Swiss-Belboutique Peduli Air Bersih di Gunungkidul

Swiss-Belboutique Peduli Air Bersih di GunungkidulSwiss-Belboutique Yogyakarta secara simbolis menyerahkan bantuan air kering kepada perwakilan warga Nglipar, Gunungkidul, Senin (25/11)./ Ist. - Swiss/Belboutique Yogyakarta
29 November 2019 07:37 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Swiss-Belboutique Yogyakarta membantu korban kekeringan yang ada di wilayah Gunungkidul, khususnya di Kecamatan Nglipar, pada Senin (25/11).

Asst. Public Relations Manager Swiss-Belboutique Yogyakarta, Shela Novitasari mengatakan pada 2018, pihaknya menyalurkan 30 tangki air, tahun  ini sejumlah 50 tangki dapat disalurkan ketujuh dusun di Nglipar yang sangat membutuhkan air bersih.

Secara simbolis penyaluran air bersih ini dilakukan pada akhir Oktober lalu dan diterima oleh Karangtaruna Kecamatan Nglipar, Ida Ayu; tokoh masyarakat yang juga sebagai pengelola Sistem Penyaluran Air Minum Dusun (Spamdus) dari Dusun Pringsurat, Desa Kedungkeris,  Ngadiyono; staf Kecamatan Nglipar, Timbul; Babinkamtibmas Desa Nglipar, Brigadir Sriyanto dan Kanit Sabhara Ipda Wandoyo.

“Program Pedulai Darurat Air Bersih ini juga merupakan salah satu program corporate social responsibility (CSR) yang menjadi salah satu agenda menyambut peringatan anniversary ketiga Swiss-Belboutique Yogyakartapada 9 Desember 2019. Selain program CSR ini tambahnya akan diadakan pula donor darah, staff party dan berbagai kegiatan internal yang akan di gelar pada Desember dan Januari 2020,” ujar Shela, melalui siaran pers, Kamis (28/11).

General Manager Swiss-Belboutique Yogyakarta, Erny Kusmastuti mengatakan bersyukur bisa berkomitmen setiap tahunnya untuk berbagi membantu warga di Gunung Kidul khususnya di Kecamatan Nglipar dengan distribusi air bersih yang diberikan. “Harapan kami, masa paceklik segera berakhir sehingga tidak menyulitkan warga untuk mendapatkan air bersih. Semoga ada solusi dan bantuan yang lebih baik dari berbagai pihak agar dapat mencegah kesulitan air bersih di masa mendatang,” ucapnya.

Perwakilan Karangtaruna Kecamatan Nglipar, Ida mengatakan musim paceklik tahun ini sangat memprihatinkan dan lebih panjang dari tahun sebelumnya. Ia juga menambahkan sumber air bersih terdekat juga mengering sehingga sangat mengharapkan adanya bantuan distribusi air bersih.