Advertisement
Titik Dangkal Sungai Musi Picu Kapal Tongkang Kandas. Ini Efeknya ...
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Nova Wahyudi
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Sejumlah kapal tongkang dikabarkan kandas di Sungai Musi. Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) mewaspadai terganggunya pengiriman pasokan batu bara dari Palembang.
Adapun kandasnya kapal tongkang tersebut lantaran penurunan debit air yang mengakibatkan pendangkalan di alur Sungai Musi. Kondisi ini pun menyulitkan kapal tongkang 300 feet yang telah bermuatan penuh batu bara sulit melewati aliran sungai tersebut.
Advertisement
Tercatat ada delapan titik dangkal yang berpotensi mengakibatkan kapal kandas dihitung dari tempat pemuatan, yakni Jetty SDJ Lematang sampai dengan kota Palembang.
Kejadian ini terjadi sejak 20 Agustus lalu. Namun, secara perlahan sejumlah kapal mulai bisa meloloskan diri. Pada 27 Agustus 2019, hanya satu kapal yang berhasil lolos, sedangkan pada 28 Agustus sudah ada tiga lagi tongkang yang lolos.
BACA JUGA
Meskipun demikian, jumlah kapal tongkang yang kandas masih lebih banyak dan justru menutupi alur sungai sehingga pengoperasian kapal terpaksa ditunda dan tidak melanjutkan perjalanan.
Direktur Eksekutif APLSI Rizal Calvary Marimbo mengatakan pasokan batu bara dari palembang tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang ada di Jawa bagian barat dan Sumatra. Hingga saat ini, stok batu bara di masing-masing pembangkit yang ada di lokasi tersebut memang masih tergolong aman.
"Sekarang masih cukup stok di pembangkit. Kalau kelamaan bisa kena [tidak mendapat suplai]," katanya kepada Bisnis, Senin (2/9/2019).
Menurutnya, apabila kondisi ini berlanjut hingga 2 atau 3 bulan lamanya, suplai batu bara untuk pembangkitan akan mengalami kendala.
"Masih nyangkut itu kapal-kapal," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Skema Jam Kerja Baru ASN Jogja Tertunda, Pemkot Tunggu Arahan
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Ekspor Batu Bara Kena Pungutan Baru, Berlaku Mulai 1 April 2026
- Rupiah Menguat Tipis Saat Pasar Menunggu Sinyal Damai Iran
- Pemerintah Berupaya BBM Subsidi Tetap Aman Saat Dunia Bergejolak
- Mulai 1 April, Kuota BBM Malaysia Dipotong
- Rupiah Terkikis di Awal Perdagangan Pagi Ini
- Harga Emas Antam Tergelincir Tajam Pagi Ini Turun Puluhan Ribu
- IHSG Tertekan Sentimen Global Arah Konflik Belum Jelas
Advertisement
Advertisement







