Kapasitas UMKM Jogja Perlu Diperbesar

Kapasitas UMKM Jogja Perlu DiperbesarKepala Dinas Koperasi & UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Jogja Lucy Irawati (kiri), Pemilik Abekani Jogja Tunjung Pratiwi (kedua kiri) dan Branch Manager JNE Yogyakarta Adi Subagyo (kedua kanan) dalam JNE Kopiwriting di Silol Kopi & Eatery, Jogja, Rabu (2/10) malam./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
04 Oktober 2019 11:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dunia usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jogja semakin berkembang. UMKM terbukti tangguh ketika menghadapi masa sulit seperti krisis moneter. Karena itu, keberadaan UMKM harus terus didukung sehingga usaha yang dijalankan semakin besar.

Lucy Irawati, Kepala Dinas Koperasi & UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Jogja mengungkapkan berdasarkan pendataan 2017 di Jogja tercatat 23.000 UMKM yang melakukan usaha. Dari jumlah tersebut sekitar 81% merupakan usaha mikro, 15% kecil, dan baru sekitar 3,25% yang merupakan usaha menengah. "Memang masih didominasi mikro. Tetapi, data ini menunjukkan perkembangan UMKM luar biasa karena semakin banyak dan UMKM ini tangguh saat ada krisis ekonomi jadi harus selalu didampingi dan didorong agar usahanya semakin besar," kata dia dalam JNE Kopiwriting di Silol Kopi & Eatery, Jogja, Rabu (2/10) malam.

Jumlah UMKM terus berkembang karena pergerakan usaha lokal sangat dinamis. Selain itu, pihaknya juga memberikan pembinaan dan pendampingan UMKM seperti pelatihan produksi, manajemen kewirausahaan, hingga legalitas usaha. Dinas terus mendorong UMKM yang sudah mapan usahanya mulai mengurus legalitas karena hal ini cukup penting untuk keberlangsungan usaha. Ia mengakui jumlah UMKM yang mengurus legalitas masih cukup kecil jika dibandingkan jumlah UMKM yang ada di Jogja. Ia menyebutkan dari 23.000 UMKM yang terdata, baru 3.462 UMKM.

Salah satu pelaku usaha asal Jogja, Tunjung Pratiwi yang merupakan pemilik Abekani Jogja berbagi seputar pengalaman dalam merintis bisnis yang kini sudah membuahkan hasil. Dengan modal Rp2 juta, Ia memulai usaha pada 2009, yaitu membuat produk bahan kulit seperti tali kamera dan tempat ponsel atau laptop. Menurut Tunjung, sistem pemasaran dan penjualan online sangat membantu usaha kecil yang masih dirintis karena sistem offline membutuhkan modal yang cukup besar. “Melalui metode offline tidak membuahkan hasil. Hingga akhirnya kami menerima pesanan custom tas kamera secara online. Dari situlah penjualan kami meningkat," kata dia.

Salah satu hal unik dari brand ini adalah memiliki komunitas pencinta tas kulit Abekani yang terbentuk melalui Facebook Group. Member aktifnya tersebar di kota–kota besar di seluruh Indonesia, bahkan, ada juga dari luar negeri seperti Hong Kong dan Qatar.

 

Budaya & Wisata

Branch Manager JNE Yogyakarta Adi Subagyo mengatakan Jogja memiliki daya tarik di mana masyarakat terus memelihara budaya hingga dalam keseharian warganya, kerajinan khas daerah dan kuliner. Jogja pun menjadi salah satu tujuan wisata bagi banyak turis dalam negeri maupun luar negeri. Hal tersebut pula yang menjadi peluang bagi para pelaku usaha. "Untuk mendorong munculnya peluang dan memberikan kemudahan kepada pelaku UMKM di Jogja, JNE menghadirkan Friendly Logistics. Ini adalah layanan untuk mempermudah pelaku industri kreatif, termasuk UMKM dalam menjalankan bisnis," ujar dia.

Ia menjelaskan pengelolaan warehousing oleh Friendly Logistic dilakukan secara profesional dan terintegrasi langsung dengan layanan pengiriman. Layanan ini pun mampu menyediakan update data jumlah stok barang, dan status pengiriman tiap paket secara berkala.

Berbagai fasilitas dalam Friendly Logistics seperti digital marketing, warehousing, order fulfilment, technology development, shipping management dan delivery akan menjadi solusi. Hal itu karena pelaku usaha kerap direpotkan dengan proses logistik yang dilakukan sendiri, seperti proses warehousing, pengaturan stok barang mau pun packaging dan yang lainnya.

“Perlu effort besar apabila hal terkait logistik dikerjakan secara mandiri oleh pelaku usaha. Karena itulah Friendly Logistik dihadirkan untuk membantu UKM agar dapat fokus dan berkonsentrasi pada sektor produksi, pengembangan atau inovasi produk, serta sales," jelas dia.

Selain itu, bentuk lain dari dukungan terhadap pertumbuhan UMKM daerah, JNE menggelar JNE Kopiwriting. Untuk penyelenggaraan di Jogja tema yang akan diangkat adalah Menangkap Peluang Industri Kreatif di Era Digital. Kegiatan ini merupakan agenda keempat setelah digelar di Bandung, Padang, Banjarmasin, dan Malang. Setelah Jogja, JNE Kopiwriting juga akan digelar di kota terakhir yaitu Cirebon.