Tok, Garuda Group & Sriwijaya Rujuk

Tok, Garuda Group & Sriwijaya RujukIlustrasi kerja sama - Bisnis.com
02 Oktober 2019 06:22 WIB Herlambang Jati Kusumo & Rio Sandy Pradana Ekbis Share :

Harianjogja.com, TANGERANG—Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air Group memutuskan rujuk dengan kembali menjalankan Kerja Sama Manajemen. 

Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo mengatakan kesepakatan tersebut dilakukan setelah pemerintah memfasilitasi pertemuan kedua grup maskapai. Pihaknya mewakili manajemen Garuda Group. "Pagi ini (1/10), Garuda Group dan Sriwijaya Group memutuskan untuk melanjutkan Kerja Sama Manajemen (KSM) ini. Keberlanjutan ini sejalan dengan pertemuan kedua pihak yang difasilitasi oleh Kementerian BUMN, beberapa waktu lalu," ujarnya di Tangerang, Selasa.

Juliandra berharap keputusan tersebut bisa menjadi momentum yang baik dan titik balik untuk mengedepankan keselamatan dan keamanan penerbangan. Kedua hal tersebut merupakan prioritas Garuda dan Sriwijaya.

Pihaknya menyebut selain kepentingan pelanggan, kesepakatan ini juga merupakan bagian dari program penyelamatan aset negara. Garuda menyatakan ingin mendukung agar kondisi Sriwijaya menjadi lebih baik.

Keberlanjutan KSM juga mendorong penyehatan ekosistem sektor penerbangan nasional yang terpuruk sejak awal tahun ini. "KSM ini akan dimulai secepatnya dimulai dengan memberikan dukungan operasional penerbangan dari pesawat Sriwijaya Air Group melalui GMF AeroAsia," imbuhnya.

 

Kepercayaan Pulih

Juliandra mengatakan implementasi KSM tersebut dimulai dengan memberikan dukungan perawatan pesawat Sriwijaya dari PT GMF AeroAsia Tbk. Dukungan terhadap layanan operasional akan dilakukan secara bertahap. "Sriwijaya akan tetap beroperasi dan mendapatkan dukungan segala hal yang termuat dalam perjanjian KSM. Kami berharap kepercayaan pelanggan terkait dengan keselamatan dan keamanan Sriwijaya bisa pulih," ujarnya.

Direktur Utama GMF AeroAsia Tazar M. Kurniawan menyatakan siap mendukung dari sisi keselamatan dan kualitas guna memastikan seluruh pesawat Sriwijaya bisa beroperasi dengan optimal. "Kami akan terus melanjutkan untuk memberikan layanan operasional penerbangan Sriwijaya Air Group, mencakup Sriwijaya Air dan NAM Air. Kami akan langsung tangani," ucapnya.

Keberlanjutan kerja sama ini dinilai bukan cuma menguntungkan kedua pihak. Namun, diharapkan bisa memberikan keuntungan kepada pengguna transportasi udara. KSM Citilink-Sriwijaya pertama kali dijalin pada 9 November 2018. Kesepakatan tersebut sempat menjadi polemik usai Sriwijaya melakukan perombakan jajaran direksi pada 9 September 2019.

 

Tetap Beroperasi

Kabar mengenai perselisihan komunikasi antara Citilink dan Sriwijaya Air mencuat sejak pekan lalu. Pada Senin (30/9) sempat tersiar kabar maskapai Sriwijaya Air akan berhenti beroperasi. Ditanya mengenai hal ini, General Manager Bandara Adisutjipto, Agus Pandu Purnama mengatakan tidak ada operasional Sriwijaya Air yang berhenti. “DIY masih operasional, memang kemarin ada informasi seperti itu [operasional berhenti]. Tetapi saya sudah konfirmasi operasional normal, ground support equipment masih ditangani Gapura itu Garuda juga,” kata Pandu, Selasa.

Pandu mengatakan tidak bisa berkomentar banyak terkait dengan permasalahan tersebut, karena menyangkut masalah internal maskapai. Namun, secara operasional dikatakannya masih berlangsung seperti biasa normal.

Sementara itu Pengamat Penerbangan Alvin Lie, tidak berkomentar banyak terkait masalah ini, dan dinilai permasalahan terlah selesai. “Sudah rujuk dengan Garuda, tidak ada [masalah] sudah lanjut kerja sama dengan Citilink. Biasalah komunikasi kurang lancar pemahaman terkait hak kewajiban, sudah selesai ada kesepahaman,” kata Alvin.