Advertisement
Head of Marketing HOOQ Indonesia : Harus Lincah Ikuti Keinginan Pasar
Head of Marketing HOOQ Indonesia Hera Laxmi Devi Septiani ketika ditemui di Solos Kopi & Eatery, Jogja, beberapa waktu lalu./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Keinginan pasar yang terus berubah dan teknologi yang terus berkembang menuntut untuk terus diikuti. Kelincahan dan kejelihan melihat pasar sangat diperlukan. Hal ini pula yang dilakukan HOOQ Indonesia.
Head of Marketing HOOQ Indonesia Hera Laxmi Devi Septiani melihat HOOQ sebagai layanan video on demand sangat dinamis. Ia bergabung dengan HOOQ pada 2018. Meskipun timnya kecil, tetapi ritme kerja yang dibangun sangat menyenangkan.
Advertisement
"Kami handle sendiri tetapi karena dahulu saya ada pengalaman di bidang public relations, digital, event, dan lain-lain, jadi sudah familier," kata dia kepada Harian Jogja ketika ditemui di Solos Kopi & Eatery, Jogja, beberapa waktu lalu.
Ia sudah bergelut dengan dunia digital sudah sejak 2007 ketika bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi. Menurutnya, dunia digital berkembang pesat. Selalu ada hal yang baru hampir setiap pekan dan areanya sangat luas.
"Mulai dari teknik banget misal pembuatan web, sampai ke sosial banget seperti media sosial, dan ada di tengah-tengahnya seperti pasang iklan. Kita dituntut untuk bisa kuasai itu semua," kata wanita yang sedang menyelesaikan disertasinya itu.
Dunia digital kini tidak hanya identik dengan bidang telekomunikasi, tetapi justru saat ini bidang transportasi dan akomodasi menjadi lokomotif.
Perubahan yang cepat ini harus bisa diikuti. Meskipun untuk menerapkan sebuah teknologi baru diperlukan waktu. Bisa saja ketika menerapkan teknologi baru, dalam waktu dekat sudah muncul teknologi yang baru. "Harus bisa ikuti Harus pinter pilih teknologi apa yang lebih long lasting untuk jangka panjang tanpa harus ganti tiap saat," kata dia.
Dinamika tinggi ini pula yang membuat pekerjaannya tidak pernah membosankan. Ia dituntut untuk lincah dan cepat beradaptasi. Jika tidak, maka akan ketinggalan. "Bagaimana pinter-pinternya cari tahu yang disukai konsumen yang mana," papar dia.
Seperti di HOOQ, ia harus bisa memetakan apa kegemaran penonton. Menurutnya, saat ini pelanggan lebih menyukai film lokal Indonesai dan ada tiga genre favorit yakni drama romantis, komedi, dan horor.
Hal itu juga ditindaklajuti dengan menggelar acara seperti kompetisi standup comedy digital unik di Indonesia Stand Up Battle Indonesia 2019 yang merupakan kolaborasi layanan video on demand HOOQ, aplikasi video streaming Telkomsel MAXstream, dan Grup teknologi komunikasi terkemuka di Asia Singtel. Kolaborasi itu diwujudkan untuk mengakselerasi perkembangan stand up comedy yang semakin diminati.
Ia mengatakan Standup Battle Indonesia semakin mempertegas komitmen HOOQ dalam mendukung pertumbuhan industri hiburan dan kreatif Indonesia. Melalui kompetisi ini, HOOQ dan MAXstream membuka kesempatan bagi para talenta komika Indonesia untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam seni komedi tunggal.
"Kami ingin HOOQ makin tambah penggunanya. Saat ini yang terdaftar 40 juta pengguna. Kami juga ingin waktu memutar filmnya lebih banyak, ingin tambah partner, ingin mempermudah akses ke pelanggan dengan menambahkan cara pembayaran. Cara pembayaran kami ini paling lengkap," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Harga Emas Antam 8 April Melonjak Tajam, Nyaris Sentuh Tiga Juta
- Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Ini Rencana Bank Indonesia
- Harga Emas Antam Melonjak, Tembus Rp2,85 Juta per Gram
- Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026
- Forbes April 2026: Kekayaan Elon Musk Tembus Rp13.746 Triliun
Advertisement
Dari Dapur Sederhana, Perjuangan Kader Ini Ubah Nasib Balita
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
- Iuran Belum Naik, BPJS Kesehatan Pilih Suntikan Dana dan Pencegahan
- Bank Dunia: Ekonomi Indonesia Diprediksi Tumbuh 4,7 Persen di 2026
- Bansos April 2026 Mulai Cair Pekan Ini, Begini Detail Cara Mengeceknya
- Ekspor DIY Tumbuh Saat Dunia Lesu AS Jadi Pasar Utama
- Menaker Klaim Banyak Lowongan Kerja
- Tekanan Global Menguat, BI Cenderung Tahan Penurunan Suku Bunga
- Melonjak, Ini Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 Kamis 9 April 2026
Advertisement
Advertisement






