Advertisement
Swiss-Belboutique Peduli Air Bersih di Gunungkidul
Swiss-Belboutique Yogyakarta secara simbolis menyerahkan bantuan air kering kepada perwakilan warga Nglipar, Gunungkidul, Senin (25/11)./ Ist. - Swiss/Belboutique Yogyakarta
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Swiss-Belboutique Yogyakarta membantu korban kekeringan yang ada di wilayah Gunungkidul, khususnya di Kecamatan Nglipar, pada Senin (25/11).
Asst. Public Relations Manager Swiss-Belboutique Yogyakarta, Shela Novitasari mengatakan pada 2018, pihaknya menyalurkan 30 tangki air, tahun ini sejumlah 50 tangki dapat disalurkan ketujuh dusun di Nglipar yang sangat membutuhkan air bersih.
Advertisement
Secara simbolis penyaluran air bersih ini dilakukan pada akhir Oktober lalu dan diterima oleh Karangtaruna Kecamatan Nglipar, Ida Ayu; tokoh masyarakat yang juga sebagai pengelola Sistem Penyaluran Air Minum Dusun (Spamdus) dari Dusun Pringsurat, Desa Kedungkeris, Ngadiyono; staf Kecamatan Nglipar, Timbul; Babinkamtibmas Desa Nglipar, Brigadir Sriyanto dan Kanit Sabhara Ipda Wandoyo.
“Program Pedulai Darurat Air Bersih ini juga merupakan salah satu program corporate social responsibility (CSR) yang menjadi salah satu agenda menyambut peringatan anniversary ketiga Swiss-Belboutique Yogyakartapada 9 Desember 2019. Selain program CSR ini tambahnya akan diadakan pula donor darah, staff party dan berbagai kegiatan internal yang akan di gelar pada Desember dan Januari 2020,” ujar Shela, melalui siaran pers, Kamis (28/11).
General Manager Swiss-Belboutique Yogyakarta, Erny Kusmastuti mengatakan bersyukur bisa berkomitmen setiap tahunnya untuk berbagi membantu warga di Gunung Kidul khususnya di Kecamatan Nglipar dengan distribusi air bersih yang diberikan. “Harapan kami, masa paceklik segera berakhir sehingga tidak menyulitkan warga untuk mendapatkan air bersih. Semoga ada solusi dan bantuan yang lebih baik dari berbagai pihak agar dapat mencegah kesulitan air bersih di masa mendatang,” ucapnya.
Perwakilan Karangtaruna Kecamatan Nglipar, Ida mengatakan musim paceklik tahun ini sangat memprihatinkan dan lebih panjang dari tahun sebelumnya. Ia juga menambahkan sumber air bersih terdekat juga mengering sehingga sangat mengharapkan adanya bantuan distribusi air bersih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
Advertisement
Bandara Adisutjipto Catat Lonjakan Penumpang Lebaran hingga 484 Persen
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Per 1 April 2026 Isi BBM Bersubsidi Dibatasi dan Wajib Catat Nopol
- Isu Pembatasan BBM Mulai Berlaku 1 April, Ini Tanggapan Pertamina
- Pengamat UGM: Batasi BBM Subsidi untuk Redam Dampak Krisis Minyak
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- Stok Melimpah, Pasokan BBM dan LPG di DIY dan Jateng Aman
- Arus Balik Belum Surut, 51.389 Penumpang Padati Stasiun di Jogja
Advertisement
Advertisement







