Peternak Ayam Ancam Demo Lagi

Peternak Ayam Ancam Demo Lagi Ilustrasi. - Bisnis/Paulus Tandi Bone
09 September 2019 05:57 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Peternak mengancam akan kembali berdemonstrasi jika tuntutan mereka beberapa waktu yang lalu tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jateng-DIY, Parjuni mengharapkan pemerintah segera tanggap atas tuntutan para peternak beberapa waktu yang lalu. “Jadi kami tetap menuntut agar harga naik. Apabila tidak ada action pemerintah, akan demo lagi,” kata Parjuni, Minggu (8/9).

Beberapa tuntutan yang diharapkan para peternak dikatakan Parjuni. Pertama kaitannya dengan harga agar stabil normal sesuai harga pokok penjualan (HPP) yakni Rp17.500-Rp18.000 per kilogram (kg). Sebab harga saat ini masih jauh dari HPP, sekitar Rp12.000/kg.

Meski mengharapkan HPP, Parjuni pesimistis dalam waktu dekat angka tersebut tercapai. Menurutnya, harga yang rasional berkisar Rp16.000/kg. “Kondisi saat ini kan masih banyak juga suplainya,” ujarnya.

Selain itu pihaknya juga menuntut untuk pembubaran tim ahli yang dinilai tidak mampu menghitung kebutuhan pasar, dan tidak paham kondisi di lapangan.  Menurutnya sampai saat ini supply dan demand masih belum seimbang.

Upaya pemangkasan 10 juta ekor secara nasional yang dimulai Senin (2/9) hingga Jumat (20/9) mendatang diharapkan dapat mengerek harga jual di tingkat peternak. “Kami mintanya sebenarnya lebih pemangkasan itu, tetapi yang disetujui sebesar itu. Kemudian juga seharusnya paling tidak sampai akhir bulan ini,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yanto Aprianto mengatakan harga di pasar saat ini Rp30.000/kg, sementara di tingkat peternak perkembangan karkas dari pedagang kisaran Rp20.000/kg-Rp25.000/kg .

“Dari kandang memang masih kisaran Rp10.000/kg-Rp11.000/kg. Mungkin ke depan bisa naik karena untuk bulan ini permintaan menurun dengan kaitan hajatan atau resepsi di bulan Suro,” katanya.