmen HOOQ dalam mendukung pertumbuhan industri hiburan dan kreatif Indonesia. Melalui kompetisi ini, HOOQ dan MAXstream membuka kesempatan bagi para talenta komika Indonesia untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam seni komedi tunggal.

"Kami ingin HOOQ makin tambah penggunanya. Saat ini yang terdaftar 40 juta pengguna. Kami juga ingin waktu memutar filmnya lebih banyak, ingin tambah partner, ingin mempermudah akses ke pelanggan dengan menambahkan cara pembayaran. Cara pembayaran kami ini paling lengkap," ucap dia.