Kadin dan UGM Jalin Kerja Sama
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Peserta Hyatt Pink Ribbon Run 2018 mulai berlari pada tahun lalu di Hyatt Regency Yogyakarta./ Ist./ Hyatt Regency Yogyakarta
Harianjogja.com, JOGJA—Hyatt Regency Yogyakarta kembali mengadakan Hyatt Pink Ribbon Run dengan tema Berlari untuk Peduli, sebagai wujud memberikan dukungan terhadap para survivor kanker, yang dilaksanakan di South Garden Hyatt Regency Yogyakarta, Minggu (6/10) mendatang.
Race Director Hyatt Pink Ribbon Run 2019, Andreas Kenan mengatakan Hyatt ingin mengajak para pencinta lari untuk lebih peduli tidak hanya kepada kesehatan dan lingkungan, tetapi juga kepada para pejuang kanker. “Semua keuntungan Hyatt Pink Ribbon Run 2019 akan disumbangkan ke Yayasan Kanker Indonesia cabang DIY,” kata Andreas melalui siaran pers, Kamis (12/9).
Event lari yang sudah menginjak tahun ke-empat ini akan diikuti 1.200 peserta. Selain kategori 5K, 10K, dan 21K, tahun ini juga ada kategori baru Kids Fun Run dengan konsep obstacle run yang ramah anak-anak. Tujuan dari kategori ini adalah untuk mengenalkan pola hidup sehat dan olahraga lari sejak dini kepada anak-anak.
Pink Ribbon menjadi program corporate social responsibility (CSR) tahunan Hyatt yang diadakan setiap
Oktober bertepatan dengan bulan peringatan kanker payudara. Program yang sudah digagas sejak 2014 dengan menggandeng YKI diawali dengan seminar untuk meningkatkan kesadaran kanker payudara dan menjalankan pola hidup sehat. Sejak 2016 dan melihat tren olahraga lari yang meningkat, CSR Pink Ribbon mulai beralih menjadi event lari. Tujuannya mengajak lebih banyak orang untuk peduli terhadap
para pejuang kanker. Hingga akhirnya 2018, Hyatt berani membuka kategori Half Marathon dan di 2019 ini kategori baru Kids Fun Run ikut meramaikan Pink Ribbon.
Sejak 2016 hingga saat ini sudah lebih 4.000 pelari ikut berpartisipasi dan menunjukkan kepeduliannya terhadap pejuang kanker. Tidak hanya peduli terhadap pejuang kanker saja, tetapi mereka juga peduli
terhadap kesehatan mereka sendiri. “Lari adalah gaya hidup yang sangat positif dan patut untuk ditularkan ke lingkup yang lebih luas lagi. Penggemar lari tidak hanya menyentuh orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Jika kegemaran lari dapat ditularkan, maka semakin banyak orang yang akan memiliki gaya hidup sehat bebas dari berbagai penyakit beresiko termasuk kanker,” katanya.
Acara pada Minggu (6/10) akan dimulai pukul 5.30 WIB untuk kategori Half Marathon, kemudian 10K start pukul 06.00 WIB dan 5K start pukul 6.15 WIB, untuk peserta Kids Fun Run mulai pukul 07.30 WIB. Panitia telah menyediakan rute yang aman, jauh dari hiruk pikuk kendaraan dan polusi. Pemandangan sawah dan permukiman warga akan menemani para pelari di sepanjang rute. “Kami mengucapkan terima kasih atas animo pelari yang begitu luar biasa terhadap Hyatt Pink Ribbon Run 2019. Segala persiapan sedang kami lakukan untuk memastikan acara berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Para pelari dapat mengambil race pack di The Residence Hyatt Regency Yogyakarta pada Kamis (3/10) - Sabtu (5/10) mulai pukul 10.00 WIB-18.00 WIB. Semua peserta yang berhasil finish akan mendapatkan medali dan khusus bagi 21K akan mendapatkan finisher tee. Selain berlari, para peserta juga akan diajak untuk menikmati live music performance, zumba, bazar makanan dan seni, food truck, DJ Performance, dan berbagai macam doorprize. Semuanya tersaji di race village, South Garden Hyatt Regency Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian
Alex Rins mengaku syok melihat kecelakaan horor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026 hingga jantungnya seperti berhenti berdetak.
Jennifer Coppen dan Justin Hubner mengumumkan rencana pernikahan di Bali pada Juni 2026 dengan tiga konsep adat berbeda.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.