Advertisement
Belajar Kolaborasi dan Integrasi melalui Umbrella Activity
Para murid Olifant School saat Umbrella Activity belum lama ini./ Ist. - Olifant School
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Anak–anak tidak hanya cukup mendapatkan bekal tentang berbagai ilmu yang ada di masa sekarang, karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang akan mereka hadapi di masa mendatang sudah akan jauh berkembang serta berbeda dengan yang ada di masa sekarang.
Marketing Communication Olifant School Mariana Hastuti menjelaskan Olifant sebagai institusi sekolah memberikan perhatian terhadap kebutuhan yang diperlukan generasi muda di masa mendatang. Hal ini yang mendasari Olifant School selalu merencanakan kegiatan kreatif yang akan merangsang dan memberikan stimulasi berbagai ketrampilan yang dibutuhkan anak–anak di masa yang akan datang.
Advertisement
Salah satu kegiatan kreatif dan khas Olifant School yang di minggu ini sedang berlangsung di Olifant Elementary adalah Umbrella Activity. Umbrella Activity merupakan kegiatan pembelajaran integratif yang disusun dan dirancang khusus oleh Olifant School dan tim pengajar di sekolah. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang mengintegrasikan berbagai materi pelajaran yang sudah dipelajari anak–anak ke dalam sebuah kegiatan aplikatif dengan berdasar tematik yang sedang berjalan di bulan tersebut. "Kegiatan ini menggabungkan berbagai target pembelajaran yang sudah dipelajari anak sebelumnya di bulan tersebut," ujar dia dalam rilisnya, Rabu (11/9).
Ia menjelaskan dalam kegiatan Umbrella Activity, anak–anak selain mengaplikasikan ilmu yang sudah mereka dapat sebelumnya, mereka juga belajar berbagai life skills dalam kegiatan kolaboratif dan praktik yang disediakan. Beberapa tema yang diangkat di minggu ini antara lain Alun–Alun Olifant, Era baru dengan Semangat 45 dan Harmony Garden. Ada berbagai kegiatan yang dilakukan dari mulai belajar problem solving & kreativitas tentang perkalian dan pembagian yang digabungkan dalam satu kegiatan memasak ronde sebagai salah satu minuman yang merupakan hasil akulturasi budaya, pengembangan rasa cinta dan bangga akan keragaman yang dimiliki Indonesia dengan belajar kebinekaan melalui nilai–nilai Pancasila dan mengenal lambang negara Indonesia.
Kegiatan ini dilakukan melalui sebuah permainan yang menarik, kemampuan kerja sama dan komunikasi dengan teman untuk menyelesaikan persoalan matematika melalui permainan coklak hingga belajar mengenai perang puputan dengan berbagai permainan tradisional yang mengembangkan ketrampilan menyusun strategi serta menggabungkan informasi literasi yang mereka dapatkan. Dalam kegiatan ini mereka juga memanfaatkan berbagai teknologi untuk melengkapi research dan keperluan mereka untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai persoalan yang harus mereka selesaikan.
"Di setiap akhir kegiatan siswa mengadakan refleksi dan tentang pembelajaran yang dilakukan serta bagaimana aplikasinya dalam kehidupan sehari–hari. Disesuaikan dengan level perkembangan kognitif mereka, para pengajar di Olifant School melalui Umbrella Activity mengajarkan anak–anak melihat hubungan pembelajaran dengan kehidupan mereka sehari–hari," terang dia.
“Mempersiapkan generasi ini untuk menghadapi tantangan di masa mendatang, tidak hanya berhenti pada persoalan memberikan ilmu sebanyak mungkin pada mereka. Tetapi justru yang lebih penting adalah mempersiapkan berbagai keterampilan dan ketangguhan karakter untuk mereka di masa depan dapat menggunakan ketrampilan tersebut untuk mencari dan melengkapi ilmu pengetahuan yang mereka butuhkan serta mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ancaman Siber Naik Tajam, OJK Minta Nasabah Jadi Benteng Pertama
- Eh, Ada Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api untuk Lebaran, Ini Daftarnya
- BPOM Sita 41 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat
- Buyback Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Turun Serempak
- Cek Saldo Minimum Mandiri, BRI, BNI Terbaru Februari 2026
Advertisement
Advertisement
WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Antam Senin 23 Februari Naik Rp16.000 per Gram
- Uang Beredar M2 Januari 2026 Tembus Rp10.117,8 Triliun
- APBN Januari 2026 Defisit Rp54,6 Triliun
- Menkeu Purbaya Perpanjang Penempatan Dana Rp200 Triliun di Perbankan
- Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Masih Sulit Tercapai
- Tarif Trump Dibatalkan, Pemerintah AS Tegaskan Perjanjian Dagang Tetap
- MUI Ingatkan Risiko Jika Produk AS Dikecualikan dari Label Halal
Advertisement
Advertisement








